Wednesday, 15 August 2018

Sinopsis Voice 2 Episode 2-2


Di luar rumah duka Kwon Joo bicara di telpon dengan Seo Yool. Seo Yool mengatakan kalau ia telah memeriksa rekening yang diminta Kwon Joo. Memang benar ada uang yang ditransfer ke rekening Kang Woo, namun aneh. Ada catatan dia melakukan kunjungan bisnis ke Seoul saat membuka rekening bank Daehan di Hawol-dong, cabang Poongsan pada Februari 2015. Sejujurnya, dia tidak akan menerima uang di rekeningnya jika memang cerdas. Ia juga menemukan hal aneh di rekening Hyung Joon. Tiga tahun lalu dia membuat akun virtual untuk bitcoin. Tanggal penarikan uangnya bersamaan dengan tanggal operasi putra Hyung Joon. Ia menduga kalau Hyung Joon mengambil stempel Kang Woo dan membuat rekening dengan alasan khusus. Bagaimana jika ada yang menutupi fakta itu. Kwon Joo berpikir kalau Kang Woo sengaja merahasiakannya demi Hyung Joon. Ia memikirkan hanya ada satu cara untuk memecahkan kasus ini. Ia harus bekerja sama dengan orang yang tahu kebenarannya. Kwon Joo mempertanyakan di mana Kang Woo.  Eun Soo mengatakan kalau pengadilan baru saja merilis surat penangkapan Kang Woo. Jaksa yang merilis surat tersebut Jaksa Han. Tiga tahun lalu Jaksa Han menangani kasus Hyung Joon dan bermusuhan dengan Kang Woo. Eun Soo merasa kalau Jaksa Han ingin meringkus Kang Woo setelah Kang Woo bebas karena kurang bukti. 


Kang Woo dan Dok Ki dipenjara. Dok Ki mempertanyakan apa Kang Woo memikirkan cara keluar. Dok Ki khawatir jika pemerintah tahu mereka kerja diam-diam. Kang Woo meminta Dok Ki diam. Kang Woo meminta kepada Choon Byung untuk memberinya waktu seminggu untuk menangkap pelaku. Namun Choon Byung mengatakan kalau ini sudah berakhir lalu pergi meninggalkan Kang Woo. Kang Woo berteriak harus menagkap penjahat gila itu. ia berkomentar apa kamu akan sadar setelah polisi lain berjatuhan. Berikutnya bisa jadi giliranmu. Kwon Joo datang menghampiri Choon Byung, ia meminta agar bisa bicara dengan Kang Woo. Kang Woo meminta agar Dok Ki memeriksa orang yang absen hari ini di kepolisian Opo. Dok Ki berkomentar mana bisa, ia sedang ditahan.
Kwon Joo menghampiri Kang Woo. Ia mengatakan kalau mengenai orang yang dilihat Kang Woo tiga tahun lalu. Apa dia menarik sarung tangan karet untuk membuat suara Tek..Tek...Tek. Kwon Joo bahkan memperagakan dengan membawa sarung tangan latek. Ia berkomentar kalau itu seperti kebiasaan. Kang Woo ingat dulu pelaku juga menarik sarung tangannya membuat suara itu. kang Woo berpikir bagaimana Kwon Joo. 


Mereka bicara berdua, Kwon Joo berkomentar kalau rumor Kang Woo pemarah ternyata benar. Kang Woo mempertanyakan bagaimana Kwon Joo tahu suara sarung tangan itu. Kwon Joo mengatakan kalau ia mendengar suara yang sulit didengar orang lain. Saat Soo Bok tewas, ia mendenffar suara sarung tangan ditarik di dekatnya. Tentu saja Kang Woo tidak percaya. Ia mengatakan kalau Kwon Joo bohong. Ketika Kang Woo akan pergi, Kwon Joo mengatakan kalau ia bisa menyebutkan apa yang Kang Woo sentuh disaku Kang Woo sekarang. Ia mengatakan kalau itu dua buah baterai merkuri. Ia berkomentar kalau arloji Kang Woo agak lambat. Kang Woo mempertanyakan siapa Kwon Joo.

Di luar kantor polisi, Kwon Joo mengatakan di telpon kepada Eun Soo kalau kita lihat nanti. Eun Soo mengatakan ia agak cemas. Walaupun Kang Woo memiliki informasi, reputasinya sangat buruk. Kwon Joo mengatakan kalau tidak ada pilihan lain.

Kang Woo kembali ke tahanan. Dok Ki berkomentar kalau Kwon Joo kemari untuk mengeluarkan mereka. Kang Woo tiduran ia mengingat percakapan dengan Kwon Joo. Flashback, Kwon Joo mengatakan setelah Kang Woo masuk Tim Golden Time yang berpusat di Poongsan, pencarian pelaku akan digelar rahasia. Ia akan  mengeluarkan perintah untuk mengembalikan posisi Kang Woo. Tugas Kang Woo adalah memberi semua petunjuk tentang pelaku sesungguhnya. Ia mengatakan kalau orang yang menerima suap Sanggraloka Sokpo tiga tahun lalu bukan Kang Woo tapi Hyun Joon. Ia tahu kalau Kang Woo menutupinya agar istrinya menerima kompensasi finansial. Ia berkomentar kalau mungkin pemarah seperti Kang Woo membuka diri untuk kali pertama kepadanya. Kwon Joo meninggalkan kartu nama lalu pergi meninggakan Kang Woo. Dok Ki meminta Kang Woo menuruti permintaan Kwon Joo. Ia mengatakan kalau Kwon Joo menangkap Tae Gu, pembunuh berantai tahun lalu. 


Kwon Joo mengatakan kepada rekannya kalau ingin Tim Golden Tim beroperasi di Poongsan selama sebulan. Jika kata-kata terakhir Soo Bok benar, perburuan yang keji akan dimulai selama sebulan. Dalangnya pasti jauh lebih licik, cerdas, dan menakutkan daripada Soo Bok. Ia mengatakan sejujurnya, meminta hal sesulit ini kepada kalian sebagai komandan sangat membuatnya sedih. Namun rekan-rekannya langsung mengatakan kalau mereka akan ikut. 

Kang Woo masih memikirkan apa yang akan dilakukan. Ia meminta petugas mengambilkan hpnya. Kwon Joo mengatakan kalau Kang Woo menelponnya lebih cepat dari dugaannya. 

Kang Woo dan Dok Ki bebas. Di telpon Kang Woo berkomentar kalau Kwon Joo memintanya menangkap pelaku dalam sebulan. Jika semudah ia sudah menangkapnya. 


Kwon Joo memberikan surat tugas. Ia mengatakan kalau mulai pekan depan Kang Woo menjadi komandan untuk Tim Golden Time Poongsan. Segala bentuk kelalaian dilarang. Jika Kang Woo mengacau lagi, surat penangkapan akan dikeluarkan. Kang Woo mengatakan kalau ia akan memimpin Tim Operasi dengan caranya. Pertama, dialrang berkelahi. Kedua, dilarang berempati berlebih. Ketiga, jika ada masalah dengan pekerjaan temui Tim Inspeksi jangan merengek kepadanya. Kwon Joo meminta informasi yang dimilki Kang Woo. 


Kang Woo mengatakan kalau pelaku mendalangi enam pembunuhan pada bulan Juni tiga tahun lalu. Tiga tahun kemudian, Juni ini pelaku kembali bereaksi. Para korban adalah Jung Hye Run pelajar di Akademi Kepolisian, Koo Ji Hye pekerja di kantin cabang Guro, dan Hyung Joon. Ketiga korban berkaitan dengan kepolisian. Sekongkolan yang membunuh para korban juga dibunuh usai misi. Lalu Kyung Hak dan Soo Bok juga. Kasus Jung Hye Run dan Koo Ji Hye belum tuntas karena kurang bukti dan saksi. Gunting yang digunakan untuk membunuh korban. Pelaku menyuruh sekongkolannya untuk memutilasi tubuh korban dan memasukkannya ke dus gambar bintang. Pelaku memilih orang yang dendam kepada korban. Jung Hye Run memotong jarinya. Hyung Joon dipukuli sampai mati. Kang Woo mengatakan kalau ini baru awal. Pelaku hanya bereaksi selama sebulan sebelum menghilang. Pelaku penjahat cerdas yang memanfaatkan kebencian dan kemarahan manusia untuk membunuh. 


Pria misterus mengambil kotak yang disembunyikan oleh Soo Bok. Ia masuk ke dalam truk. Di truk tersebut bertuliskan Trasportasi Suyeong. 


Kang Woo membuka buku yang berisikan tentang kasus si pelaku. Ia teringat ketika bersama Hyung Joon. Flashback, dimobil ketika mereka sedang menagani kasus bersama Hyung Joon mengatakan kalau ia dijuluki orang suci. Hanya ia yang tahan berpasangan dengan Knag Woo selama ini. Suatu waktu Kang Woo menghajar Hyung Joon. Hyung Joon berteriak putrannya, ia mengatakan kalau anaknya sakit. Ia mempertanyakan apa Kang Woo bisa membiarkannya. Ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Kang Woo mengatakan kalau ia tidak akan menutup kasus ini dengan membunuhnya. Ia akan membuat pelaku merasakan penderitaanmu seribu kali lipat. Dok Ki menelepon Kang Woo. Ia mengatakan kalau ia memeriksa Kwon Joo. Ibunya meninggal ketika saat Kwon Joo masih belia. Ayahnya dibunuh Tae Gu empat tahun lalu. Ada rumor jika Komisaris Go dari Seoul adalah teman ayahnya. Kang Woo mempertanayakan kepolisian Opo. Dok Ki mengatakan namanya Park Min Soo. Lulusan terbaik teknik mesin Univ ersitas Poongsan. Dulu anggota Korps Angkutan dan mahir menangani mobil. Dia juga memperbaiki semua mobil Divisi Patroli. Hari ini dia absen tanpa kabar. 

-Manseon-

“30 menit sebelum upaya pembunuhan pada pelaku pencabulan Yeom Gi Tae”

Di pasar ikan, seorang wanita mengatakan kepada suaminya kalau ia juga kesal karena Gi Tae dibebaskan. Buku Ji Wook yang dipengang ibunya jatuh dan terinjak ketika ibunya memarahi ayahnya. Ji Wook mengambil bukunya dan mengatakan kalau ibunya merusak gambarnya. Ia kesal karena ibunya selalu memarahinya. Ji Wook sudah dijemput untuk pergi sekolah. 

Wanita itu mendapat pesan dari anaknya yang bernama Hee Joo. Hee Joo meminta tolong ibunya dan mengatakan kalau Gi Tae menculiknya. Ayah Hee Joo melacak, ia mengatakan kalau Hwai-dong itu tempat tinggal Gi Tae. Ia mengambil pisau lalu pergi.


Hong Soo berkomentar kalau Tim Golden Time mulai bekerja hari ini. Ketua membenarkan, selain itu Kang Woo diangkat menjadi komandan operasi. Ia menambahakan kalau kantor mereka menerima penghargaan bulan depan karena berhasil menangani kasus Soo Bok. Jika ada masalah lain dari kasus ini akan mempersulitnya. 

Kwon Joo dan rekannya mulai bekerja Poongsan. Namun Kang Woo sebagai komandan tim belum datang. Bahkan ponsil Kang Woo tidak aktif. Eun Soo meminta tenang. Ibu Hee Joo mengatakan kalau suaminya akan membunuh penjahat itu. Eun Soo mengatakan kepada Kwon Joo kalau suaminya akan membunuh seseorang. Kwon Joo meminta agar mengalihkan panggilan kepadanya. 


Ibu Hee Joo mengatakan kalau putrinya berangkat sekolah tadi pagi. Namun tiba-tiba mengirim pesan bahwa dia diculik. Suaminya pergi membawa pisau dan pergi ke tempat tinggal penculik.
Eun Soo menjelaskan kalau yang menelepon bernama Soo Im. Suaminya bernama Ki Hyuk, memiliki toko ikan di pasar ikan Poongsan. Mereka memiliki putri bernama Hee Joo dan putra bernama Ji Wook. Hee Joo adalah korban pencabulan. Pelakunya dibebaskan sebulan lalu. Seo Yool mengatakan lokasi ponsel Hee Joo terakhir di Hwai-dong 4-45 Vila Hope, itu dekat dengan kediaman Gi Tae pelaku pencabulan yang baru-baru ini bebas. Ia menambahkan kalau ponsel Hee Joo tidak aktif. Kwon Joo meminta menyelidiki ke mana Hee Joo pergi pulang sekolah. Periksa CCTV di dekat rumah Gi Tae di Hwai-dong. Lalu lacak gelang kaki elektronik Gi Tae untuk melihat lokasinya pagi ini.

Kwon Joo mengatakan kalau penelpon Soon Im, putrinya Hee Joo pernah dicabuli enam tahun lalu. Suaminya mendatangi rumah Gi Tae dengan pisau. Ia menduga ini bentuk pembalasan. Ia meminta Joong Ki ke lokasi alamat kediaman Gi Tae. Dan Gwang Soo ke Divisi Patroli Gyeyoung dan pasar ikan Poongsan. Joong Ki mengatakan kalau kami segera menuju lokasi. 


Kang Woo dan Dok Ki berpapasan dengan pelaku misterius.

“Pukul 10.00, percobaan pembunuhan pada Gi Tae, pelaku pencabulan.”

Komentar:

Sama-sama keras ya karakter LM nya baik di season 1 maupun 2.....tapi pastinya nanti mereka bakalan jadi tim yang kece....masih penasaran sama pria misterius. Pasti dalang utama tidak mudah ketebak kan.....

Sinopsis Voice 2 Episode 2-1



Kang Woo segera mengambil tabung alat pemadam api. Ia berusaha memadamkan api. Choon Byung melaporkan kepada Hong Soo kalau truk yang dikemudikan Soo Bok menabrak pembatas dan jatuh. Hong Soo berkomentar kalau ini bisa terjadi mungkin karena mobil Kang Woo terlalu dekat ketika mengejar. Kang Woo berusaha mengeluarkan Soo Bok. Kwon Joo dan timnya juga datang. Kang Woo berusaha untuk mengambil sesuatu di dalam mobil. Kwon Joo yang mencoba menghalangi terjatuh dan terkena api. Kwon Joo mencoba mencegah Kamg Woo. Ia mengatakan kalau terdengar suara aneh, ini bisa meledak. Benar saja mobil itu meledak. Kang Woo kesal dan berkomentar kalau kalian merusak perangkat SUA yang dipasang oleh dalangnya. Kwon Joo mempertanyakannya karena untuk apa Soo Bok memasangnya. Namun Kwon Joo ingat kalau Soo Bok gagap komputer. Ia menduga kalau sekongkolannya membunuh Soo Bok dengan SUA. Terdengar suara petugas polisi yang mengatakan kalau Soo Bok jantungnya melemah. 


Hong Soo meminta agar membuat Soo Bok mengaku lalu menahan Kang Woo tanpa surat perintah karena menjadi tersangka dari kecelakaan Soo Bok. Choon Byung berkomentar kalau kita tidak punya surat perintah. Hong Soo berteriak dan meminta menahannya dulu. Ia akan meminta izin penangkapan dari jaksa. Ia akan membuat Kang Woo keluar dari kepolisian kali ini.


Kang Woo mempertanyakan kepada Soo Bok kalau bedebah itu menyuruhmu tiga tahun lalu. Soo Bok meminta jangan kasar. Ia mengatakan kalau ia melakukan semua ini sendiri. Kang Woo berkomentar kalau pelakunya bukan hanya kamu. Para petugas berusaha menenangkan Kang Woo. Choon Byung mengatakan kepada Kang Woo kalau akan menahan Kang Woo tanpa surat perintah. Kang Woo meminta petugas melepaskannya. ia mengatakan karena kesalahan kalian, penjahat dari tiga tahun lalu itu lolos. Dia akan berburu selama sebulan, lalu menghilang. Karena kalian, nyawa tidak bersalah akan berjatuhan. Kang Woo pergi meninggalkan lokasi. Kwon Joo sadar kalau Soo Bok sulit mengendalikan amarahnya terhadap polisi dan orang lain. Bahkan Soo Bok menyendiri setelah kejadian itu. Kwon Joo yakin dalangnya mendekati Soo Bok dengan memanfaatkan itu. Kwon Joo mempertanyakan kepada Soo Bok orang yang menyuruhmu adalah orang pertama yang membantu Soo Bok. Soo Bok mengatakan kalau Kwon Joo jangan Sok tahu, tahu apa kamu. Kwon Joo mengatakan kalau ia tidak tahu apa-apa, namun ia yakin dia berusaha membunuh Soo Bok. Kwon Joo menyadari kalau suara Soo Bok melemah. Kwon Joo mencoba mendengarkan. Ia mendengar kalau Soo Bok mengatakan temannya disini, perburuan akan dimulai. Kwon Joo mempertanyakan perburuan apa. Ketika Kwoon Jo mempertanyakan apa dia tinggal di Poongsan, Soo Bok bereaksi. Setelah Soo Bok tertawa Kwon Joo mendengar suara klik (seperti suara tarikan). Kwon Joo sadar mungkin dia ada di dekat sini. Ia juga yakin ada sekongkolan yang menyuruh Soo Bok. Kwon Joo menggunjang-guncang tubuh Soo Bok dan mempertanyakan dimana dia. Petugas lalu menghentikan Kwon Joo. 

Kang Woo masuk mobil, ia mengatakan agar mencari rumah Soo Bok. Dok Ki mengatakan kalau polisi pasti sudah menggeledahnya. Kang Woo mengatakan kalau akan ada waktu kosong setelah autopsi kedua. Ia yakin pasti ada yang terlewat. Kwon Joo mencoba mengatakan kalau Kang Woo melewatkan sesuatu. Namun mobil Kang Woo terus melaju. Dok Ki mengatakan kalau Kwon Joo mengatakan sesuatu. Kang Woo berkomentar kalau Kwon Joo hanya pura-pura mendapatkan hasil. Dok Ki mengatakan kalau Kwon Joo sampai sini berarti intuisinya tajam. Ia menambahkan tanpa Kwon Joo, wajah tampan Kang Woo sudah hangus. 

Joong Ki dan Gwang Soo menghampiri Kwon Joo. Joong Ki mengatakan kalau Soo Bok baru saja meninggal. Pria misterius sepertinya mengawasi di dekat TKP. 

“Pukul 20.00, Soo Bok tersangka pembunuhan Kang Hyuk tewas.”


Pria misterus melihat Kwon Joo dan lainnya dari dalam truk, lalu ia pergi. Pria itu menggunakan truk bertuliskan, “Transportasi Suyeong.”

-Episode 2, Awal Perburuan-

“Perburuan manusia itu seru. Dan mereka yang telah lama memburu manusia bersenjata. Dan menikmatinya tidak memedulikan hal lain <Ernest Hemingway>”

Eun Soo menjelaskan kalau namanya Kang Woo, seorang inspektur. Tinggal di Jepang sampai kelas tiga lalu kembali ke Korea. Kang Woo dijuluki pemecah kasus yang belum tuntas, namun memiliki banyak musuh karena tidak mengerti kesosialan. Juga beredar kabar aneh kalau dia psikopat. Karena dia sangat memahami psikologi para kriminal. Eun Soo mengatakan anak kecil kecanduan gim pernah membunuh neneknya. Dia segera menemukan mayat nenek itu. Bahkan saat kasus pembunuhan istri seorang dokter, dia memecahkan kasus dengan menemukan bukti yang tidak dapat ditemukan oleh Forensik. 

Kwon Joo mempertanyakan siapa pria yang bersama Kang Woo. Eun Soo mengatakan kalau pria itu Dok Ki. Dia pernah melakukan penipuan enam kali. Eun Soo merasa kalau Dok K adalah informan. Kwon Joo mempertanayakan apa benar umurnya 24 Tahun. 


Seo Yool melaporkan kalau menerima dan membaca kasus Poongsan. Dari laporan itu jelas pelakuknya Kang Woo. Ini sangat berbeda dari keterangan yang dia tulis. Dia mengaku tidak pernah menerima uang maupun rekening  bank itu. Dia mengaku berkelahi dengan Hyung Joon karena hal lain. Katanya dia pingsan karena kepalanya dipukul. Setelah siuman dia melihat pria meletakkan potongan tangan manusia yang dimutilasi hidup-hidup ke kotak gambar bintang. Katanya ada seseorang yang memakai masker memfotonya. Dari suaranya mereka sepertinya berumur akhir 20-an atau awal 30-an, tingginya 175 cm. Gunting besar yang merupakan bukti menghilang. Jo Young Suk penyandang disabilitas yang tinggal di panti kesejahteraan meninggalkan pesan kalau dia pelakunya dan bunuh diri. Kwon Joo mempertanayakan kenapa dia membiarkan Kang Woo hidup. Kwon Joo meminta untuk memeriksa rekening Kang Woo yang menerima uang suap juga rekening Hyung Joon tiga tahun lalu. 

Eun Soo mengatakan kepada Kwon Joo kalau baru saja ada telpon dari Kepolisian Poongsan. Hal ini karena ada pengarahan darurat untuk kasus Gunung Gangho pukul 19.00 dengan Soo Bok sebagai pelaku tunggal. 


Para petugas meninggalkan rumah Soo Bok. Kang Woo membangunkan Dok Ki yang tertidur. Mereka berdua masuk ke rumah Soo Bok. Kang Woo melihat berkas dan foto yang ditempel adalah para tim Kwon Joo. Ia memikirkan kalau pria misterius melepaskan dan merekatkannya itu agar rapi dan terbagi rata. Dia diam-diam masuk dan merekatkannya. Itu hanya dilakukan oleh orang yang obsesiff. Kang Woo mempertanayakan kalau pemilik rumah bilang tidak ada tamu bukan. Dok Ki mengiyakan, selain kurir restaurant Tionghoa. 


Rapat pengarahan darurat tentang kasus penculikan dan pembunuhan Kyung Hak dimulai. Hong Soo menjelaskan kalau pada bulan September tahun lalu, Soo Bok di tahan oleh Tim Golden Time Kepolisian Seongun. Karena gelap mata terhadap Tim Golden Time. Mereka menduga kalau kejahatan ini terencana. Kemarin sekitar pukul 17.00 teror bom bunuh diri terjadi di Stasiun Samsu Seongun. Pelaku tahu kalau Kyung Hak sedang bebas tugas bergegas akan ke TKP. Namun pelaku menyerang dengan taser lalu menculiknya. Kwon Joo berbicara dengan Kyung Hak sambil memimpin investigasi, tapi tidak menindaklajuti setelah menyadari keanehan. Sekitar pukul 17.30 di dekat halte bus Gn. Gangho, Soo Bok menyuntikan obat penenang kepada Kyung Hak bernama alprazolam dan merekayasa kecelakaan akibat obat. Dia tahu bisa mendorong akselerasi mendadak dengan meretas pengendali mesin. Lalu mengunggah kiriman tentang akselerasi mendadak. Dia juga bergabung dengan klub pendaki gunung dan mengumpulkan data pribadi para korban. 


Ketua mengatakan kalau ia baru sekarang melihat pelaku begitu selama 30 tahun menjabat. Ia meminta agar tidak berlarut-larut dan segera menutup kasus ini. Jangan sampai kepolisian menjadi korban. Jalankan ivestigasi tambahan yang dibutuhkan dan tutup kasusnya. Kwon Joo mempertanyakan kenapa mencoret kemungkinan adanya sekongkolan. Menurut Kang Woo kalau sekongkolannya memanfaatkan Soo Bok. Ia menambahakan kalau Soo Bok gagap komputer. Hong Soo mengatakan kalau Kang Woo adalah tersangka kasus tiga tahun lalu yang belum tuntas. Ia menabahakan kalau Kang Woo kotor. Kwon Joo mengatakan kalau semua bukti dan keterangan harus ditangani tanpa berat sebelah, itu merupakan dasar investigasi. Hong Soo kesal dan berteriak kalau Kwon Joo kemari hanya untuk menganggap hasil investigasi tidak adil. 

Ketua meminta agar berhenti. Ia sangat paham kalau betapa beratnya Kwon Joo kehilangan rekannya. Namun bukti kasus ini sudah jelas. Kasus dari tiga tahun lalu berarti bagi kami. Ada sopan santun yang harus dijaga antar cabang. Ia meminta jangan mengungkitnya sembarangan. Ia meminta agar mengakhiri pengarahannya. 

Setelah ketua pergi, Hong Soo berkomentar kalau Kwon Joo sangat terpengaruh dengan ucapan Kang Woo. Kwon Joo mengatakan kalau Hong Soo berlebihan. Petugas lain meninggalkan mereka berdua. Hong Soo mengatakan kalau yang berlebihan Kwon Joo. Demi dana suap apa Kwon Joo tahu apa perbuatan Kang Woo kepada partnernya. Dia membunuh partnernya. Dan kini dia menggali kasus lama untuk kembali. Kwon Joo mengatakan kalau ia juga sudah membaca berkas kasus Hyung Joon tiga tahun lalu. Seorang opsir terus bersaksi bahwa dia melihat sekongkolan. Tidakkah Hong Soo mencoba menyelidiki kasusnya dari sudut lain. Hong Soo mengatakan kalau Kang Woo menghilang usai menyerang opsir yang mengawasinya. Gunting besar yang menjadi bukti lenyap. Setelah itu utang kafe ibunya lunas. Ia berpikir kalau Kwon Joo kompeten, ini mengecewakan. Setelah Hong Soo pergi, Kwon Joo berpikir susah membujuknya karena Hong Soo yakin kalau Kang Woo pelakunya. 


Kang Woo menemui seorang pria. Ia berkomentar kalau pria itu sering mengantar makanan ke kamar 201 di Greentel. Pria itu mengatakan kalau Soo Bok benar-benar menyebalkan. Pria itu mengatakan kalau suatu hari ia mengantar pesanan ke sana. Ia diminta untuk memperbaiki kerusakan di CD film birunya. Flashback, saat itu ia mendengar saat itu Soo Bok menerima telpon dari seseorag. Soo Bok mempertanyakan kepada orang yang ditelpon sedang berpatroli. Kang Woo mempertanayakan apa yakin kalau itu ucapannya. Pria itu mengatakan kalau ia yakin. Kang Woo meminta segera menghubunginya jika ada yang ingat. Kang Woo memikirkan kalau polisi mendekati orang yang membenci polisi. Ia keluar dari restaurant itu, namun ia tidak melihat Dok Ki. Choon Byung dan lainnya mendekati Kang Woo. Terlihat Dok Ki dimobil polisi dan sudah di borgol. Choon Byung mengatakan kalau Kang Woo ditangkap atas pembunuhan Soo Bok dan pelanggaran undang-undang pelayanan publik. Ia menambahakan kalau pengadilan mengeluarkan surat perintah penagkapan. Jaksa Han tidak segan-segan kali ini.


Kwon Joo ke rumah duka untuk menemui istri Kyung Hak. Istri Kyung Hak mengatakan kalau suaminya berjuang keras untuk mengubah arah mobil. Walaupun kapiler di sekujur tubuhnya pecah, Kyung Hak pasti begitu ingin menyelamatkan pendaki gunung. Ia menambahakan kalau suaminya sangat gembira saat kembali bekerja di Tim Golden Time. Kyung Hak sangat bersyukur bisa menyelamatkan orang lain karena kesempatan dari Jin Hyuk dan Kwon Joo. Istri Kyung Hak meminta Kwon Joo jangan samapai terluka.


Kwon Joo memberikan penghormatan kepada Kyung Hak. Flasback, istri Kyung Hak mengatakan kalau ia mendengar kemungkinan ada dalang di balik kasus ini. Ia meminta agar Kwon Joo menangkapnya. Kwon Joo meninggalkan rumah duka. Sebelum pergi ia memikirkan kalau ia akan menangkap pelaku sengan segala cara. Pelaku akan menyesal karena telah mengusik Tim Golden Time.