Friday, 17 May 2019

Sinopsis Voice 3 Episode 2-2

Kang Woo dan laiinnya segera menyisir tempat itu lagi. Kwon Joo naik ke atas, ia berusaha mengingat saat di telepon Se Young tadi. Ia menuruni anak tangga, ia sadar kalau ada tujuh tangga dari suaranya. Ia menduga pintu masuknya di sekitar sini. Kang Woo dan Gwang Soo memeriksa sumur. Kang Woo mencium bau zat kimia, ia berpikir ini asam kuat yang dipakai untuk menguraikan protein. Asam itu merembes ke tanah dan mencemari sumur. Pasti dia ada di sekitar sini. 


Kwon Joo mencoba menghubungi Kang Woo, namun ia diseret oleh Suzuki. Kang Woo memanggil Kwon Joo. Mereka segera berlari. Kwon Joo di lempar ke tempat persembunyian Suzuki. Kang Woo menemukan ponsel yang digunakan Kwon Joo. Suzuki mengatakan kepada Kwon Joo luar biasa kamu bisa tahu hingga sejauh ini. Polisi Jepang tidak pernah sedekat ini. Kwon Joo mengatakan kamu gila. Suzuki mempertanyakan bicara apa kamu. Kwon Joo mengatakan kamu harus menyerahkan diri dan minta maaf. Jika kamu masih ingat  saat-saat menjadi ayah dan suami yang normal, ini kesempatan terakhirmu untuk meminta maaf kepada mereka. Suzuki meminta Kwon Joo diam. 

Kang Woo meihat ada pintu tersembunyi terbuka. Suzuki membawa palu dan mengatakan kamu sendiri yang mendekati maut. Kang Woo datang dan mendendang Suzuki. Kang Woo mempertanyakan kepada Kwon Joo apa kamu baik-baik saja. Suzuki kabur, Kang Woo dan Joong Ki mengejarnya. 

Gwang Soo datang menghampiri Kwon Joo. Ia memeriksa Mi Ae, ternyata masih bernapas. Kwon Joo mempertanyakan kepada Se Young kamu bisa bangun. Gwang Soo mengatakan ibu Mari juga msih hidup. Se Young mengatakan ia ingin pulang dan bertemu ibunya. Kwon Joo memeluk Se Young.

Suzuki terus berlari sampai masuk ke dalam hutan, Kang Woo dan Joong Ki terus mengejarnya. Kang Woo mengatakan kepada Joong Ki mari berpencar. Akhirnya Kang Woo berhasil menangkap Suzuki. Ia meukuli Suzuki. Ia mempertanyakan kamu yang mengunggah film sadis itu ke saluran rahasia bukan. Kamu memancing keluarga korban dan merancau tentang keluarga reset. Bahkan memperkosa dan membunuh mereka. Suzuki tertawa, ia mengatakan kamu pasti sudah menonton karyaku. Kang Woo memukuli Suzuki dan mempertanyakan di mana bedebah yang membantumu mengunggahnya. Hanya itu yang perlu ia tahu. 

Suzuki mengatakan entah apa yang ingin kamu tahu, tapi kamu tidak akan mendapatkan informasi dariku. Ia meludahi dan memukul Kang Woo. Ia mengatakan jika ia membuka mulut, kita berdua akan mati. Mereka berkelahi, Suzuki mengatakan kamu pasti juga tahu tentang tombol reset itu. Namun sayang sekali, hari ini kamu akan mati di tanganku. Ia akan memukul Kang Woo dengan batu, Kang Woo berhasil menghindar. 

Kang Woo memukuli Suzuki. Kang Woo mengatakan dasar gila, tombol reset itu tidak nyata. Kepedihan yang kamu rasakan itulah yang nyata. Katakan tentang saluran rahasia itu sekarang juga. Jika tidak, ia akan membuat mulutmu yang tidak berguna itu benar-benar tidak bisa digunakan. Kwon Joo mengejar Kang Woo. 

Kang Woo melempar Suzuki, Suzuki tertawa. Tiba-tiba amarah Kang Woo memuncak. Ia membuka jaketnya dan melingkarkan ke leher Suzuki, ia menyeret Suzuki ke pohon dan mengikatnya. Kang Woo meminta agar Suzuki bicara. Kang Woo terus menekan Suzuki. Suzuki mengatakan Korea, kabarnya orang itu pergi ke Korea. Entah apa, tapi orang itu punya urusan di sana. Ia yakin, ia memohon agar Kang Woo tidak membunuhnya. Kang Woo menutup mulut Suzuki dengan batu, ia mengatakan kamu akan tetap mati. 


Kang Woo akan memukulnya, Joong Ki datang dan mencegahnya. Ia mempertanyakan Anda akan membunuhnya. Ia meminta Kang Woo sadar, Kang Woo seperti akan memukul Joong Ki. Kwon Joo dan lainnya datang melihat mereka. Akhirnya Kang Woo melepaskan Joong Ki. Kang Woo pergi melewati Kwon Joo. Joong Ki melaporkan kalau mereka berhasil menangkap Suzuki. 


Suzuki di bawa ke kantor polisi. Sakarai Ryoji menghampiri media yang sudah menunggu. Ia mengatakan kalau kami akan menyampaikan detailnya saat konferensi pers resmi. Ia meminta agar mereka pergi. 


Se Young di telepon mengatakan kepada ibunya kalau ia baik-baik saja, ibu tidak perlu datang. Mi Ae sudah siuman dan dibawa ke rs. Ia meminta ibunya jangan menangis. Ibu Se Young ternyata bersama Seo Yool. Ibu Se Young mengatakan kamu membuat ibu sedih mana bisa ibu berhenti menangis. Ibu khawatir menunggu kabar darimu. Se Young minta maaf kepada ibunya. Seo Yool mengatakan kalau kita harus berangkat ke bandara sekarang. Ibu Se Young mengatakan sudah ya, ibu akan segera ke sana. Se Young mengatakan baiklah, ia harus masuk ambulance. Ia menutup teleponnya, ia menatap gantungan pemberian ibunya. 


Joong Ki dan Gwang Soo menatap Se Young dari kejauhan. Mereka merasa lega. Joong Ki mengatakan siapa sangka berwisata bisa sangat berbahaya. Ia mempertanyakan di mana Kwon Joo. Gwang Soo mengatakan kurasa dia sedang bicara dengan Kang Woo. Joong Ki mengatakan ia tadi sungguh ketakutan, Kang Woo seperti akan membunuh pelakunya. Dia seperti kerasukan. 


Sakarai Ryoji mempertanyakan kalau pelakunya bertanggung jawab atas hilangnya ibu dan anak di Hokkaido itu. Rekannya mengatakan kami sudah memastikan identitas korban yang selamat. Ternyata dia adalah Kobayashi Yasumi yang hilang setelah berwisata ke Osaka. Putrinya Kobayashi Mari sudah dibunuh. Pelaku memancing korban dengan penginapan murah, menyekapnya di bawah tanah dan memaksa mereka berpura-pura sebagai keluarganya lalu membuat film sadis. Diduga masih ada korban lainnya. Sakarai Ryoji mengatakan kalau Kang Woo beruntung. Rekannya menambahkan tim forensik mengabari DNA kang Woo tidak ditemukan di TKP pembunuhan Kaneki Yukiko. Sakarai Ryoji meminta agar mencari tahu tempat tinggal Kang Woo 10 bulan terakhir. 


Kang Woo teringat kejadian tadi sambil menatap tangannya yang berlumuran darah. Kwon Joo menatap Kang Woo. Flasback, Kwon Joo mendengar percakapan Kang Woo ditelepon tadi di mobil tadi bersama seorang pria. Pria itu mengatakan sudah ia selidiki, bandar pengunggah vidionya tidak terlacak karena dia bersembunyi. Tapi rumornya salah satu anak buah mereka tinggal di ryokan dan mengunggah film sadis di situs lainnya. Dia bajingan mesum. 


Kwon Joo mengajak Kang Woo bicara. Ia menambahkan kalau ia tahu Kang Woo menerima telepon di mobil saat menuju lokasi Se Young. Ia juga mendengar pembicaraan kalian. Kwon Joo mempertanyakan siapa itu, siapa yang kamu cari. Apa Suzuki ada kaitannya dengan orang yang kamu cari. Lalu apa yang kamu selidiki selama ini. Jika kamu tidak menjawab, ia tidak akan membantumu berkelit dari penyelundupanmu ke Jepang dan catatan keimigrasian. Ia akan mengabaikan masalahmu. Kang Woo hanya diam, Kwon Joo mengatakan apa boleh buat seperti yang kamu katakan kita tidak akan bertemu lagi. 

Kang Woo mengatakan saat Je Soo membakar hostel pelajar itu, ada mobil yang megawasi kita. Saat itulah ia sadar ada orang lain yang mendalangi ini. Dalam catatan kerja Je Soo tertulis dia mengirim peti kayu ke kotak pos di Osaka setiap awal bulan. Pemilik kotak pos itu sudah bertahun-tahun menghilang. Ia tidak mau mereka sadar sedang kukejar. Jadi ia menyelundupkan ke Osaka dan mencari orang yang membuka kotak pos itu. ternyata mereka wanita. Mereka pelanggan kelab terpopuler di Osaka. 


-Osaka 8 bulan lalu-

Kang Woo mengawasi seorang pria. Mereka broker Dark Web. Kang Woo menulis di catatannya, “Tomoyuki.” Kang Woo mengancam pria itu. Pria itu mengatakan kalau ia tidak tahu. Mana mungkin pramuria sepertiku tahu soal itu. Kang Woo mengatakan jika berniat mengelabuiku seperti saat kamu bekerja, kubunuh kamu. Jika mau kamu bisa menjalani sisa hidupmu dengan bekas luka di wajahmu. Pria itu mengatakan kalau ia hanya pesuruh. Jika ia menaruh peti berisi potongan tubuh di lokasi yang ditunjuk, petinya akan hilang esoknya. Mulanya bahkan ia tidak tahu isinya. Auction Fabre, namanya Black Collection. Namun itu rumor, ia tidak yakin. 


Kwon Joo mempertanyakan mereka menjual potongan tubuh. Kang Woo mengatakan Je Soo bagian dari situs Auction Fabre. Itu tempat pelelangan film sadis ekstrem, potongan tubuh dan tanda mata dari pembunuh berantai setelah menerimanya dari bandar videonya. Je Soo adalah bandar potongan tubuh. Ada pemasok, pembeli dan orang yang bertugas menutupi mereka. Itu kartel paling mengerikan dan menjijikkan yang ia tahu. Di antara anggota VVIP tahukah kamu katagori terpopuler bagi orang yang membenci Korea. Kang Woo menunjukkan situs itu kepada Kwon Joo. Potongan tubuh detektif Korea Kyung Hak dan Hyung Joon. Keduanya terjual dengan harga sangat tinggi. 

Kwon Joo mengatakan tidak masuk akal, mereka bukan manusia tapi iblis. Ia mempertanyakan apa kepolisian Jepang tidak tahu soal ini, mereka harus ditangkap. Kang Woo mengatakan kamu yakin tidak ada pejabat tinggi di antara anggotanya. Kwon Joo mengatakan ia akan melaporkan ke Komisaris. 


Ketika menelepon Komisaris, sepertinya Kang Woo merasa pusing. Ia segera masuk ke sebuah ruangan, Kwon Joo memperhatikan kejadian itu. Kang Woo menyuntikkan sesuatu ke tubuhnya. Ia sepertinya mulai tenang. Flashback, Kang Woo mengatakan kepada seorang pria lain kali berikan ia lebih banyak. Pria itu mengatakan kamu sadar sudah berlebihan memakainya. Yang ada di dalam dirimu itu bisa dihambat, tapi tidak bisa dihentikan.
 
Komisaris mengatakan tampaknya dia punya alasan, tapi kita tidak bisa mempercayai asumsi sepihak. Kwon Joo mengatakan ini kejahatan siber internasional terhadap kemanusiaan. Dan kami punya buktinya, karena dia bertaruh nyawa demi mendapatkannya. Komisaris mengatakan kalau Kang Woo belum bisa dipercaya sepenuhnya. Kwon Joo mengatakan jika menolong turis dari Korea belum cukup bagi Anda, entah apa lagi yang Anda butuhkan agar percaya. Dia menderita sendirian untuk menemukan dalangnya. Dan penyakit Kang Woo, Kwon Joo melihat Kang Woo kekyar dari ruangan. Kwon Joo melanjutkan kalau Anda bilang partner itu ibarat keluarga bagi polisi, ia akan ingat itu. 

Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau ini baru awal, kita pasti akan membalas mereka. Ia berharap kamu berada di sisiku saat momen itu tiba. 


-Kediaman Do Kang Woo di Jepang-

Sakurai Ryoji memasuki kediaman Kang Woo. Ia meminta agar pemilik tidak memberitahu Kang Woo kalau ia kemari. Pemilik membukakan gembok kamar Kang Woo. Sakurai Ryoji masuk ke kamar Knag Woo. Ia menemukan foto-foto dan artikel yang dikumpulkan Kang Woo. Ia ke ruangan sebelah. 

-Sanatorium Hanmaum, Daegyung-gu Poongsan Korea-


Seorang nenek ketakutan dan bersembunyi di bawah anjang. Dok Ki masuk ke ruangan itu. Ia mempertanyakan kenapa nenek di sini. ia meminta nenek berdiri. Dok Ki mengira nenek takut petir. Nenek ketakutan melihat seseorang menggunakan topeng dan mengatakan malaikat maut. Setelah Dok Ki keluar, nenek itu kembali bersembunyi di bawah ranjang.


Dok Ki menerima pesan dari Kumbang penggali yang mempertanyakan tempat bersembunyi. Dok Ki mengatakan tentu saja. Tapi nenek=nenek di sini menjengkelkan. Kumbang Penggali mengatakan jangan berulah, menurut berita Kang Woo ditemukan di Jepang. Besok ia akan menemui Trantula. Tiba-tiba pria bertopeng itu membungkam mulut Dok Ki, lalu membawa Dok Ki. 


Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau masalah kehilangan kesadaran jangan khawatir. Ia juga akan bertanggung jawab dan membantu pengobatan. Kang Woo mengatakan kalau kita akan bekerja dalam tim yang sama selama sebulan. Lalu ia akan pergi setelah kasus ini selesai. Kwon Joo mengatakan selamat datang kembali, Kwon Joo mengajak salaman namun Kang Woo menepisnya dan meninggalkan Kwon Joo. 


Sakurai Ryoji ke ruangan sebelah, ia menemukan alat-alat yang digunakan untuk operasi bedah. Berbagai alat menakutkan lainnya dan ada rantai-ratai dan tali juga. Tempat itu menyeramkan. Terlihat ada cairan di meja seperti darah. Ia mempertanyakan siapa dia sebenarnya.


Polisi sedang menonton berita tentang kepolisian Osaka yang mengumumkan menangkap Takahiri Kenichi, pembunuh berantai. Je Soo berjalan menuju selnya, ia melihat sekilas berita itu. Dalam berita itu menambahkan tentang Kang Woo yang telah hilang delapan bulan ditemukan di Jepang. Namun namanya tidak tercatat di imigrasi Jepang. Kepolisian Korea dikecam karena menjawab bahwa tindakannya atas kehendak sendiri saat sedang cuti.


Je Soo berada di dalam sel. Ia berkata kalau dia kembali, Kousuke. 

Komentar:

Psikopatnya tertutup seperti Voice 1, sepertinya tidak akan diperlihatkan cepat seperti voice 2. Makin penasaran kasus-kasus dalam voice 3....

Sinopsis Voice 3 Episode 2-1



Suzuki berhasil menemukan Se Young. Ia mendekati Se Young lalu menyeretnya. Kwon Joo mendengar Se Young yang diseret dan berteriak. Pemilik penginapan mempertanyakan walaupun ada masalah demikian apa-apaan ini, para tamu ketakutan. Joong Ki meminta agar Young Choon agar menjelaskan dan minta maaf. Mereka semua minta maaf. Kwon Joo telinganya berdengung lagi. 


Kang Woo keluar dari mobil dan mengatakan kalau itu suara dari shishi odoshi. Ryokan milik pembunuh itu pasti punya pancuran air jepang, shishi odoshi. Kwon Joo melihat ada tato di tangan Kang Woo. Kang Woo mengatakan anggap ini hadiahku sebelum mengundurkan diri. Lagi pula setelah ini kita tidak akan bertemu lagi. 

Kwon Joo memberitahu Joong Ki kalau kita punya petunjuk. Mereka segera pergi. Pemilik penginapan menelepon untuk mengajukan keluhan. 


Se Young diseret oleh Suzuki. Joong Ki dan lainnya menghampiri Kwon Joo. Kang Woo menjelaskan shishi odoshi adalah pancuran air jepang. Pasti ada kolam atau taman di ryokan-nya. Minta polisi sekitar mencari di antara wisma tamu dan ryokan yang memiliki kolam, pilah tempat yang memiliki tikar Jepang. Young Choon menjelaskannya kepada polisi sekitar. 

Polisi mengatakan ada tujuh bangunan yang memiliki kolam. Kang Woo mengatakan karena waktu sempit cari sesuai arahannya. Kang Woo meminta Joong Ki dan Gwang Soo menggeledah tiga ryokan di atas. Sisanya menggeledah empat ryokan di bawah. Mereka mulai bergegas.


Se Young terikat dan mulutnya di lakban. Ia melihat sekitar ada temannya dan keluarga Suzuki. Suzuki datang, ia mengatakan gara-gara kamu situasi jadi merepotkan. Ia membuka lakban Se Young. Ia mengatakan semua akan baik-baik saja selama kamu menjadi putriku. Ia menempelkan pakaian ke bada Se Young. Ia mengatakan kalau ini pakaian kesukaan putrinya. Se Young mempertanyakan kenapa melakukan ini. Suzuki mengatakan kalau ia akan memasak kari, makanan kesukaan putrinya. Namun ia marah-marah. Se Young memohon agar jangan membunuhku. Suzuki mengatakan kamu masih hidup, kini kita keluarga lengkap. Ibu pasti senang melihatmu. Kini dia punya putri yang manis sepertimu. Ia meminta gar Se Young tidak menangis. 


Mereka mulai menggeledah ryoka, namun tidak berhasil menemukan apa pun. Tiba-tiba Sakarai Ryoji dan timnya datang menghampiri mereka. Sakarai Ryoji mengatakan kalau ini benar-benar gila. Gara-gara polisi Korea menggeledah area turis, kami menerima banyak keluhan. Polisi mengatakan kalau kami mendengar konsulat menerima telepon darurat. Sakarai Ryoji mengatakan belum tentu itu sungguhan atau iseng. Joong Ki yang mendengar terjemahan dari Young Choon kesal. Young Choon mengatakan kalau ini keterlaluan, ada nyawa yang terancam. Sakurai Ryoji mengataka sebagaimana kalian mati-matian menyelamatkan warga kalian, tugas kami adalah menyelamatkan warga kami. Kaliankah yang harus mengikuti aturan.

Kang Woo mengatakan dari satu telepon saja, seharusnya kamu tahu mana yang iseng atau bukan. Jika kamu memang detektif, harusnya itu jelas bukan. Sakurai Ryoji mengatakan lihat siapa ini. Kenapa kamu berlagak menjadi polisi baik. Sebelum menolong orang lain, tolonglah dirimu sendiri dahulu. Kang Woo mengatakan kamu tuli, ia kira penjelasannya sudah cukup. Saat ini, selagi kamu mencari keributan, waktu terus berlalu dan korban nyaris mati. Mereka pergi meninggalkan Sakarai Ryoji. 

-Episode 2 : Iblis yang hidup di Ryokan Shishiodoshi-

Eun Soo mempertanyakan Seo Yool katamu Desa Pemandian Air Panas Atando tekenal bukan. ia meminta agar menelusurinya di internet. Seo Yool mengatakan ini peta desanya enam tahun lalu. Pada tahun 2013, ada dua ryokan bernama, “Morinoiae.” Namun di sini ia merasa nama ryokan dan pemiliknya sudah berganti. Eun Soo mengatakan kini namanya, “Shishiodoshi.”


Eun Soo melaporkan kepada Kwon Joo kalau kami menemukan hal aneh. Di internet kami menemukan ryokan Morinoiae sudah berganti menjadi Shishiodoshi. Ia ingat Kwon Joo menyebutkan ada shishi odoshi di ryokan tempat Se Young disekap. Kwon Joo meminta agar mengirim alamatnya. Ibu Se Young teringat anaknya, ia mencoba menghubungi Se Young. 


Kang Woo mengatakan kepada polisi kalau ia ingin melihat informasi mengenai pemilik ryokan. Polisi mengatakan soal itu. Kang Woo merebut berkas yang dibawa polisi. Polisi mengatakan namanya Takahiro Kenichi. Dia membelinya enam tahun lalu, tapi dia lajang. Young Choon menjelaskan perkataan polisi tadi. Kwon Joo mengatakan kalau ia merasa itu ryokan-nya. Se Young bilang dia hanya melihat pepohonan di luar jendela. Jendela lantai duanya mengarah ke hutan. Joong Ki mengatakan mari bergegas.

Tiba-tiba Sakarai Ryoji menghampiri mereka. Ia berkomentar tanpa prosedur yang tepat itu namanya masuk tanpa izin. Kwon Joo mengatakan jika korban dibunuh, apa tindakan kalian. Jika korban sampai mati karena formalitas, kamu yang akan bertanggung jawab. Young Choon mengatakan mohon maklum sikap polisi Korea.


Ibu Se Young tidak bisa menghubungi putrinya. Ia mempertanyakan kenapa ponselnya dimatikan. Ia lalu menghubungi Seo Yool. Seo Yool mengangkat telepon dari bibinya. Awalnya Seo Yool mengatkan tidak ada apa-apa. Namun bibinya tahu dan mengatakan jangan membohonginya. Seo Yool mengatakan kalau sebenarnya Se Young sepertinya diculik di Jepang. Ibu Se Young terjatuh dan mempertanyakan apa maksudmu. Seo Yool mengatakan Tim Golden Time berada di sana. Kami akan menemukannya, jangan khawatir. Ia menambahkan kalau lokasinya sudah ditemukan. Seo Yool mematikan teleponnya. Ibu Se Young mengatakan ia harus melakukan sesuatu, ia berlari. 

Kwon Joo dan lainnya sampai di ryoka tempat Se Young disekap. Terlihat ada CCTV di luar. Takahiro Kenichi melihat dari ruang Se Young disekap kalau ada orang yang masuk ke ryokanya. Ia segera pergi dari ruangan itu.

Suzuki membuka pintu, polisi mengatakan kalau seorang turis dari korea melapor kalau dia terancam di bunuh. Lokasinya tidak jelas jadi kami berpatroli. Takahiro Kenichi mengatakan bagaimana itu bisa terjadi. Kang Woo mempertanyakan bolehkah kami masuk. Takahiro Kenichi memperbolehkan, ia mengatakan kalau hari ini tidak ada tamu. 


Mereka masuk berkeliling ryokan tersebut. Takahiro Kenichi menyembunyikan salah satu kameranya. Mereka tidak menemukan apa pun. Kang Woo dan Kwon Joo menghampiri Takahiro Kenichi. Kang Woo mengatakan kepada Takahiro Kenichi tampaknya Anda tertarik dengan fotografi, tapi tidak ada foto keluarga. Takahiro Kenichi mengatakan kalau tamunya adalah keluarganya. 


Sakarai Ryoji dan laiinya datang ke ryokan tersebut. Sakarai Ryoji berkomentar bukannya mencari gadis itu, kalian malah mengobrol. Cepat bawa gadis itu ke hadapanku, jika memang ada. Kang Woo dan Kwon Joo lanjut menggeledah ryokan tersebut. Namun tetap tidak menemukan apa pun. 


Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau foto keluarga yang disebutkan Se Young tidak terlihat. Kwon Joo melihat ke taman dan ada pancuran air. Ia yakin ini tempatnya, di mana Se Young. Kang Woo mengatakan ia tahu dia bohong. Kwon Joo mengatakan dari nada suara dan bicaranya yang tergagap-gagap dia menyembunyikan sesuatu. Kang Woo mengatakan bibirnya tersenyum, tapi matanya tidak. 

Sakarai Ryoji memanggil Tim Golden Time. Namun Kang Woo sengaja membuat keributan dengan Joong Ki dan Gwang Soo. Kwon Joo menenangkan mereka. Akhirnya Sakarai Ryoji dan lainnya pergi. Namun sebelum pergi Sakarai Ryoji mengatakan kepada Kang Woo kalau kamu sepertinya sulit mengendalikan emosi, pakailah obat-obatanmu lagi. Young Choon mengatakan kalau ia akan bicara dengan mereka. 

Joong Ki mengatakan ayo kita pergi. Kang Woo mengatakan pergi ke mana, ini baru permulaan. Joong Ki mengatakan permulaan apa. Kwon Joo mengatakan kalau Kang Woo tadi menghasut kalian agar mereka lengah. Kang Woo mengatakan bedebah itu kebingungan dan menjelaskan alibinya dengan gampangnya. Dia berpengalaman, bahkan mengizinkan kita masuk. Dia yakin bahwa kita tidak akan menemukan Se Young. Jika ingin menangkapnya, kita harus tahu kelemahannya. Kwon Joo meminta agar menyelidiki pemilik ryokan Takahiro Kenichi. 

Seo Yool mengatakan kalau ia memeriksa persyaratan Happy House. Katanya butuh nomor izin usaha untuk mengunggah iklan. Walaupun iklan ryokan-nya sudah dihapus, mungkin masih ada informasi yang tersisa. Kwon Joo meminta agar Seo Yool bergegas. 


Se Young teringat ia menyimpan hpnya di saku. Tiba-tiba ibu Mari membuka matanya dan memanggil anaknya Mari. Namun ia melihat kalau anaknya sudah terkapar. Se Young meminta ibu Mari mengambilkan ponselnya, ia harus menelepon polisi. Ia harus menelepon polisi selagi pengacau sinyalnya mati. Ada gantungan di ponselnya, tolong tarik dengan kaki Anda. Ibunya membuatkannya untukku. Ia mengatakan kalau ia merindukan ibunya. Ibu Mari menjatuhkan dirinya dari kursi dan membantu Se Young. 

Seo Yool mengatakan kepada Eun Soo kalau ia merasa dia memakai nama palsu. Nomor surat izin usahanya milik Suzuki Kenichi. Semua data terhubung dengan itu. Eun Soo mempertanyakan sudah menyelidiki Suzuki Kenichi. Seo Yool mengiyakan, dia berbahaya. Dia memakai obat-obatan untuk mengatasi delusinya. Dia keturunan Korea yang lahir di Jepang. Pada tahun 2013, dia membeli ryokan dengan uang asuransi dari kematian istri dan putrinya. 

Eun Soo mengatakan kepada Kwon Joo kalau nama asli Takahiro adalah Suzuki Kenichi. Nama Koreanya Kim Geon Il. Lima tahun lalu sebelum kematiannya istrinya Suzuki Sora melaporkan kekerasan rumah tangga berkali-kali. Namun semua laporannya selalu dicabut. Dari keterangannya dia korban pencabulan dan menikah setelah lulus SMA. Suzuki Kenichi ditangkap setelah menyebabkan keributan karena menuduh putrinya anak dari koleganya. Tampaknya dia menderita cemburu yang parah.

Seo Yool mengatakan dari cara memakai aplikasinya, dia memakai metode yang sama untuk menipu di Hotel Momi Love. Eun Soo mengatakan selain itu ada seminar mengenai Sindrom Reset. Seorang suami dari Amerika Selatan membunuh seluruh keluarganya dan menuduh mereka meremehkannya, lalu menculik keluarga baru. 

Kang Woo mengatakan dia memilih targetnya sambil mengelola ryokan ini. dia berencana mereset keluarganya dan merekamnya. Kwon Joo mendapat telepon dari Se Young. Se Young meminta agar menyelamatkannya. Kwon Joo berpikir kalau itu ruang tertutup, suaranya sedikit bergema. Tangannya diikat, dia bersusah payah bicara. Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau ia merasa dia disekap di ruangan dari beton. 

Tiba-tiba Suzuki datang, ia bersiap merekam. Ia melihat ponsel di dekat Se Young. Ia memukul Se Young. Kwon Joo mengatakan kalau harus segera bergegas. Suzuki akan memukul Se Young dengan palu, namun ibu Mari mencegahnya. Suzuki memukulnya membuat ibu Mari tergeletak. 

Suzuki akan memukuli ibu Mari, namun ia mengatakan membunuh anak ini lebih dahulu, pasti akan lebih menyiksamu. Ibu Mari memegang kakl Suzuki dan mengatakan jangan. Namun Suzuki langsung menghampiri Se Young. Ia akan memukul Se Young, namun ia mendengar suara Kang Woo. Ia mendengar suara alarm tanda bahaya. ia memeriksa CCTV.

Tuesday, 14 May 2019

Sinopsis Voice 3 Episode 1-2



“Udenpogu, Osaka”

Se Young dan rekannya sampai di penginapan. Mereka diantar ke kamar mereka oleh seorang pria. Namun tempatnya sangat berbeda dibandingkan foto-fotonya. Se Young mempertanyakan bagaimana bisa kamar begini berharga 3.000 dolar. Biaya tanggungan 300 dolar itu tidak masuk akal. Pria itu kesal dan mengatakan beraninya kamu menuduhku menipu, pergi saja jika tidak suka. Se Young menggunakan bahasa Korea mengatakan apa, dia benar-benar penipu. Se Young meminta agar uang kami kembali. Pria itu mengatakan dasar bodoh, urusan pembayaran sudah selesai. Jika ingin komplain, kembali saja ke negara kalian, atau kamu mau main-main denganku. Rekan Se Young minta maaf dan mengajak Se Young pergi. 

Di luar rekannya kamu gila, dia terlihat mesum. Se Young menemukan tempat penginapan murah. Ia menelepon dan mempertanyakan apa ini Suzuki. Ia melihat Ryokan Anda di Happy House. Katanya Anda memberikan diskon jika daftar masuk lebih awal. Suzuki mempertanyakan di mana Anda. Setelah Se Young menyebutkan di mana ia berada Suzuki mengatakan kalau ia berada di dekat sana dan akan menjemput mereka. 


Kwon Joo, Joong Ki dan Gwang Soo sampai di Jepang. Mereka di jemput oleh Young Choon. Di dalam mobil Young Choon mengatakan kalau detektif yang mengurusnya Sakarai Ryoji. Reputasinya buruk di Osaka, julukannya sang buaya. Dia dikenal gigih mengurus kasusnya. Rumornya dia juga membenci Korea. Gwang Soo mempertanyakan bagaimana dia mencurigai Kang Woo hanya karena tanda pengenal. Young Choon mengatakan bagaimana lagi, Di Jepang tidak ada ampun bagi tersangka. Nama dan wajah tersangka akan diungkap. Selain itu kabar bahwa dia putra dari pembunuh anak itu sudah tersebar. Mereka makin sensitif. 

Young Choon mendapat telepon tentang penipuan lewat aplikasi perjalanan. Namun ia mengatakan kalau tidak bisa berbuat apa pun. Ia meminta agar menghubungi kepolisian. Young Choon mendapat telepon lagi, lalu memberitahu kalau Kang Woo sudah ditemukan. 


Di dalam mobil Se Young mengatakan kalau ia disuruh menghubungi kepolisian. Suzuki mempertanyakan tidak bisa dilaporkan ya. Tidak kusangka kalian ditipu begitu tiba di sini. Semoga kaiseki yang lezat bisa menyemangati kalian, istriku pintar memasak. Se Young mengatakan benarkah, terima kasih. Rekannya mempertanyakan apa. Se Young mengatakan kalau istrinya akan masak kaiseki untuk kita. Se Young melihat foto keluarga, ia berkomentar kalau sepertinya keluarga kalian bahagia. Ia mengatakan kepada Suzuki kalau ia hanya tinggal bersama ibunya dan selalu bertengkar. Suzuki mengatakan ia yakin kamu orang paling dia sayangi. Se Young mengatakan tidak, mustahil berpikiran begitu. Ia sampai tidak tidur malam demi mendapatkan voucher menginap gratis. Jika ibunya ikut, dia pasti murka. Untunglah dia tidak ikut. Mereka sampai di tempat penginapan. Suzuki mengajak mereka masuk. 

“Rumah Sakit Osaka Jeil”

Petugas mengatakan dia sulit dilerai saat memukuli pejalan kaki saat di dekat TKP. Ternyata mereka menemui Kang Woo yang terkapar dan di borgol. Petugas menambahkan kalau ada bekas melukai diri di tubuhnya, ada bekas suntikan juga. Sakarai Ryoji mengatakan bekas suntikan, dia memakai narkoba. Petugas mengatakan tidak, dia memakai obat penenang. Sakarai Ryoji menadapat telepon dari Makio. Ia kaget dan mengatakan Anda akan kemari. Ia lalu keluar.

Kang Woo akhirnya sadar, dokter menghamprinya namun ia menepisnya. Ia mengamuk dan meminta petugas melepaskan borgolnya. Ia melepaskan infusan lalu menyandra petugas dengan mengancam dengan jarum infus. Petugas menelepon Sakarai Ryoji dan memberitahu kalau Kang Woo mengamuk.

Kwon Joo dan lainnya sampai di rs. Young Choon menjelaskan dia ditangkap di dekat TKP pembunuhan Kaneki Yukiko saat memukuli pejalan kaki, lalu dia pingsan. Namanya tidak terdaftar di imigrasi dan ada sejumlah bekas suntikan di tubuhnya. Dia juga menjalani tes narkoba. Kwon Joo mempertanyakan bekas suntikan. Young Choon mengatakan sejenis stimulan. Sepertinya dia menyuntik dirinya sendiri. 


Kang Woo mengambil pisau dan mengancam petugas. Ia meminta agar melepas borgolnya. Sakarai Ryoji dan laiinya datang, lalu menodongkan pistol. Kwon Joo dan lainnya akhirnya datang. Kwon Joo berhasil meyakinkan mereka, mereka melepaskan borgol Kang Woo. Kwon Joo mengatakan kepada Knag Woo kalau pergi ke kantor konsulat dahulu. Kang Woo mengatakan jangan ikut campur. Sakarai Ryoji berkomentar sepertinya kamu tidak terlalu senang bertemu kolegamu. Kang Woo mengatakan ada korban tewas, namun itu tidak ada kaitannya denganku. Ia pingsan karena sakit. Periksa kamera dasbor dari truk merah dengan nomor polisi 4512. Sakarai Ryoji meminta petugas memeriksa kamera dasbor tersebut.


Dalam perjalanan Kwon Joo dan lainnya berpapasan dengan seorang pria. Pria itu sepertinya Makio. Pria itu menghampiri Sakarai Ryoji dan mempertanyakan apa pria yang barusan pergi pembunuh Yukiko. Sakarai Ryoji mengatakan belum ada kepastian. Kemungkinannya banyak. Pria itu mengatakan jika benar dia, akan kucabik-cabik dia.

Joong Ki mengatakan teganya kamu mengejutkan kami begini. Kami kira kamu diculik. Apa kamu tidak bisa mengakses berita dari tempatmu. Selama delapan bulan terlahir, tim kita dalam kondisi teramat sangat darurat. Gwang Soo membenarkan, syukurlah kamu masih hidup. Ia mempertanyakan apa yang kamu lakukan selama ini. Kang Woo mengatakan apa ia meminta kalian menyelamatkanku. Joong Ki mengatakan sekali tim tetap tim. Kang Woo mengatakan kalian tidak paham, sejak kita menangkap Je Soo tim kita sudah bubar. Biarkan aku pergi. Kwon Joo mempertanyakan apa itu yang ingin kamu sampaikan ke rekan satu timmu setelah mereka mencarimu. Ia sudah tidak tahan. Jelaskan pada kami apa yang kamu rencanakan selama 10 bulan ini. 

Kang Woo mengatakan kamu masih terbiasa menganggapku rekanmu karena kita bekerja sama beberapa pekan. Saat itu ia mampu menyelesaikan semuanya bahkan tanpa bantuanmu. Kwon Joo mengatakan ia merasa kamu tidak memahami situasinya. Tapi jika kamu tidak menjelaskannya, ketahuilah bahwa situasi lebih buruk mungkin bisa terjadi. Young Choon membenarkan, Anda dilarang pergi sebelum investigasi berakhir. Anda bisa ditangkap karena menjadi imigran gelap. Kwon Joo mengatakan mari kita kembali ke Korea, dia ketua tim yang lalai, tidak usah dipikirkan hukuman apa yang akan dia tanggung. Kita akan menunjuk ketua tim baru setelah pulang. Kwon Joo dan laiinnya pergi. Gwang Soo mengatakan kepada Kang Woo kalau kamu tahu tidak bagaimana dia direhabilitasi. Kamu tahu betapa keras usahanya untuk mencarimu. Gwang Soo lalu pergi meninggalkan Kang Woo. 

Di luar Young Choon mendapat telepon dari Se Young yang minta tolong karena ada yang coba membunuhku. Karena suaranya lirih Kwon Joo mengambil alih. Kwon Joo mengatakan kepada Se Young silahkan berbisik ulangi lagi. Se Young mengatakan ia berada di Ryokan Morinoiae di Atando. Ia merasa pemiliknya membunuh putrinya sendiri. 

Kwon Joo meminta Eun Soo memeriksa nomor telepon. Lalu cek apa orang ini ada di Ryokan Morinoiae, Atando, Osaka. Ia menambahkan saat ini nyawanya sedang terancam. Eun Soo mengatakan namanya Se Young, dia terbang ke Jepang pagi ini. Ia tidak bisa melacaknya dari Korea, ia merasa dia mengganti kartu USIM-nya. Seo Yool kaget, ia mengatakan kepada Kwon Joo kalau dia adalah sepupuku. Katanya dia menerima voucher gratis ke Mata Air Momi di Udenpogu, mungkin dia salah tempat.

Kwon Joo mengatakan kalau rekanku bilang dia adalah sepupumu. Kang Woo menatap mereka dari kejauhan. Kwon Joo menambahkan katanya kamu ke hotel di Udenpogu, alamatnya berbeda. Se Young membenarkan Seo Yool adalah sepupuku. Ia ditipu jadi saat ini ia di Ryokan Morinoiae, Atando. Gwang Soo menghampiri Kang Woo dan memberitahu kalau sepupu Seo Yool dalam bahaya.

Dalam perjalanan Kwon Joo meminta Se Young jangan khawatir polisi Korea menuju ke sana. Ia meminta Se Young menceritakan secara detail. Se Young mengatakan tempat ini ryokan tradisional. Katanya namanya Suzuki. 



“Satu Jam sebelum insiden”

Suzuki mengantar mereka ke kamar. Suzuki memanggil Mari dan mengatakan ada tamu.  Mari diam saja. Namun Suzuki mengatakan baiklah. Suzuki mengatakan kalau Mari akan menemui kalian saat makan malam nanti. Suzuki menunjukkan kamar mereka. Mereka sangat senang. Rekan Se Young mengatakan kalau ia akan menanyakan sandi WI-FI. Se Young mandi, ia melihat ada topeng. Selesai mandi ia keluar dan melihat topeng. Ia mengambil topeng itu, sepertinya ada kamrea tersembunyi. Ia kaget, lalu bergegas keluar. Lalu ia melihat ada foto yang sama seperti foto di dalam mobil. Namun saat ia perhatikan wajah dua orang keluarganya hanya tempelan. Ia bingung dan mencari rekannya Mi Ae. Ia mendengar suara seperti orang memukuli sesuatu. Ia mendengar Suzuki berkata anak perempuan memang tidak patuh. Ia menduga pria itu membunuh Mi Ae juga. Se Young ke kamar putrinya, namun putrinya sudah mati. 

Kwon Joo mengatakan kalau kami akan menyelamatkanmu, tunggu sebentar lagi. Kwon Joo meminta agar Se Young mengaktifkan ponselnya dan sms saja. Kang Woo mendapat telepon. 

“Desa Pemandian Air Panas Atando”

Mereka sampai di lokasi. Young Choon menjelaskan kepada petugas kalau mereka tim khusus di Korea, Tim Golden Time. Young Choon mengatakan kalau mereka polisi dari Desa Pemandian Air Panas Atando. Joong Ki dan Gwang Soo segera bergerak.

Dari dalam mobil Kang Woo mengatakan kamu masih sama, tidak peduli apa pun saat menyelamatkan orang. Kwon Joo mengatakan kurasa itu lebih baik dari orang yang bicaranya berubah, sulit dipercaya kamu kemari sebagai imigran gelap. Kang Woo mengatakan isi pikiran orang lain tidak bisa dibaca. Jangan terlalu mudah percaya.

Di kantor Seoul mereka mendengar suara Kang Woo. Eun Soo mempertanyakan kepada Kwon Joo kamu menemukan Kang Woo. Seo Yool mengatakan syukurlah Anda selamat, ia meminta agar menolong sepupunya. Kwon Joo mengatakan kalau Kang Woo belum boleh bergabung di kasus ini. Ia meminta Seo Yool mengecek data di aplikasi yang Se Young terakhir pakai, Happy House.

Joong Ki melaporkan kepada Kwon Joo kalau mereka sudah sampai. Kwon Joo mengirim pesan kepada Soo yeong kalau polisi sedang masuk ke Ryokan. Mereka segera memeriksa penginapan itu, namun terlihat di penginapan itu ada orang lain yang menginap padahal Ryoka Se Young sepi. Se Young mengatakan kalau ia merasa mereka belum sampai. 


Mereka memeriksa penginapan itu, namun tidak menemukan apa-apa. Sampai-sampai anak pemilik Ryoka ketakutan. Pemilik Ryoka mempertanyakan ada apa ini. Gwang Soo mengatakan kepada Kwon Joo kalau kami salah tempat.

Kwon Joo mengirim pesan mengatakan kalau kita salah ryokan, ia mempertanyakan apa pemilik sudah terlihat. Kami akan segera menemukanmu, tetap di situ. Kwon Joo mengingat suara disekitar ketika Se Young menelepon tadi. Ia mempertanyakan kepada Kang Woo ia bisa mendengar suara aliran air dan batang bambu mengenai sesuatu. 


Suzuki akhirnya berhasil menemukan Se Young. Ia menyeret Se Young, Kwon Joo mendengarnya. Kwon Joo yakin pasti salah satu dari ryokan ini, tiba-tiba kupingnya berdengung lagi. Kang Woo keluar dari mobil dan mengatakan itu suara dari shishi odoshi. Ryokan milik pembunuh itu pasti punya pancuran air jepang, shishi odoshi. Pasti ada kolam juga. Anggap ini hadiahku sebelum mengundurkan diri. Lagi pula setelah ini, kita tidak akan bertemu lagi. 

“Pukul 20.30, 30 menit setelah insiden”

“Pembunuhan Lewat Aplikasi Perjalanan, Osaka, Jepang”

Komentar:

Voice 3 ini makin mencekam...serem juga psikopatnya. Tetap ya makin penasaran sama Kang Woo.