Friday, 14 June 2019

Sinopsis Voice 3 Episode 8-2



Nenek di telepon mengatakan pergelangan kakinya cuma terkilir sedikit, tidak perlu khawatir. ia mengiyakan akan segera ke sana untuk bertemu cucunya. Ia melihat mobil Jin Sik dan segera menutup teleponnya. Ia melihat seorang pria memakai topi keluar dari mobil itu. Pusat panggilan menerima telepon dari korban sopir ugal-ugalan. Kwon Joo memperkenalkan diri dari pusat panggilan. Nenek mengatakan kalau mobil pemuda itu baru saja parkir di rs. Ia mengira itu Jin Sik, namun yang keluar seorang kurir. Dia menaruh sebuah kotak ke atas troli, namun ada suara dari dalam kotak itu. Nampaknya ada sesuatu yang hidup di dalamnya. Apa kira-kira pemuda jahat itu mengutus orang untuk menyakiti suamiku. 

Kwon Joo mengatakan tenang saja, kami pasti melindungi kalian. Ia mempertanyakan apa Anda ingat rupanya. Nenek mengatakan pawakannya cukup besar, tapi jalannya timpang. Eun Soo memberitahu Kwon Joo kalau Oh Pil Soo dirawat di rs Poongsan. 

Pil Soo mempertanyakan kepada anak buahnya berani-beraninya mereka macam-macam dengan putraku. Anak buahnya mengatakan kalau polisi sedang mencarinya. Pil Soo mempertanyakan hanya itukah yang bisa kamu katakan. Ia meminta agar menghubungi semua PNS yang menerima uang dariku, kembalikan putraku. Kerahkan juga semua tenaga swasta. Setelah anak buahnya pergi ia berkomentar penculik putranya menganggapku remeh ya. 

Eun Soo meminta Kwon Joo melihat berkas ini. Ia menemukannya saat mencarinya. Kwon Joo melihat itu laporan tentang kecelakaan mobil, korban Hwang Hye Seong. Kwon Joo melaporkan kepada Kang Woo kalau bisa jadi tersangkanya Hwang Doo Sik, ayah dari korban yang tewas akibat Oh Pil Soo mengemudi saat mabuk. 


Doo Sik memegang lencana yang ia pakai. Ia bergumam anakku. Kwon Joo mengatakan putra Doo Sik meninggal tahun 2014 akibat Oh Pil Soo mengemudi saat mabuk. Itu tepat saat anak yang dia besarkan dengan membanting tulang setelah istrinya meninggal diterima di Akademi Angkatan Udara dan itu kebanggaan terbesarnya. 


Flashback, seorang pria mengatakan kamu pasti bangga terhadap putramu. Ia mengatakan kepada Hye Seong kalau dia hanya makan sup pereda pengar selama sepuluh tahun ini dan baru kali ini dia memesan iga. Ia memberikan iga itu dan mengatakan rebuskan ini untuknya. Hye Seong mengangguk dan mengatakan terima kasih. Doo Sik mengatakan kalau anaknya akan menjadi pilot. Kwon Joo mengatakan mereka pulang setelah makan di kedai untuk merayakan penerimaan Hye Seong. Pada malam kejadian mereka menyeberangi zebra cross lalu mobil Pil Soo menabrak Hye Seong hingga mati di tempat. Flashback, ketika menyebrang mobil Pil Soo akan menabrak mereka, Hye Seong mendorong ayahnya sehingga ia yang tertabrak. 

Kwon Joo mengatakan kalau Doo Sik mengaku melihat Pil Soo menyetir. Namun sopir pribadinya duduk di kursi pengemudi saat polisi tiba lalu dia menyerahkan diri. Jadi Pil Soo dibebaskan tanpa dakwaan. Pengadilan menilai Hye Seong bersalah karena mabuk dan menyeberang sembarangan. Jadi sopir pribadi Pil Soo hanya divonis tiga tahun penjara. Kabarnya Doo Sik mencoba bunuh diri beberapa kali setelah kejadian itu. 

Mereka sampai di rs dan segera bergegas. Doo Sik membawa kotak besar, terdengar suara rintihan dari dalam kotak itu. Petugas menghampiri dan mempertanyakan mau bertemu siapa. Doo Sik mengatakan ia mau mengantar barang, keluarga pimpinan ingin ini dikirimkan secepatnya. Petugas mengatakan akan mengeceknya. Petugas mendapat telepon dari Eun Soo. Eun Soo mengatakan terduga penculik menuju kamar Pil Soo. Ia meminta agar mengalihkan perhatiannya, petugas akan segera datang. Petugas itu mengatakan bagaimana ini, orang itu mau mengantar sesuatu. Eun Soo meminta jangan tutup, mohon tunggu sebentar. 

Eun Soo melaporkan kalau Doo Sik berada di koridor kamar Pil Soo. Pil Soo ditelepon mengatakan jika tidak menemukan anakku, kalian akan dipecat. Tiba-tiba Doo Sik masuk ke ruang rawat Pil Soo, ia mengunci pintu ruangan tersebut. Ia membuka kotak itu dan mengeluarkan senjata tajam. Ia mengatakan kalau ia kemari untuk membunuh putramu. Pil Soo mempertanyakan apa buktinya kalau dia putraku. Ia mengeluarkan cincin dan mempertanyakan kamu mengenalnya bukan. Pil Soo yang melihat cincin itu kaget.


Kang Woo dan laiinya masuk dengan membuka paksa pintu ruangan itu. Doo Sik terus mengancam. Kwon Joo bergumam suara Doo Sik penuh amarah, namun tenang. Choon Byung mengatakan kami tahu kamu kemari untuk membalaskan dendam anakmu. Doo Sik mengatakan kamu mabuk dan membunuh anakku. Pil Soo mengatakan ia tidak mengerti maksudmu. Doo Sik terus mengancam. Kang Woo mengatakan lakukan sesukamu. Jika harus ada yang mati untuk mengakhiri ini, kami tidak akan menghalangi. Namun apa pisau itu cukup, ia menyerahkan pistolnya. Ia mengatakan akan ia pinjamkan pistol ini. Tembak saja sesukamu. 

Kwon Joo mempertanyakan apa yang kamu lakukan, jangan menghasutnya. Kang Woo mengatakan akan ia pakai caraku. Kang Woo mengatakan hukum telah mengkhianatimu dan polisi gagal melindungimu. Lakukan sesukamu.  Pil Soo akhirnya mengatakan baiklah, ia mengaku sedikit mabuk hari itu. Ia tidak sengaja menabraknya. Akan ia berikan ganti rugi. Doo Sik mengatakan di dunia ini ada hal-hal yang tidak dapat dibeli dengan uang. Pil Soo mengatakan baiklah, ia akan minta maaf. Letakan pistolmu. 


Eun Soo meminta agar memeriksanya. Kwon Joo membaca berkas bertuliskan, “Tolong bunuh Oh Jin Sik dari Sungjung Retail.” Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau sepertinya kita keliru. Tujuan Doo Sik bukan mengungkap kebenaran. Sepertinya dia berniat mati. Doo Sik mengatakan jangan bergerak, akhirnya Choon Byung bisa melumpuhkannya. Pil Soo membuka dan ternyata di dalam situ bukan putranya. Pria di kelab mengatakan saat ia keluar dari pintu rahasia, kepalanya dipukul. Pil Soo mempertanyakan di mana putranya. Doo Sik mengatakan soal itu ia mencoba memberimu kesempatan terakhir, tapi anakmu overdosis narkoba. Ia melemparkan kunci mobil. Pil Soo segera berlari. 

Kwon Joo mengatakan Jin Sik mungkin sudah meninggal. Eun Soo menemukan dokumen dari petisi daring yang belakangan ini diunggah Doo Sik. Dia mulai percaya buta kepada dukun. Tertulis dia percaya mendiang anaknya hanya bisa tenang setelah Jin Sik dibunuh. Dia berniat turun tangan jika polisi tidak melakukannya. 


Pil Soo membuka bagasi mobil anaknya, ia menangis menemukan anaknya di dalam bagasi mobil sudah tidak bernyawa. Di ruang rawat Kang Woo mempertanyakan kamu sudah puas. Apa kamu lebih lega setelah balas dendam. Doo Sik mengatakan Hye Seong, ayah juga bangga terhadapmu.

Kang Woo mempertanyakan di mana Wire Shun. Seo Yool mengatakan dia melewati persimpangan Hongyi dan menuju Sokpo. Kang Woo mengatakan ia akan ke sana. Ia mengajak yang lainnya pergi bersamanya. 


Nenek menemani kakek di rs. terdengar suara berita menyampaikan tewasnya Jin Sik. Nenek melihat berita itu, lalu ia memegang tangan kakek. Seo Yool melaporkan kalau mobil tersangka lenyap di dekat Simpang Susun Sokpo. Anak buah Hong Soo mengatakan jika dia tadi terlacak di Simpang Sokpo, mungkin dia menuju pelabuhan atau Gunung Sokpo, mohon periksa. 


Cho Rong menemukan bekas dan mempertanyakan apa ini. Ia segera menghubungi Seo Yool. Seo Yool lalu meminta Eun Soo mengambil alih. Seo Yool menghampiri Cho Rong. Cho Rong mengatakan masa kecil psikopat itu menyakitkan. Seo Yool mengambil berkas itu dan berterima kasih. Seo Yool terlihat kaget saat membaca berkas itu, ia segera pergi. Kwon Joo mendapat pesan dari Seo Yool yang meminta bicara sebentar. 


Di mobil Kang Woo mengatakan tidak mungkin dia menuju Pelabuhan atau Gunung Sokpo yang penuh CCTV. Ia lalu mengecek map. Ia melaporkan kalau di jalur menuju pusat kota dari Simpang Susun Sokpo tidak terdapat CCTV. Ia yakin tersangka pergi ke sana. Choon Byung mengatakan ada banyak pabrik kaca terbengkalai di jalan. Mungkin salah satunya lokasi persembunyiannya. Joong Ki melaporkan kepada tim Jatanras kalau kami yakin tersangka berbelok di terowongan Simpang Susun Sokpo atau jalur tikus dan kembali. Ada juga kawasan pabrik kaca yang tertutup di Hongnam. Choon Byung yakin persembunyian Fujiyama di sana. 


Hong Soo mempertanyakan berapa lama perjalanan ke sana. Rekannya mengatakan ini sudah di jalan bebas hambatan, butuh sekitar 20 menit untuk tiba di gerbang keluar berikutnya. Hong Soo melaporkan setelah tiba di sana, siaga saja jangan gegabah. Ia meminta anak buahnya agar lebih cepat. 

Kwon Joo mempertanyakan apa maksudmu, jadi Wire Shun adalah kakak Miho. Seo Yool membenarkan, dia kakak dari gadis yang dibunuh oleh ayah Kang Woo. Cho Rong pikir menyelidiki Fujiyama Koichi lebih lanjut bisa membantu investigasi. Setelah kematian adiknya, ayah mereka yang seorang pengacara tewas dalam kecelakaan. Ibu mereka bunuh diri. Ia merasa dia menjalankan Dark Web itu akibat trauma. Kwon Joo berpikir itukah alasan dia terobsesi pada Kang Woo. Ia menatap Seo Yool, sepertinya ada yang disembunyikan. Kwon Joo mempertanyakan ada yang kamu tutupi, masih ada lagi bukan. Seo Yool memberikan berkas dan mengatakan ini keterangan Fujiyama saat berumur 10 tahun. Dia menulis, “aku tahu siapa pelaku sesungguhnya. Pelakunya bukan Matsuda Futoshi, tapi Matsuda Kousuke.” Kwon Joo mengatakan dia masih kecil, mungkin ingatannya samar akibat trauma. 


Seo Yool mengatakan mulanya ia juga menyangkalnya. Namun dibaliknya ada petisi yang dia kirimkan saat berumur 20 tahun. Dia melampirkan surat keterangan medis. Dia memperolehnya dari rs langganan Kang Woo. Namun ia belum menverifikasinya. Terlihat dalam berkas itu tertulis, “Gangguan kepribadian antisosial.” Kwon Joo merasakan sakit di telinganya. Seo Yool mempertanyakan apa Anda baik-baik saja. Kwon Joo mengiyakan, aku harus bicara langsung dengannya. Ini belum pasti jadi mari rahasiakan ini. 

Setelah Seo Yool pergi ia memikirkan kejadian di Jepang dan perkataan Je Soo saat ia dan Kang Woo menemui Je Soo di penjara. Kwon Joo menelepon Hong Soo dan mempertanyakan kamu tahu bukan dia bukan sekedar kehilangan kesadaran tapi gejala psikopat. Hong Soo mengatakan nanti saja, setelah menangkap penjahat ini. Kwon Joo mengatakan ia akan menyusul. Pelakunya Fujiyama, kakak dari Miho yang dahulu dibunuh. Akhirnya jelas alasan pelaku menyelidiki Kang Woo. Dia juga menuduh Kang Woo sebagai pembunuh adiknya. Ia harus bicara langsung dengannya, ia mempercayainya sama sepertimu. Jika ini benar dan dirahasiakan dariku, dia bukan detektif atau komandan.

Choon Byung melaporkan kalau kami sedang menuju kawasan pabrik kaca di Hongnam. Lima menit lagi sampai. Anak buah Hong Soo melaporkan kami memutar balik setelah keluar dari jalan bebas hambatan. Kami akan tiba 12 menit lagi. 

Kwon Joo mengatakan kepada Hong Soo kalau jaraknya hanya 3km dari kepolisian Poongsan. Ia akan tiba lebih awal. 

Kang Woo dan lainnya sampai. Joong Ki melaporkan nomor polisinya sama. Kang Woo mengatakan mari berpencar. Gwang Soo dan Joong Ki melihat Kwon Joo, mereka mempertanyakan kenapa Kwon Joo kemari. Kwon Joo mempertanyakan di mana Kang Woo. Gwang Soo mengatakan dia menuju kompleks C. Kwon Joo segera bergegas.

Kang Woo menyisir tempat itu, terlihat sepintas seseorang memakai jubah hitam. Hong Soo dan anak buahnya juga sampai di lokasi. Kang Woo terus menyisir tempat itu, begitu juga Kwon Joo. Kang Woo melepas radionya. Terdengar suara rekaman. Ia terus menyisir tempat itu. 


Di tempat lain Joong Ki dan Gwang Soo menyisir tempat itu. Kwon Joo menemukan radio milik Kang Woo. Ia lalu naik ke atas. Joong Ki dan Gwang Soo menemukan seseorang tergantung. Kang Woo mengatakan jangan omong kosong, keluarlah. Cepat perlihatkan dirimu. Joong Ki dan Gwang Soo melihat dari dekat, pria yang tergatung adalah Fujiyama. 


Kwon Joo mendengar suara, ia menemukan mainan yang sama saat ledakan waktu itu. ia lalu terjatuh. Kang Woo yang mendengar suara itu lalu mengeceknya, dan ternyata Kang Woo. Ia melihat darah Kwon Joo yang mengucur sampai dekat telinga. Terdengar suara, “Jika dia tahu kamu membunuh Miho, dia akan dirundung kebencian dan rasa muak dan menjadi musuhmu.”Kang Woo melepaskan Kwon Joo, ia sepertinya kehilangan kendali. “Kubiarkan Kwon Joo hidup untuk memberimu kesempatan. Inilah kesempatanmu.” Kwon Joo menghampiri Kang Woo dan mengatakan kamu tidak apa-apa. Tiba-tiba Kwon Joo dicekik oleh Kang Woo. Kwon Joo sepertinya melihat ada pria yang mengawasi mereka dari atas. 

Komentar:

Aa makin penasaran siapa sebenernya psikopat di season ini......

Sinopsis Voice 3 Episode 8-1



Kang Woo mencoba mengejar pria berambut pirang. Ia mempertanyakan kepada seorang pria kemana perginya pria bertudung tadi. Pria itu mengatakan ia tidak tahu. Ia dilarang ke dekat sana karena ada tamu VVIP. Kang Woo melepaskan pria itu. 


Seo Yool mengatakan namanya Fujiyama Koichi. Kupu-kupu baru-baru ini mengakses Doctor Fabre. Kami memasang perangkat perusak untuk melacaknya, lalu menemukan data orang bernama Fujiyama Koichi. Dia sudah menjadi buron negara dan dianggap penjahat kelas kakap. Ia berusaha mengajukan izin akses ke data kriminal Jepang. Namun datanya tidak bisa diakses dan dikunci sejak 18 Juni. Tepat saat Je Soo ditangkap. Bahkan digolongkan tingkat keamanan tinggi. Hanya koisaris senior yang boleh mengakses. Ia selidiki pangakalan data mereka lebih jauh dan ada catatan dia memotong lengan dengan kawat untuk mengancam kreditur mantan anggota Geng Kudokai. Mungkin dia orang yang sama dengan Wire Shun dari Auction Fabre. Seperti kata Kang Woo, ia merasa ada yang membantunya di Kepolisian Jepang. 

-Episode 8, Pendorong ke Kegelapan-

“Saat iblis tidak sempat mengunjungi manusia, dia mengirim alkohol. <Talmud>”

Fujiyama Koichi berpapasan dengan Gwang Soo. Gwang Soo memeriksanya, namun Fujiyama mencekiknya. Kang Woo melihatnya, Fujiyama kabur. Kang Woo mempertanyakan kepada Gwang Soo apa baik-baik saja. Gwang Soo menunjuk memberi tanda agar mengejar Fujiyama. Kang Woo mengejar Fujiyama. Kwon Joo memanggil Kang Woo namun tidak ada jawaban. 

Kang Woo melaporkan kalau Wire Shun menggunakan akun kupu-kupu. Pengoperasian situs ilegal, konspirasi untuk membunuh dan kepemilikan senjata adalah dakwaan terhadapnya. Dia dicari kepolisian Jepang selama tiga tahun sebagai bos menengah Geng Kudokai. Namanya Fujiyama Koichi. Dia pernah membunuh dengan kawat. Setelah Je Soo ditangkap 18 Juni tahun lalu, datanya dikunci. Mungkin dia dilindungi Kepolisian Jepang. Joong Ki meminta Choon Byung mengurus ini. ia segera pergi. 


Tiba-tiba Jin Sik minta izin ke kamar kecil. Choon Byung mengantar Jin Sik ke kamar kecil. Ia membuka borgol Jin Sik dan menunggunya di luar. Setelah Choon Byung pergi, Jin Sik mendapat telepon dari ayahnya. Ayahnya mempertanyakan kamu sedang teler. Jin Sik mengatakan bukan begitu. Ayah Jin Sik mengatakan pikirmu kamu bisa membohongiku, jujurlah. Ia sedang menjauhi perhatian untuk menghindari masalah mangkir pajak. Sudah ia ingatkan, jangan menarik perhatian. Bisa-bisanya kamu bertindak bodoh secepat ini. Jin Sik mengatakan kalau ini benar-benar bukan salahku. Ia tidak berbuat apa pun. Kakek gila itu yang mencari gara-gara. Lalu dia berani memberiku nasihat yang tidak berguna. Ayah Jin Sik mengatakan mulai hari ini semua kartu kreditmu ditutup. Lalu barusan ia mengutus beberapa orang. Setelah kamu bebas, tinggallah di desa. 


Jin Sik mengeluarkan serbuk putih di tangannya. Ia lalu keluar dari toilet dan mencuci tangannya. Tiba-tiba ia merasa sesak dan terjatuh. 


Di kantor Cho Rong berkomentar Yakuza, pornografi dan penjualan potongan tubuh. Ini bencana kemanusian. Bagaimana bisa ada yang menjadi psikopat. 


Eun Soo mengatakan kepada Kwon Joo  kalau Komisaris Yoo memanggil Anda. Di parkiran Fujiyama menantang Kang Woo dengan mengendari mobilnya, Kang Woo menembak mobil itu. Mobil itu berhasil kabur. Kang Woo yang akan mengejar dihalangi Jaksa yang datang. Jaksa tersebut bernama Park Dong Jin. Dong Jin mengatakan kamu menembaki mobil melaju tanpa peringatan. Kang Woo mengatakan kalau dia pelaku yang kami cari. Dong Jin meminta Kang Woo tenang. Kamu tidak sadar alasan kami buru-buru kemari. Ia mendengar kamu cerdas. 


Joong Ki dan Gwang Soo datang menghampiri mereka. Joong Ki mempertanyakan ada apa ini. Dong Jin mengatakan ada laporan mengenai polisi yang mengasari tersangka di kelab. Itu sudah patut diberi sanksi. Bisa-bisanya polisi menembak sembarangan. Joong Ki mengatakan itu pasti diperlukan dinilai dari situasinya. Kami mempertaruhkan nyawa kami. Jangan bicara sembarangan jika tidak tahu. Dong Jin mengatakan kenapa, kamu bersalah. 


Komisaris Yoo mengatakan semarah apa pun dia, seharusnya jangan gunakan kekerasan. Jin Sik mungkin hilang kendali, tapi dia pewaris Grup Sungjung. Bukankah kamu tahu betapa rumitnya ini jika tim hukum mereka sampai ikut campur. Kwon Joo mengatakan dia teler dan menyebabkan banyak masalah. Tanpa pertolongan kami, korban pasti mati. Berdasarkan transmisi radio, situasinya menunjukkan dia berlebihan. Kami curiga Wire Shun juga berada di kelab. Komisaris mengatakan pikirmu ia tidak tahu, kita ini polisi. Jika mau menangkap kriminal, jangan sampai ada kesalahan. Jika tidak, mereka akan memakai celah itu untuk kabur lagi seperti saat ini. Kurasa mereka sudah mengutus para jaksa. Pastikan semua bukti kejahatan dia didapatkan. Bukti penggunaan narkobanya jelas bukan. Akan ia usahakan mendapatkan surat perintahnya. Sebagai pimpinan kamu harus tahu cara menjaga batas timmu. 

Kwon Joo kembali ke pusat panggilan. Ia meminta tim lapangan mohon kembali. Tim hukum Grup Sungjung melaporkan kita. Mereka mengklaim penyalahgunaan wewenang terhadap Jin Sik. Ia mengatakan kepada Kang Woo kita harus tenang sejenak. Jika kita bertindak secara emosional, bisa kacau. Pertama beri tahu nomor polisi Wire Shun. Akan ia lacak bersama Hong Soo. Tolong urus kasus Jin Sik lebih dahulu. 

Kang Woo meninggalkan para jaksa itu. Ia memberi tahu nomor polisi Wire Shun. Kwon Joo meminta Seo Yool mencari truk pikap dengan nomor polisi yang disebutkan Kang Woo tadi. Ia meminta Eun Soo terus membantu tim lapangan untuk mengakhiri kasus Jin Sik. Seo Yool mengatakan hasil penelusuran truk itu disewa oleh Kang Min Ju. Dari laporan orang hilang beberapa bulan lalu, mungkin identitasnya dicuri. Truk itu tengah melalui Rute 67 dan menuju pinggiran Poongsan. Setelah mencapai jalan lingkar, akan sulit melacaknya. Kwon Joo mempertanyakan di mana Hong Soo. Seo Yool mengatakan memburu Kumbang Penggali bersama Tim Jatanras. 


Hong Soo mengatakan kepada seorang pria kalau namanya Ko Soo Yong. Mungkin dia memakai nama samaran dan menyamar. Pria itu mengatakan jika dilihat dia cukup familier. Kwon Joo mengatakan kepada Hong Soo kalau ini pusat panggilan. Kami yakin telah mengidentifikasi Wire Shun, pembunuh Kwak Dok Ki dan Bang Je Soo serta pemilik Auction Fabre sebenarnya. Namanya Fujiyama Koichi. Dia tadi ada di kelab Blackhole, kabur setelah dikejar Kang Woo. Namun Kang Woo kehilangan jejaknya karena perkara yang dia timbulkan saat mengejar tersangka yang mengamuk di jalan. Kamu harus melacak tersangka sendiri. Sudah ia kirimkan nomor polisi mobil tersangka. Hong Soo mengerti. Ia mengatakan kepada anak buahnya Rute 67 mengarah ke pinggiran Poingsan, mari bergegas. Mereka segera bergegas pergi. 


Choon Byung meminta agar petugas tetap waspada. Ia berkomentar kenapa bedebah itu lama sekali. Hong Soo menelepon Choon Byung. Ia mengatakan kalau Kwon Joo barusan mengabari. Ia meminta agar memastikan Kang Woo tidak berkelahi dengan para jaksa. Kamu tahu sikapnya jika situasinya memburuk. Ia mempertanyakan di sana tidak ada yang terluka bukan, ada yang telinganya terluka. Choon Byung mengatakan tidak, Jin Sik memang jatuh saat membuat keributan namun dia tidak terluka. Karena berisik Choon Byung pergi.


Petugas mendengar keributan, ia memeriksanya. Tiba-tiba seorang wanita keluar dari ruangan itu. Di toilet Jin Sik kesakitan ia meminta pertolongan, namun pria itu malah mengambil tisu dan memasukkannya mulut Jin Sik. Pria memakai topi itu menyeret Jin Sik. 

Choon Byung kembali dan bergumam kenapa Hong Soo begitu memikirkan Kang Woo. Ia mempertanyakan kemana petugas itu pergi. Petugas keluar dari ruangan, Choon Byung mempertanyakan sedang apa kamu. Petugas minta maaf karena tadi ia melerai pertengkaran. Choon Byung mengatakan yang benar saja, tugasmu menjaga toilet. Choon Byung memeriksa dan toilet dikunci. Ia mendobrak pintu dan Jin Sik sudah tidak ada. Ia menemukan serbuk putih dan mengatakan bedebah itu teler lagi. 

Choon Byung melaporkan kalau Jin Sik hilang dari toilet. Di duga dia melarikan diri. Kang Woo dan lainnya memeriksa TKP. Choon Byung mengatakan kalau ia menemukan bungkusan narkoba ini. Joong Ki mengatakan bedebah ini tidak bisa menahannya dan teler lagi. Kang Woo memeriksa sekeliling, ia menemukan bubuk yang berceceran dan tempat sampah juga berantakan. Kang Woo mengatakan dia tidak kabur, tapi diculik. Ia yakin penculiknya membungkam mulutnya dan menyerangnya saat dia lemah akibat narkoba. Mungkin penculiknya dendam terhadapnya. 

Kang Woo melaporkan kepada Kwon Joo kalau ia yakin Jin Sik diculik di toilet. Ia meminta menyelidiki semua rekaman CCTV untuk mencari keberadaannya, hubungi divisi patroli. Kwon Joo membunyikan alarm dan mengatakan situasi Kode Satu. Kami yakin tersangka mengamuk di jalan Jin Sik diculik di toilet basemen. Tim Golden Time menyisir kelab, tapi mereka kekurangan tenaga. Tolong kirim pasukan penyerbu dan petugas patroli di sekitar kelab dan perketat pemeriksaan keamanan di sekitarnya. Ia meminta Eun Soo menyelidiki orang yang keluar kelab setelah insiden. Mereka memeriksa CCTV namun tidak terlihat di mana pun. Eun Soo menambahkan selain itu di pintu masuk VIP hanya satu dan tidak ada yang keluar setelah Tim Lapangan datang. 


Choon Byung mengatakan ia sudah menanyai orang-orang, namun tidak ada yang masuk atau keluar toilet dalam waktu tiga menit itu. Dia menghilang tanpa jejak. Kang Woo memikirkan tidak mungkin tidak ada saksi mata dalam waktu sesingkat itu. Seorang wanita terlihat gelisah. Kang Woo mempertanyakan siapa wanita itu. Choon Byung mengatakan tadi ada pertengkaran di dalam. Saat ia menginterogasi mereka, mereka mengaku tidak menyaksikan apa pun. Ia juga sudah mencatat data pribadi mereka. Kang Woo meminta Kwon Joo mengidentifikasi seorang wanita, namanya Choi Yu Ri, ia juga mengatakan nomor identitasnya. Kwon Joo meminta Eun Soo menyelidiki Choi Yu Ri.

Eun Soo mengatakan ia menemukannya, tapi ada informasi aneh. Jin Sik melaporkan dia sebagai penguntit lalu mencabut laporannya. Katanya mereka berpacaran selama sebulan namun Yu Ri sangat posesif. Dari foto mobil Jin Sik yang Yu Ri rusak dan kirimkan, kasus ini tampaknya serius. 

Kang Woo dan lainnya menghampiri Yu Ri. Joong Ki mempertanyakan kamu mengenal Jin Sik, dia sudah diculik. Kami sudah tahu mengenai Anda yang menguntit dan merusak mobilnya. Ada petunjuk yang Anda tahu. Yu Ri mengatakan menguntit, ia tidak tahu. Aku boleh pulang bukan. Ketika akan pergi, Choon Byung mengatakan ini belum selesai. Kang Woo mengatakan dalam waktu tiga menit ada pria dewasa menghilang tanpa jejak. Benarkah kamu tidak tahu apa pun. Kang Woo merebut minuman yang dibawa, ia lalu menciumnya. Ia berkomentar kamu akan mencekokinya dengan itu. Yu Ri mengatakan bukan aku, tahukah kalian ulah bedebah itu padaku setelah mencekokiku obat. Jika tahu kalian tidak akan mencurigaiku. Ia mengakui kalau ia kesini setelah tahu dia akan kemari. Ia bertekad akan menyakitinya. Memang benar ia mendekatinya saat polisi tidak berjaga. Namun sudah tidak ada orang di toilet. Sepertinya dia dipukuli. Ia mendengar tubuhnya juga diseret. Entah apa yang terjadi di dalam, tapi lebih baik dia mati saja. Penjahat pun takut kepadanya.

Kang Woo dan lainnya kembali memeriksa di dalam toilet, mereka menemukan tempat tersembunyi untuk keluar. Mereka menemukan polimer, zat yang ada di kantong es. Ternyata tempat itu menuju tempat parkir. 

Petugas mengatakan kepada Kwon Joo kalau ini video 10 menit sebelum insiden, ada yang mencurigakan. Eun Soo mengatakan itu zona VIP, sepertinya manusia dewasa bisa muat dalam kotak itu. Eun Soo mengatakan kalau ia menemukan tersangka utama. Namun ia ragu dia bisa berada di TKP tadi. Kim Doo Seok kini cacat, Min Ji Woo pernah mengalami kecelakaan mobil. Mereka tinggal di AS dan Pulau Jeju. Terbukti dari alat pelacak lokasi. Saat ia memeriksa laporan Jin Sik terhadap Yu Ri, ia menemukan informasi lain. Konon Jin Sik merasa dibuntuti. 

Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau menurut rekaman CCTV dia berusia 50-an akhir atau awal 60-an. Dia berseragam kurir buah, namun mungkin hanya penyamaran. Ia merasa dia membawa kantong es karena wanita itu mengira dia orang yang biasanya memberikannya kepadanya. Eun Soo mengatakan ada yang janggal, ia tidak melihat truk kurir keluar dari tempat parkir. Tiba-tiba Eun Soo mengatakan kalau mobil Jin Sik keluar dari tempat parkir 10 menit lalu. Pengemudinya tidak terlihat, tetapi cara mengemudinya buruk. Petugas mengatakan mobil Jin Sik menuju Bundaran Poongsan tiga menit lalu. 

Kwon Joo melaporkan kalau mobil Jin Sik menuju Bundaran Poongsan, tolong lacak mobilnya. Joong Ki berkomentar jika dia naik mobil korban, pasti kejahatan terencana. Apa lagi yang ia incar, uang. Kang Woo mengatakan tidak, ada yang berbeda dari kejahatan lain yang tujuannya uang. Kasus ini berbeda. Petugas mengatakan kepada Kwon Joo kalau mobil Jin Sik masuk ke rs Poongsan. Kwon Joo meminta Eun Soo mencari tahu orang yang hubungannya buruk dengannya.

Monday, 10 June 2019

Sinopsis Voice 3 Episode 7-2



Di kantor atasan Hong Soo mempertanyakan kamu ingin meminta bantuan tambahan dari markas besar. Hong Soo mengatakan seperti kata Kang Woo, pembunuh sebenarnya berusaha menutupi kejahatannya dengan membunuh anggota Fabre secara cermat dan hati-hati. Dok Ki tewas, kematiannya diatur seperti bunuh diri. Lalu sebelum polisi tahu pelaku tahu Je Soo akan melarikan diri, nampaknya dia mendorong Je Soo ke jurang. Lalu Kumbang Penggali yang menghilang diduga juga dibunuh. Dari rekam jejak kekejamannya, bisa jadi hal lebih buruk jika dia tidak segera dibekuk.

Komisaris Yoo mengatakan menurut Hong Soo, Kang Woo juga nampaknya butuh istirahat. Atasan Hong Soo mengatakan ia mendengar kelompok ini menjual potongan tubuh polisi kita. Katanya juga ada kelompok pelindungnya di Jepang. Namun berdasarkan data ini, buktinya masih kurang. Identitas tersangka juga belum ada. Karena insiden terbaru yang melibatkan Menteri Park, markas besar kekurangan tenaga. Hanya ada satu polisi untuk 500 orang. Mengerahkan semua sumber daya untuk satu kasus, akan sulit. Namun jika ada identitas tersangka, markas besar bisa membantu sebisa mungkin. Menyelidikinya pasti sulit, tapi tolong berusahalah. 

Di telepon Seo Yool mempertanyakan bicara apa kamu, kenapa tidak ditemukan. Bagaimana bisa perangkat perusak buatan tidak mempan. Kamu yakin sudah benar. Rekan perempuan yang membantunya mengatakan kalau telinganya sakit. RSC yang dipakai pemerintah pun tidak mempan, mau bagaimana lagi. Seo Yool mengatakan RSC, kenapa metode kalian masih kuno begitu. Ia sudah mengajari Zero Day Attack. 


Seorang pria menghampiri Seo Yool dan mengataka Zero Day Attack. Ia kira kamu hanya pemula, ternyata hebat juga. Seo Yool menutup telepon. Pria itu mengatakan salam kenal, kamu pasti Seo Yool. Tiba-tiba Eun Soo memanggil pria itu. Ternyata pria itu bernama Cho Rong. Eun Soo mengatakan kamu belum berubah, mereka bersalaman. Cho Rong mengatakan sudah lama tidak bertemu, di hadapanku ada kolega elite yang cantik dari kepolisian bandara. Mereka berpelukan, Seo Yool sepertinya cemburu. Eun Soo mengatakan dia kolegaku yang ia ceritakan kemarin. perwira Han Cho Rong, agen siber dari Polsek Seoul. 


Kwon Joo mengatakan mereka anggota Tim Investigasi Siber. Lalu ia mengatakan kalau ini konsultan kita, Perwira Han Cho Rong. Dia adalah agen dari Polsek Seoul dan dia mahasiswa Universitas Rivertree di Inggris. Dia akan membantu kita dengan izin markas besar. Kwon Joo mendapat kabar ada Kode Satu, pelapor Jung Da Hye. Dia diserang mantan suami yang dilarang hakim mendekatinya. Mantan suaminya mendobrak pintu depan rumah pelapor. Kwon Joo mengatakan kalau ia akan segera ke sana. 

Kwon Joo mengatakan dengan pusat panggilan, ada kasus Kode Satu. Ia mempertanyakan apa Kang Woo bersama Tim lapangan. Joong Ki mengatakan dia ada urusan, kami diminta mengabarinya jika ada kasus. 


Kang Woo menemui seorang pria. Pria itu mempertanyakan kenapa kamu melakukan ini kepadaku. Ia sudah susah payah memperoleh pekerjaan ini. Ia bisa dipecat lagi jika terlihat bersama detektif. Ia benar-benar sudah berhenti konsumsi narkoba. Kang Woo mencium bau tangannya dan menjambaknya. Ia berkomentar kalau kebiasaan lama sulit diubah, mau rambutmu diuji lagi. Pria itu mengatakan kenapa kamu selalu mengusikku. Ia mengatakan kalau itu narkoba jenis cair yang berbau pinus, namanya lilin pelangi. Lebih kuat dari ganja, namun tidak seberbahaya sabu-sabu. Itu barang baru yang poluler. Itu lilin ilegal yang digilai para pemuda kaya. Orang-orang tidak sadar itu narkoba. Kelab populer zaman sekarang memesannya untuk menarik wanita. Namun narkoba ini membuat orang-orang berjingkrak seperti anjing liar di ujung pelangi. Kang Woo mempertanyakan di mana mayoritas penggunanya. Pria itu mengatakan di Blackhole, Red Moon atau Fantasia. Kang Woo memukul kepala pria itu dan mengatakan akan ia habisi kamu jika bermadat lagi. Pria itu mengatakan baiklah. Kang Woo mendapat laporan dari Joong Ki kalau kami ditugaskan mengurus Kode Satu. Kang Woo mengatakan kalau ia akan segera ke sana. 


Cho Rong mempertanyakan di server Auction Fabre juga tidak ada jejak. Seo Yool membenarkan, begitulah perkembangannya. Kami menemukan server cadangan yang tidak aktif, tapi itu juga tidak berguna. Cho Rong mengatakan percuma saja jika di server cadangan pun tidak ada petunjuk. Seo Yool mengatakan soal server Doctor Fabre sebenarnya ia bilang servernya ditutup saat melapor ke petinggi, nyatanya ia membukanya. Mana mungkin mereka tahu, para petinggi tidak berani mencari Dark Web yang aksesnya rumit. Mungkin saja administratornya mencoba log masuk lagi. Jadi ia memasang perangkat pengintai untuk mendata alamat IP secara otomatis. Cho Rong mengatakan pemantauan waktu nyata terakhir tiga hari lalu. Seo Yool mengatakan apa, ia tidak memantaunya karena tidak ada yang log masuk. Cho Rong mengatakan ini mencurigakan. Seo Yool mengatakan kalau alamat IP kupu-kupu sudah terlacak. Ternyata dia ada di Jepang bukan AS. Kupu-kupu juga memasang malware untuk mendapatkan alamat IP Kumbang Penggali. Cho Rong mempertanyakan siapa nama yang melacak alamat IP itu. Seo Yool mengatakan namanya Fujiyama Koichi. Cho Rong mengatakan baiklah bisa ia telusuri di pangkalan data kepolisian Jepang. Namun ketika mencari Cho Rong merasa ada yang aneh.

Eun Soo mempertanyakan Anda ingin menarik laporan. Eun Soo melaporkan kepada Kwon Joo ada telepon lagi dari pelapor di Hongyi-ro. Dia menarik laporannya karena dilakukan saat marah. Katanya mantan suaminya sering menggodanya. Setelah ia periksa, suaminya tidak pernah diberi larangan mendekatinya. Kwon Joo mengatakan kalau suaranya memang terdengar tenang tadi.
Cho Rong mengatakan dia penjahat kelas kakap buronan negara, kenapa ini dikunci sejak 10 bulan lalu. Yang berhak mengakses hanya polisi berpangkat di atas kolonel. Tepatnya dikunci sejak 18 Juni 2018. Seo Yool mengatakan hari itu Je Soo ditahan. Cho Rong mengatakan Je Soo, si pengunggah itu. 

Mereka sampai di TKP. Kwon Joo melaporkan kepada mereka kalau pelapor menelepon ingin menarik laporan. Dia menjadi emosional saat proses perceraiannya. Pasti masalahnya sudah selesai. Soal larangan mendekat itu juga bohong. Namun kalian tetap harus menemuinya. Pastikan dia tidak dipaksa, lalu kembali. 


Mereka menemui mantan pasangan itu. Choon Byung mengatakan menurut prosedur, kami tetap perlu memeriksa. Ia mempertanyakan apa ada situasi berbahaya. Da Hye mengatakan tidak ada apa-apa. Tadi mantan suaminya kejam, katanya dia akan memelihara anjing kami lalu ia bereaksi berlebihan. Joong Ki mengatakan jadi karena anjing. Choon Byung mengatakan syukurlah mereka baik-baik saja. 

Kang Woo datang dan menghampiri mereka. Ia mempertanyakan apa yang terjadi. Joong Ki mengatakan mereka hanya bertengkar memperebutkan anjing. Omong-omong bisakah Anda tidak bereaksi sendiri. Gara-gara kamu, ia mudah takut. Ia mempertanyakan bukankah kita harus mencari Kumbang Penggali. Ia mendengar dia masih buron. Kang Woo mengatakan ia merasa Wire Shun adalah pecandu. Sudah ia selidiki, narkobanya jenis baru. Tidak heran mana ada yang menjual potongan tubuh saat waras. Joong Ki mengatakan jika semua pecandu kita bekuk, kita bisa mengetahui lokasinya. Ia menambahkan Tim Investigasi Siber sedang membantu Seo Yool. Kita pasti bisa meringkus mereka. 

“Sepuluh menit sebelum insiden Sopir mengamuk di jalan di Dongmacheon”

Seorang pria dan rekannya berada di dalam mobil. Pria itu bersenang-senang, namun rekannya meminta pelan-pelan. Pria itu mengatakan bisa-bisanya kamu takut dengan kecepatan ini. Kita tidak akan mati. 

Di tempat lain dua orang pria keluar dai restaurant. Pria itu sepertinya mabuk. Ia mempertanyakan tidak minum lagi. Rekannya mengatakan kalau ia harus pulang. Rekannya akan memanggilkan sopir pengganti, namun pria itu menolak. Pria itu mengatakan kalau ia tidak mabuk. 


Pria mabuk itu menghampiri mobilnya. Tiba-tiba mobil pria muda itu menabrak pria mabuk. Pria muda itu menyerang pria mabuk itu. Seorang kakek datang dan menghampiri mereka. Kakek itu meminta agar mereka membicarakan masalah baik-baik. Pria muda itu meminta agar kakek itu pergi. Nenek keluar dari mobil dan mengatakan ayo pergi. Kakek mengatakan anak muda, apa pun masalahnya pemecahannya bukan kekerasan. Apa gunanya mengendarai mobil mahal jika hatimu miskin. Kakek itu lalu pergi. Pria muda itu mengatakan beraninya kakek itu memelototiku. Rekannya keluar dari mobil dan meminta pria muda itu tenang. Pria muda itu mengatakan kalau kakek itu cari mati ya. Ia masuk ke dalam mobil. 

Pria mabuk itu melaporkan kalau ia ada di pusat rumah makan di Dongma-dong. Ada psikopat menghajarku hingga babak belur. Lalu ada nenek, maksudnya kakek. Eun Soo mengatakan sepertinya Anda mabuk. Pria mabuk mengatakan itu tidak penting, yang penting orang gila itu pergi untuk menyerang kakek itu. 

Eun Soo melaporkan kepada Kwon Joo ada mobil yang mengejar pasangan lansia karena marah. Karena ucapan saksi tidak koheren, mungkin dia mabuk. Kwon Joo mempertanyakan kepada pria mabuk itu agar tenang dan menjelaskan lagi. Pria mabuk itu meminta cepat memanggil polisi dan tangkap dia. Dia mau menyakiti seseorang. Dia seperti mabuk atau teler. Kwon Joo meminta agar menyelidiki pusat rumah makan di Dongma-dong. 

Eun Soo mengatakan ada mobil ugal-ugalan di jalan lalu lintas belakang pusat rumah makan. Pengemudinya Oh Jin Sik. Dia putra pimpinan Oh Pil Soo dari Grup Sungjung. Baru-baru ini dia diberitakan menyerang seorang pengemudi. Tahun 2012,2013 dan 2016 dia didenda karena mabuk saat berkendara dan menjalani masa percobaan. Dia juga sulit mengendalikan emosinya. Korbannya Im Chan Ik, dia guru SD yang pensiun tahun 2017. Song Sook Ja istrinya juga semobil dengannya.
Di mobil Sook Ja melihat foto bayi di ponselnya. Ia mengatakan kepada suaminya kalau dia mirip ibunya. Suaminya tersenyum senang dan mengangguk. Jin Sik mengejar mobil Chan Ik. Istrinya mengatakan itu mobil yang tadi bukan, dia mengikuti kita. 

Kwon Joo membunyikan alarm dan mengatakan situasi Kode Satu. Pelapor adalah Seung Chul. Dia diserang oleh tersangka. Tersangka kini berkendara sambil mengamuk di belakang mobil pasangan lansia yang melerainya. Sopir ugal-ugalan itu Oh Jin Sik, kami yakin dia mabuk. Tim Lapangan dan divisi patroli Dongma-dong tolong kirimkan mobil patroli. Ia akan mengirimkan videonya. 


Di mobil Kang Woo dan lainnya melihat video itu. Joong Ki mengatakan dia benar-benar gila. Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau dia putra pimpinan Oh Pil Soo dari Grup Sungjung. Dia pengemudi mabuk kambuhan dan sulit mengendalikan emosi. Ini situasi berbahaya, mohon berhati-hati. Mereka segera bergegas.


Mobil Jin Sik mendekat dan menyelip mobil kakek itu. Tiba-tiba kakek merasakan sakit di dadanya, membuat mobil mereka berhenti. Jin Sik memukuli dan merusak mobil kakek itu. Rekannya mengatakan ada polisi, mereka segera pergi. 

Kang Woo dan laiinya sampai. Kang Woo membuka pintu mobil. Nenek mengatakan kalau suaminya mengidap penyakit jantung. Mereka mengeluarkan kakek dari dalam mobil. Kang Woo melaporkan kalau korban terkena serangan jantung dan tidak bernapas. Kwon Joo mempertanyakan di mana ambulance. Petugas mengatakan dalam perjalanan, kami akan sampai tiga menit lagi. Kwon Joo mengatakan kalau mereka akan sampai tiga menit lagi. Kang Woo mempertanyakan kepada Joong Ki apa ada defibrilator di mobil kita. Joong Ki mengatakan tidak ada. 

Nenek mengatakan agar suaminya membuka matanya, kita harus menemui cucu kita. Kang Woo melakukan CPR. Joong Ki mengatakan kami akan menyelamatkannya, jangan khawatir. Akahirnya petugas mengambil alih. Mereka melakukan CPR, petugas mengatakan kalau dia bernapas lagi. Kang Woo melaporkan kalau korban kembali bernapas. 

Gwang Soo memanggil Kang Woo dan meminta mengecek ini. Kang Woo melaporkan kalau Jin Sik merusak mobil korban hingga memicu serangan jantungnya. Kwon Joo mengatakan kalau Jin Sik berkuliah di AS, dia didakwa atas penyalahgunaan narkoba. Namun saksi mencabut keterangannya dan dia bebas. Eun Soo mengatakan menurut pelapor Jin Sik tidak bau alkohol namun tampak linglung. Kulit di bawah hidungnya seperti meradang. Joong Ki mengatakan bedebah itu pecandu narkoba. Sebaiknya dia dihajar habis-habisan. Kang Woo meminta agar melacak keberadaannya sekarang juga.

Petugas mengatakan kepada Kwon Joo dia putar balik dari jalan lintas dan kini ada di pusat kota. Petugas lain mengatakan dia memarkir mobilnya di depan kelab Blackhole. Eun Soo mengatakan dia menulis di SNS akan menggelar pesta sampanye mewah di Blackhole. Kwon Joo melaporkan kalau Jin Sik saat ini berada di kelab Blackhole. Kang Woo mengatakan kami akan ke sana. 


Jin Sik sampai di kelab, ia bersenang-senang di sana. Terlihat ada lilin, sepertinya itu jenis narkoba baru. Kang Woo dan lainya sampai. Petugas kelab menelepon dan melaporkan ada Tim Golden Time.


Di kantor Seo Yool mempertanyakan bagaimana jika kamu meninta bantuan interpol. Cho Rong mengatakan bisa-bisanya menyarankan itu setelah tahu situasinya. Bagaimana jika dia orang yang dilindungi petinggi. Seo Yool mengatakan bagaimana jika memakai dekoderku. Karena ini tidak akan memicu masalah internasional, kita akan mengakses lewat Dark Web. Cho Rong mempertanyakan kamu akan terus mencoba hingga berhasil meretas. Seo Yool membenarkan, ia akan mengaturnya. Cho Rong mengatakan makin lama ia makin kagum. 


Terlihat pria rambut pirang berjubah hitam datang ke kelab itu. Kang Woo dan lainnya menyisir kelab itu. Akhirnya mereka menemukan Jin Sik, Jin Sik naik ke atas meja. Joong Ki mengatakan gara-gara kamu kakek itu terkena serangan jantung. Jin Sik mengatakan jika kesal suruh dia mengajukan ganti rugi. Choon Byung meminta Jin Sik turun. Jin Sik mengambil minuman, setelah meminumnya ia meleparkan botol itu dan kabur. Namun Jin Sik berhasil dilumpuhkan Kang Woo. 

Kwon Joo mendapat telepon dari komisaris Yoo. Komisaris Yoo mengatakan ia mendengar ada penyalahgunaan wewenang di sana. Apa mereka mengasari tersangka. Suruh mereka kembali dan ikuti arahanku. Ia meminta Kwon Joo ke ruangannya.


Kwon Joo mendengar suara pematik api. Ia lalu mengatakan kepada Kang Woo kalau ia mendengar suara yang sama dengan yang ia dengar di hutan. Ia merasa pelakunya di sana. Kang Woo melihat seorang pria memakai jibah hitam, ia mengejarnya. Pria yang tidak diperlihatkan wajahnya membunyikan pematik apinya. Terlihat ada tato di tangannya. 


Seo Yool mengahmpiri Kwon Joo dan mengatakan kalau kami menemukannya. Kami sudah tahu identitas Wire Shun. 

Komentar:

Makin kesini makin kece....