Tuesday, 18 September 2018

Sinopsis Voice 2 Episode 12-2

Je Soo ke sebuah tempat penginapan. Ia mengobati lukanya sendiri. Tiba-tiba ibunya datang. Ibunya mempertanyakan kenapa Je Soo meninggalkannya sendirian. Kamu bilang tidak akan meninggalkan ibu, mana janjimu. Flashback, Je Soo meminta ibunya ke rs karena jika tidak ibu akan mati. Ibunya mengatakan kalau ia takut hidup di dunia. Kamu akan mengubah dunia. Kamu akan menjadi sosok hebat. Ibu akan selalu mendampingimu. Je Soo hanya bisa menagis. Ia mengingat kejadian itu.

Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau menurut tim forensik ibu Je Soo diduga meninggal lima tahun lalu. Mungkin dia sadar kita mengejarnya. Dia akan bersembunyi dari kita seperti tiga tahun lalu. Kang Woo mengatakan tidak, kali ini dia tidak akan bersembunyi. Karena ia akan memprovokasinya. Kwon Joo mengatakan ada yang aneh, ada profil pembunuh anak-anak di bawah usia 12 tahun. Kenapa dia punya datanya jika bukan pelakunya. Kwon Joo mengatakan kalau Kang Woo pasti terlanjur mempercayai Dok Ki. Kang Woo mengatakan kalau ia tidak mempercayainya. Dia hanya informan sewaanku. 

“18 Juni, pukul 10.00, Je Soo kabur.”

Di telpon Hong Soo mengatakan kepada Kang Woo kalau katanya Kang Woo yang menolongnya juga anggota timnya. Ia kepala unit tetapi terkecoh oleh bedebah sepertinya. Ia malu pada dirinya. Kang Woo mengatakan kalau dia gigih mencari kelemahan seseorang dan menyengsarakan hidup mereka hingga bunuh diri. Semoga kamu bisa mengatasinya dan segera kembali. Aku pasti kan memburunya. Hong Soo meminta Kang Woo berhati-hati. Matanya buka mata manusia biasa. 

“Pukul 19.30, Hostel Pelajar Dream di Yeongseok-dong. 30 menit sebelum serangan teror.”

Je Soo berjalan di sekitar Yeongseok-dong.

Kwon Joo mendapat laporan mengenai bom. Ia juga mendapat laporan ada yang terkurung di hostel. Kwon Joo menduga laporan bom itu bohong. Ia meminta Eun Soo untuk mengkonfirmasinya. Eun Soo melaporkan kalau tidak ada yang mencurigakan. Lalu Kwon Joo meminta laporan tentang seseorang yang terkunci di hostel. Ia mendengarkan laporan itu, ia mendengar seperti ada orang yang mengancam. 


Kwon Joo melaporkan kepada Kang Woo kalau ada laporan yang terdengar samar suara pria mengancam. Eun Soo menjelaskan kalau pelapor dalah Yeon Hee. Dia tinggal di hostel. Ia melihat dari CCTV kalau 20 menit lalu ada pria bertopi hitam masuk membawa bensin lalu mengunci pintu dari dalam. Setelah itu dia hanya terlihat melalui pintu dan jendela. Wajahnya tidak tampak tapi mirip Je Soo. Kwon Joo membunyikan alarm. Kang Woo dan timnya segera bergerak. Kwon Joo menitipkan saluran siaga kepada Eun Soo. Eun Soo mengatakan kalau pendengaran Kwon Joo pasti berguna untuk menangkapnya. Kwon Joo mempertanyakan Eun Soo tahu. Eun Soo mengatakan kalau ia sudah empat tahun menjadi rekan Kwon Joo. Ia meminta Kwon Joo kembali dengan selamat.


Mereka sampai TKP, mereka berhasil melumpuhkan pelaku yang meneror dengan bom. Namun ternyata pelaku bukan Je Soo. Pria itu mengatakan kenapa kalian lama. Kalian tidak akan berhasil menangkapnya. Dia menyuruhku memanfaatkan ini. 


Kang Woo mempertanayakan kepada pemilik hostel apa CCTV ini milih hostel. Pemilik mengatakan bukan, punya mereka yang ini. Ternyata ada CCTV lain selain punya hostel. Kang Woo menyisir tempat itu mereka menemukan bom. Petugas mengatakan kalau ini lebih rumit dan kuat daripada bom pelaku lain. Ini cukup untuk memusnahkan sisi gedung. Daerah ini memiliki daya dukung tanah yang lemah. Jadi kerusakannya akan besar. Kang Woo mengatakan kalau mustahil hanya ini bomnya, pasti ada lagi. 

Kang Woo mencari bom lagi, akhirnya ia menemukan CCTV milik Je Soo, Je Soo mengamati dari kejauhan. Je Soo mengatakan kalau Kosuke cerdik menginvestigasi. Ia mengatakan kalau ini lebih menarik. Joong Ki menemukan bom, ia melaporkan kalau menemukan bom di lantai tiga. 


Kang Woo mendapat telpon dari Je Soo. Ia mengatakan masih ada satu bom lagi. Ia mengatakan kalau bom terakhir ia bisa mengendalikan dengan kendali yang ia bawa. Petunjuknya di dalam sumurmu. 

Kang Woo melihat Je Soo di gedung seberang. Ia melaporkan kalau Je Soo bersembunyi di gedung seberang. Ia akan mengejarnya dan meminta bantuan. Kang Woo menghampiri Kwon Joo dan mengatakan kalau masih ada bom yang tersisa. Je Soo mengamati dari gedung seberang sejak tadi. Kwon Joo meminta Kang Woo berhati-hati. Ia akan menyusul setelah semua selesai di sini. 

Kang Woo mengejar Je Soo, mereka saling berkelahi. Kekuatan mereka hampir imbang. Je Soo mengatakan kalau kamu berusaha keras menolong orang lain tanpa tahu diri, menarik sekali. Kamu sama sepertiku. Kenapa kamu memihak hama seperti mereka. Menganggap mereka wajib dihukum itu lebih mudah. Kang Woo mengatakan jangan mimpi, kamu bukan siapa-siapa. Kamu hanya penjahat tidak tahu malu yang melampiaskan dendammu kepada orang tidak bersalah. Je Soo mengatakan agar Kang Woo ingat, marah dan bencilah. Sayang sekali, kukira kamu akan memahamiku. Akulah yang tulus menunggu ingatanmu pulih. 

Kwon Joo mempertanyakan apa Joong Ki bersama Kang Woo. Joong Ki mengatakan kalau kami belum menemukannya. Kami akan menuju ke sana. Jangan cemas kami akan segera menemukannya. Gwang Soo mengatakan kalau kurang satu orang, 48 orang sudah berhasil diselamatkan.

Kwon Joo mendengar suara anak perempuan yang minta tolong, ia masuk ke sana. Ternyata ada seorang ibu yang melihat anaknya dan mempertanyakan dari mana saja karena ia mencarinya kemana-mana. 


Kang Woo berhasil melumpuhkan Je Soo. Ia terus memukuli Je Soo. Kamu hanya orang gila yang delusif. Polisi yang kamu bunuh bukan hama. Je Soo mengatakan jika membunuhku, akan kuhukum dunia hari ini. Jika kamu menyelamatkanku, Kwon Joo akan mati. Kang Woo menodongkan pistol. Je Soo memngatakan akhirnya kau ingat Kosuke, bunuh aku. Bunuh aku agar ingatanmu pulih. Bunuh aku dan terimalah takdirmu, Kosuke. Kang Woo melepaskan tembakan disamping Je Soo. Joong Ki mendengar suara tembakan itu. 

Je Soo kesakitan. Kang Woo mengatakan masa lalu yang diketahui Je Soo itu sudah berlalu. Kang Woo menambahakan, “membusuklah selamanya di rumah sakit jiwa.” Je Soo hanya tersenyum. Ia mmengatakan jika kamu tidak ingat, aku sudah bilang Kwon Joo akan mati. Pikirmu itu akan efektif. Alat pengendali itu ternyata rusak. Dengarkan baik-baik suara samarnya. 


Kwon Joo menyisir tempat itu sendirian. Terdengar suara Kwon Joo, “selama ada cahaya, selalu ada bayangan.” Kwon Joo terus mendengar suara anak perempuan minta tolong. Kwin Joo mencoba membuka salah satu ruangan. “Melakukan kesalahan terkecil pun berarti berjalan di ujung tanduk. Bahkan terkadang, bisa terperosok ke kejahatan.” Kang Woo mencoba menghubungi Kwon Joo. Kwon Joo mengatakan kalau ia ada di basemen. Sepertinya ada anak kecil terkurung. Kang Woo berteriak bukan itu. Kwon Joo mengatakan ada yang mempermainkanku. Seseorang merekam suara anak kecil. Kwon Joo mengambil alat perekam itu. mainan itu bergerak. “Tapi aku harus memperbaiki kesalahan kecil itu.” Kang Woo meminta Kwon Joo jangan menyentuh apapun dan cepat keluar. Dari mulut Je Soo terlihat keluar darah. Kwon Joo melihat bom dan waktunya tinggal dua detik. “Karena itulah kini aku mendengarkan baik-baik. Suara orang-orang yang memanggilku.” Bom itu akhirnya meledak. Semua mendengarnya, termasuk Eun Soo dan lainnya yang ada di kantor. 


Kang Woo menatap Je Soo yang terkapar. Joong Ki menghampiri mereka. Joong Ki dan lainnya mengepung Je Soo yang tangannya masih bergerak. Je Soo berkata, “untuk membangkitkan ingatan seseorang, seseorang yang berarti baginya harus dibunuh, Kosuke.” Je Soo pun tertawa. 

“Pukul 21.00, bom meledak di Hostel Dream Yeongseok-dong.”


Terlihat seorang pria dimobil dua orang. Yang satu pria sudah berumur wajahnya diperlihatkan. Sedangkan pria muda disampingnya wajahnya tidak terlihat jelas. Pria berumur mengatakan kurasa Kosuke kini bisa kembali ke sisi kita. 


Tatapan Kang Woo terlihat tajam. 

“Bersambung ke Voice 3, The City of Accomplices.”

Komentar:

Masih banyak teka-teki yang belum terjawab......


Sinopsis Voice 2 Episode 12-1



Kang Woo membuka ice box, ternyata isinya mainan. Choong Soo dan rekannya mengepung Je Soo yang membawa ice box berisi jari manusia. Kang Woo berkeliling ruangan itu, ia merasa ada yang aneh dengan dinding. Mereka segera membongkarnya, Kang Woo mengatakan kalau ada sesuatu di dalamnya. Kwon Joo melaporkan kepada Kang Woo kalau Je Soo menyerahkan diri. Dia membawa ice box berisi jari manusia. 


Mereka lalu menurunkan semua pajangan dan membongkar dinding tersebut. Ternyata mereka menemukan Hong Soo di sana. Petugas datang, mereka mengatakan kalau Hong Soo terlihat bernapas beberapa saat lalu. 


Kwon Joo menghampiri Je Soo. Je Soo mengatakan jangan membuang waktu. Kwon Joo meminta agar membawa ini ke rs polisi. Ia meminta Eun Soo agar menghubungi rs polisi. Jari Seo Yool barusan diantar. Minta mereka agar memulai operasi. Choon Byung mempertanyakan siapa dia, jangan-jangan. Kwon Joo mengatakan kalau dia pembunuh Hyung Joon sebenarnya. 


Seo Yool menelepon Eun Soo. Eun Soo mengatakan ice box akan segera sampai di rs. Ia menambahkan kalau dia menyerahkan diri. Seo Yool mengatakan kalau ia menyelidiki Je Soo, namun ada yang janggal. 


Kwon Joo mendapat kabar dari Kang Woo kalau mereka menemukan Hong Soo. Menurut paramedis dia bernapas beberapa saat lalu. Akhirnya Hong Soo berhasil diselamatkan. Kang Woo melaporkan kalau penyelamatan Hong Soo dari balik dinding sukses. 

Pria bertongkat mengamati kantor polisi dari dalam mobil. Ia teringat setelah Je Soo membunuh pengawalnya. Flashback, Je Soo mengatakan kalau ia tidak bisa diam saja saat duniaku dihancurkan. Kosuke akan menampakkan jati dirinya jika disudutkan. Pria itu mempertanyakan persiapan Je Soo sudah matang kan. Je Soo mengatakan tentu saja. 

-Episode 12, Era Kebencian, Untuk Tim Golden Time-

“Rasa hormat lahir dari sikap pengertian. Kebencian dan kehinaan lahir dari kesalahpahaman melawan kebencian. <Against Hate>”


Kang Woo dan Kwon Joo menatap Je Soo yang diintrogasi dari atas. Kang Woo mengatakan tiga tahun lalu, dia membunuh polisi yang menangkap ibunya karena kekerasan terhadap anak. Kwon Joo mengatakan sepertinya Je Soo adalah anak hasil pemerkosaan massal saat ibunya membaktikan dirinya ke kelompok agama. Saat pemerkosa ibunya bebas dengan masa percobaan, ibunya mulai membenci polisi. Dia mengajari Je Soo dengan rasa bertentangan antara benci dan cinta. Je Soo pun berkepribadian ganda dan terobsesi kepada ibunya. Lalu ibunya di tahan. Dia dirawat di rs karena delusif. Je Soo pergi ke rs setelah lulus kuliah dan memulangkan ibunya. Setelah menyelidiki tentangnya, kami makin tidak paham alasan Je Soo mengincar Kang Woo. 


Kang Woo dan Kwon Joo mengintrogasi Je Soo. Je Soo mengatakan Jung Hye Ryun itu anak Jung Jin Chul yang mengirim ibunya ke Lembaga Forensik Psikiatri Kementerian Kehakiman. Koo Ji Hye adalah perawat kasar yang mengurus ibunya. Terakhir Hyung Joon karena ikut campur. Kang Woo mempertanyakan jika kejadian tiga tahun lalu balas dendam untuk ibu Je Soo, lalu sekarang pikirmu kamu hebat dengan menciptakan situs itu dan membunuh polisi. Je Soo mengatakan kalau perbuatan kalian sia-sia. Ia ingin menyampaikan betapa pentingnya semua pembunuhan yang ia lakukan. Kang Woo mempertanyakan apa tujuan Je Soo kemari. Je Soo hanya tersenyum. Kwon Joo berpikir kalau mata dan napasnya tenang dan stabil. 

Kwon Joo mempertanyakan apa semua insiden sebelumnya ulahmu sendiri. Bagaimana kamu mampu membeli peralatan di gudang. Je Soo mengatakan kenapa kammu ingin mengetahuinya. Kang Woo mengatakan kalau Je Soo selama ini tinggal bersama mayat ibunya. Sepertinya tubuhnya dibalsam. Je Soo mengatakan kalau ia di sini bukan karena kalian tidak kompeten aku menyerahkan diri. Jangan lupa bahwa ia bisa lolos jika mau. Kang Woo kehilangan kesabarannya. Ia mengatakan kalau yang terkeji dari Je Soo adalah mengumpulkan potongan tubuh manusia dan menyerang luka hati seseorang. Kamu buat hidup mereka seperti mimpi buruk. 

Seorang pria memakai masker berpura-pura sebagai pengantar makanan. Dia masuk ke dalam kamar mandi. Choon Byung dan rekannya melihat Jaksa Ha datang. Kwon Joo menduga kalau alasan Je Soo kesini untuk bertemu Kang Woo secara langsung. Je Soo mengatakan kalau ia tahu Kang Woo. Ia berkomentar kalau Kang Woo tidak ingat atau pura-pura tidak ingat.  Jaksa Ha masuk ke ruang introgasi. Ia mengatakan akan bicara empat mata dengannya. Ia akan menentukan dakwaan untuknya.


Seo Yool mengatakan kepada Eun Soo ia memeriksa basis data Menteri Pertahanan Nasional. Dia ikut serta di Operasi Victoria dan meraih medali. Dia juga ahli seni bela diri. Ia khawatir kita celaka jika kurang waspada. Ia juga memeriksa alamat IP Departemen Mandal. Dia mengakses internet dan memeriksa cetak biru Kepolisian Poongsan. 

Eun Soo memberikan semua data tentang Je Soo kepada Kang Woo dan Kwon Joo. Ia mengatakan kalau Je Soo memeriksa cetak biru kantor kita. Juga mencari surat perintah penahanan. Ia menambahkan kalau Je Soo ahli dalam berpedang dan seni bela diri mematikan. 

Choon Byung dan timnya membawa Je Soo. Je Soo mengatakan kalau ia ingin ke toilet. Lalu Choon Byung meminta rekannya mengawasi di toilet. Dua orang petugas mengawasi Je Soo. Je Soo mengambil gunting. Kwon Joo mendengar suara benda logam tajam berbenturan. Ia memberitahu Kang Woo kalau ada suara dari kamar mandi dekat lorong. Seperti suara pisau atau gunting mengenai baja. 


Je Soo selesai salah seorang petugas membuka borgol dan meberikan pisau. Petugas itu menyerang petugas lainnya. Petugas itu mengembalikan gunting. Dan Je Su menusuk petugas itu. Je Soo menyerang semua petugas termasuk Gwang Soo. Ia menghampiri Choon Byung dan melukai lehernya. Kwon Joo, Kang Woo, Joong Ki dan Jaksa Ha datang. 

Kang Woo dan Kwon Joo mencoba mengejar Je Soo. Kang Woo mengatakan kalau Je Soo sudah ganti pakaian. Mereka melihat Je Soo, Kang Woo menembak Je Soo dan mengenai tangannya. Kang Woo terus menembak. Mereka turun dan mencoba mengejar, namun tidak terkejar. Kang Woo meminta agar memeriksa semua rekaman CCTV di sekitar kantor. 


Eun Soo mengatakan kepada Kang Woo dan Kwon Joo kalau ia merasa orang yang ia temui anggota atau administrator Dokter Fabre. Di antara materi terkait almamater Heo Soo Ji, ada foto pria yang ia temui saat ia pergi untuk konsultasi pengacara di pusat perbelanjaan. Namanya Lee Jae Yi. Dia banyak terlibat kasus penyerangan akibat pengendalian kemarahan. Petugas yang membetulkan lift juga masuk ICU karena di serang waktu itu. Ada dua murid di sekolah itu yang catatan akademisnya lenyap. Jika dugaan benar, salah satunya Je Soo. Dan satu lagi administrator lain di komunitasnya yang paling dekat dengan Je Soo. Ada foto di buku tamu sekolah itu yang diunggah. Ada murid dengan julukan Belalang Sembah dan ingin menjadi pembalap. Nama keluarganya Kwak. Ia menambahakan sekitar pukul 17.10 ada hatchback kuning di jalan Agensi yang terekam CCTV. Eun Soo menyebutkan nomor polisinya. Kang Woo sadar dugaannya benar, dan itu mobil Dok Ki. 

Kang Woo mengatakan kepada Kwon Joo saat ia dijebak dan hilang kesadaran botol obatnya kosong. Padahal ia yakin pilnya masih ada pagi itu. Saat itulah ia mulai mencurigai Dok Ki. Dia tahu ia selalu membawa pil. Hanya Dok Ki yang tahu itu. kang Woo meminta Eun Soo melacak Dok Ki. Eun Soo mengatakan kalau Dok Ki ada di dekat Pantai Wangil Poongsan. 

Je Soo mengatakan kepada ibunya kalau di sini tenang, “Ibu menyukainya bukan?” Rumah yang lama berisik dan penuh serangga. Ia meminta ibunya jangan khawatir karena ia akan melindungi ibunya. 

 
Kwon Joo dan Kang Woo bergegas pergi. Kang Woo mengatakan kalau ia pandai mengemudi. Dalam perjalanan di mobil Kang Woo mengatakan ia akan berhati-hati jadi perjalanannya lama. Kwon Joo mengatakan kalau Je Soo terobsesi dengan Kang Woo karena cemburu dan merasa rendah diri. Jika benar Je Soo mengumpulkan data pribadi Kang Woo selama tiga tahun, dia berharap Kang Woo menjadi kriminal. Kalian berdua polisi, masa kecil berat. Orang dengan kebencian yang mendarah daging mungkin akan melakukan kejahatan yang sama. Eun Soo mengatakan kepada Kwon Joo kalau melalui CCTV ia menemukan mobil Dok Ki memasuki kompleks vila di Pantai Wangil. 


Kang Woo dan Kwon Joo melihat mobil Dok Ki dan Dok Ki. Namun Dok Ki kabur setelah melihat Kwon Joo dan Kang Woo. Kang Woo melaporkan kalau Dok Ki lari dari kompleks vila. Kwon Joo dan Kang Woo menyisir vila tersebut. Kwon Joo menemukan rakitan bom. Ia juga melihat di layar laptop dan berkomentar kalau ini profil pembunuhan di bawah 12 tahun. Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau ia mendengar suara gelas jatuh di lantai atas. Mereka ke lantai atas. Mereka menemukan mayat ibu Je Soo. Kang Woo dan Kwon Joo menyisir tempat itu lagi. Namun sayang mereka kehilangan Je Soo lagi. 


Kang Woo memukul Dok Ki. Dok Ki mengatakan saat ia dikucilkan, dia menjadi temanku. Dia terus mengajakku bicara. Dia teman yang istimewa baginya. Apapun kata orang, dia seperti keluarga baginya. Ia minta maaf telah menipu Kang Woo. Joong Ki meminta agar Kang Woo tenang. Je Soo melihat dari kejauhan. Kang Woo berteriak, “Celurut yang kamu suruh memata-matai berada di gengamanku. Jika kamu tidak keluar, aku bilang akan menghabisi ibumu.”

Tiba-tiba Je Soo melihat Kang Woo membawa api dan berteriak, “Sembunyilah dengan hati-hati seperti celurut. Sebagaimana kamu membunuh kawanku, aku pun akan menghabisi ibumu. Kang Woo membakar ruangan itu. Je Soo berkomentar,”Kosuke, akan kuhancurkan kamu hingga berkeping-keping. Tunggu saja,” Ia menggengam erat tangan yang membawa gunting sampai terluka.

Monday, 17 September 2018

Sinopsis Voice 2 Episode 11-2



Kwon Joo dan timnya datang bersamaan dengan Je Soo dan anak buahnya pergi. Seo Yool mengatakan kepada timnya kalau mereka baru saja pergi. Ia mengatakan kalau mereka bertiga. Mereka memasukkan jarinya ke ice box. 

Eun Soo yang mendapat kabar itu dari Kwon Joo kaget. Kwon Joo meminta agar memasukkan ke daftar buruan semua mobil yang parkir di tempat Mes Poongsan dan pergi antara pukul 10.10 hingga 10.30. Eun Soo memerintahkan rekannya agar memeriksa CCTV. Namun ia mendapat kabar kalau kameranya mati sejak pukul 10.05. Eun Soo melaporkan kepada Kwon Joo kalau pelaku mematikan CCTV di Mes Poongsan. Kami tengah memeriksa kamera jalan. Kang Woo tiba di area TKP.



Je Soo sampai di rumah, ia di depan kamar ibunya. Ia minta maaf atas kejadian tadi. Ia mengatakan rencananya berjalan lancar. Ia mengatakan kalau kita harus pindah. Itu tempat yang ingin dikunjungi ibunya. Flashback, saat itu mereka bersenang-bersenang berdua. ibu Je Soo bangga sambil melihat hasil rapor anaknya yang bagus. Ia meminta bantuan pasangan yang lewat untuk memfoto ia dan Je Soo. 



Dokter mengatakan jarinya harus didapatkan tanpa kerusakan jaringan dengan batas waktu enam jam agar bisa disambungkan. Sebelum masuk ke Ambulance, Seo Yool mengatakan kalau ia malu sekali. Dia bilang aku bekerja sebagai polisi untuk menyombong. Dia perlakukan aku seperti pengecut. Seharusnya ia menyangkal itu tidak benar. Tapi ia takut bicara, itu sangat mengecewakan. Ia meminta agar menangkap pelakunya. Kwon Joo mengatakan jangan khawatir, ia pasti akan menangkapnya jadi jarimu akan tertolong. 

Eun Soo melaporkan kepada Kwon Joo kalau ada tiga orang keluar dari sana. Divisi Patroli melacak mereka, namun bukan mereka pelakunya. Ia mempertanyakan apa Seo Yool baik-baik saja. Kwon Joo mengatakan kalau kita harus menangkap mereka dan menemukan jari yang putus. 


Je Soo mengeluarkan semua kotak bergambar bintang dari lemari es dan mengepaknya. Ia menatap Hong Soo yang ia taruh di kursi. Lalu ia mendapat pesan dari pria bertongkat yang mengajaknya bertemu di tempat biasa. 


Choon Byung menghampiri Kang Woo. Ia mengatakan kalau Kang Woo seharusnya lebih cepat membuka diri. Sehingga tidak ada kesalahahpahaman. Ia minta maaf kepada Kang Woo. Ia juga minta agar membantu menemukan Hong Soo. Kang Woo mengiyakan dan meminta Choon Byung jangan khawatir.

Kwon Joo menghampiri Kang Woo meminta Kang Woo memasang radionya. Eun Soo melaporkan kalau ia baru saja menghubungi Jo Hee Sun. Dia mengaku bebas narkoba. Tapi dia menabrak seorang perawat. Perawat itu menyuntikkan sesuatu. Dia mengenal sebagian perawat di sana, tapi perawat itu asing. Kwon Joo ingat ia mendengar suara langkah kaki wanita di ruang mesin dekat tempat parkir. Lalu ketika Seo Yool mengatakan kalau seorang pelaku menelepon dan mengatakan kalau misi tuntas. Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau pelakunya empat orang bukan tiga. Pasti ada yang mematikan kamera CCTV dan lift untuk membantu pelaku. Ia menduga kalau wanita itu yang menyuntik Hee Sun. Eun Soo menambahkan kalau Hee Sun mengatakan ada lukisan laba-laba di kuku wanita itu. Kang Woo ingat kalau wanita di restaurant mengatakan tentang shimmani. Ia juga melihat kuku wanita itu ada gambar sarang laba-laba. Ia menduga kalau itu wanita di restaurant. Ia meminta Kwon Joo segera melacaknya. Kwon Joo meminta agar Eun Soo melacak wanita itu.

Je Soo mengatakan kepada pria bertongkat agar bersabar dan tidak membuat gaduh. Pria bertongkat mengatakan kalau manusia makin tua makin mudah gelisah. Dunia ini sangat berisik. Ia minta maaf kepada Je Soo. Ia hanya khawatir Je Soo terlalu menghasut Kosuke. Doctor Fabre dan kita menjalin hubungan simbiosis. Je Soo mengatakan kalau ia penguasa Doctor Fabre. Kamu Cuma serangga yang hidup dari remah-remah. Mengenai Kosuke, itu tidak berkaitan denganmu. Saking asyiknya, ia sulit berhenti. Jangan kurang ajar dengan menasehatiku. Diam dan bersabarlah. Pengawal mengatakan sepertinya menggunakan bahasa Jepang yang membuat Je Soo kesal. Je Soo menghabisi pengawal itu. Bahkan ia menusuk kedua pengawal itu. Pria bertongkat melihat kejadian itu dari dalam mobil.
Kwon Joo kembali ke ruangan. Eun Soo memberikan berkas dan mengatakan kalau wanita itu pemilik restaurant tersebut bernama Heo Soo Ji. Dia mantan asisten perawat di departemen psikiatri tempat Ho Min bekerja. Kwon Joo segera melaporkan itu kepada Kang Woo. 

Kang Woo dan timnya sampai di restaurant. Mereka memastikan kalau wanita itu memiliki gambar laba-laba di kukunya. Petugas mengatakan kepada Kwon Joo kalau Choo Hye Jung menunggu. Ia meminta agar petugas mengantarnya ke ruang pertemuan. Tim Kang Woo berhasil membekuk Soo Ji, namun Soo Ji bunuh diri dengan menggigit kalungnya. Mereka menduga di kalungnya menyimpan potasium sianida. Soo Ji mengatakan kalau pelaku mengatakan Kang Woo sama seperti kami. Soo Ji akhirnya tidak sadarkan diri.


Hye Jung mengatakan kepada Kwon Joo kalau ia menelepon Hong Soo sehari sebelum ulang tahunnya. Kami berniat makan malam di rumah. Namun Hong Soo tidak muncul. Suara Hong Soo saat itu terdengar aneh. Ia menelepon 20 menit kemudian, namun ponselnya mati. Kwon Joo mempertanyakan jadi dia mengungkit pertemuan pertama dengan Hyung Joon. Kang Woo memberitahu Kwon Joo kalau Soo Ji bunuh diri di lokasi. Mereka memakai serangga sebagai nama samaran. Ia sekarang ingat topeng pelaku ada ukiran laba-laba. Ketika Kwon Joo mengatakan laba-laba. Lalu Hye Jung ingat saat itu Hyung Joon membawa seorang murid SMA. Murid itu korban kekerasan rumah tangga. Murid itu membawa seekor laba-laba. 

Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau ia menemui kekasih Hong Soo. Mungkin saja pelakunya bertemu Hong Soo dan Hyung Joon 15 tahun lalu. Saat itu dia masih SMA dan mungkin korban kekerasan dalam rumah tangga. Kang Woo meminta Kwon Joo memeriksa kasus yang ditangani Hyung Joon berkaitan dengan anak SMA. Kwon Joo meminta Eun Soo untuk menyelidikinya. Kwon Joo berterima kasih kepada Hye Jung. Hye Jung mengatakan kalau Hong Soo terpuruk saat Hyung Joon meninggal. Katanya karena ia membencinya. Ia meminta agar menemukan Hong Soo. 

Eun Soo mengatakan kalau ia menemukan satu kasus yang cocok. Ia memberikan berkas itu kepada Kwon Joo. Saat itu mereka mendengar suara musik paduan suara saat patroli di Saemyungdong. Mereka melihat remaja SMA yang hanya memakai celana dalam di rendam air panas. Itu karena nilai ujiannya jelek. Tindakan ini berulang karena banyak bekas melepuh di sekujur tubuhnya. Ibunya, Ibu Kim memiliki luka bakar di wajahnya. Bahkan setelah Bu Kim ditahan, dia bilang anaknya jahat dan harus dihukum. Namun anaknya selalu membela ibunya. Dia bersikap agresif terhadap polisi. Kwon Joo meminta agar Eun Soo melacak Je Soo dan mencari tahu pekerjaannya. Eun Soo mengatakan kalau Je Soo adalah penjaga pantai. Dia bekerja di Departemen Mandal. Dia tinggal di Apartemen Eoro. Kwon Joo ingat kalau ia pernah bertemu Je Soo. 

Kwon Joo melaporkan kepada Kang Woo kalau siswa SMA yang diselamatkan Hyung Joon adalah pelaku yang kita cari. Kang Woo dan timnya segera menuju Apartemen Eoro. 


Mereka sampai di rumah Je Soo, mereka berkeliling. Lalau Kang Woo mendobrak kamar ibu Je Soo. Mereka mencium bau aneh. Joong Ki mempertanyakan apa ini bau mayat. Foto Je Soo dan ibunya hilang. Mereka mencium bau terbakar. Ternyata ruang di basemen milik Je Soo kebakaran. Mereka masuk ke ruangan itu. mereka menemukan kulkas namun kosong. Lalu ada ice box, Kang Woo mengambilnya. 

Gwang Soo mengatakan kalau pintunya terbuka. Joong Ki meminta hati-hati karena firasatnya tidak enak. Kwon Joo mengatakan kalau ini mungkin jebakan. Karena di desak waktu Kang Woo akan membuka ice box tersebut.


Je Soo ke kantor sambil membawa ice box dan mengatakan ingin bertemu dengan Kang Woo dan Kwon Joo. Petugas curiga karena Je Soo tidak mengatakan apa yang dibawa di kotak. Petugas meminta Je Soo mengangkat tangan. Petugas melaporkan kalau ada pria brseragam penjaga pantai membawa ice box dengan bercak darah ingin bertemu Kang Woo dan Kwon Joo. Je Soo mengangkat kedua tangannya. Kwon Joo mendengar laporan petugas. Choon Gyung dan timnya berlari menghampiri mereka. Choon Byung meminta rekannya memeriksa isinya. Mereka terkejut karena isinya jari manusia. Je Soo mengatakan agar bilang ke kedua orang itu kalau ia meyerahkan diri. Kwon Joo mempertanyakan namanya. Petugas mengatakan kalau ia mau menyerahkan diri. Di seragamnya tertulis, “Bang Je Soo.” Kwon Joo melaporkan kepada Kang Woo kalau Je Soo menyerahkan diri. 

Komentar:

Aaa pasti gak bakalan semudah ini.....makin keren.




Sinopsis Voice 2 Episode 11-1


Kang Woo melepaskan Kwon Joo dan berlari untuk mengejar Je Soo. Namun ia ditangkap oleh Choon Byung dan teamnya. Ia meminta Kwon Joo agar menangkapnya. Kwon Joo mengajak Joong Ki dan Gwang Soo untuk mengejar pelaku. Mereka berkeliling dan bertanya kepada warga yang melihat kejadian tersebut. Namun mereka tidak tahu pria yang dimaksud. 


Seorang wanita berkomentar kalau ia tidak menyangka Seo Yeol kesulitan walau memakai program yang kuat. Seo Yool mengatakan kalau firewall ini sangat kuat dan situsnya akan nonaktif. Jika banyak upaya akses yang mencurigakan. Wanita itu mengatakan jika ada fitur nonakif otomatis, teknik brute-force juga tidak akan berfungsi. Ia mempertanyakan alat peretas yang dibeli BIN dari Italia secara diam-diam. Ia mengatakan kalau baru saja memperolehnya. Seo Yool mengatakan kalau itu sudah lama diluncurkan, apa itu akan efektif. Wanita itu mengatakan kalau ia sudah memperbaruinya. Seo Yool meminta agar mengirimkan kepadanya sekarang. Akhirnya Seo Yool dapat masuk ke situs itu. Ia melihat ada informasi pribadi team Golden Time. Setelah melihat lebih jauh ia semakin kesal dan mengatakan kalau dia benar-benar gila. 


Je Soo kembali ke ruangannya, ia kesal dan segera mematikan perangkat tersebut. Ia berkomentar beraninya hama itu, boleh juga mereka. Je Soo menerima pesan dari pria bertongkat yang mempertanyakan tentang keributan yang terjadi. Je Soo membalas kalau situasi tidak terduga biasa terjadi. Pria bertongkat membalas mengatakan mengenai telinga Kwon Joo, ada seseorang yang tertarik dengan hal-hal aneh. Je Soo membalas kalau keinginan tidak selalu terkabul, itu juga tidak tertulis di kontrak. Pria bertongkat mengatakan kalau ia tidak berniat merusak suasana hati Je Soo, kami hanyalah pendukung setia Je Soo yang menghormatimu. Selain itu waktunya tinggal sedikit.
Tiba-tiba ibu Je Soo masuk. Ia mengatakan kalau kerja keras Je Soo belakangan ini menurun. Ia berkomentar kalau Je Soo menjadi malas karena tidak di hukum belakangan. Ia mengingatkan untuk bertahan di dunia yang kompetitif ini Je Soo harus berusaha lebih agresif dari yang lain. Je Soo mengatakan kalau ia sudah katakan jangan khawatir. Ia sudah kesal karena hama ini kenapa ibunya menambah tekanan. Ibu Je Soo mengatakan apa Je Soo membangkang kepada ibumu. Ia berusaha mendidik Je Soo untuk menjadi orang baik. Namun darah terkutukmu tidak bisa hilang. Orang sepertimu seharusnya tidak pernah dilahirkan. Je Soo mengatakan agar ibunya diam. Jika ibu masih seperti ini, ia tidak akan tinggal diam pada ibunya sekalipun. Ia meminta agar ibunya jangan berisik jika tidak ingin celaka. 

-Episode 11, Era Kebencian-

“Rasa hormat lahir dari sikap pengertian. Kebencian dan kehinaan lahir dari kesalahpahaman melawan kebencian. <Against Hate>”


Di telpon Komisaris mempertanyakan kalau orang yang Kwon Joo buru selama ini sungguh ada. Kwon Joo menjelaskan kalau pria berjas hujan yang menyusup ke rumah Kang Woo memalsukan TKP. Datanya terekam di kamera. Orang yang didalam koper dipastikan Kang Woo. Kasus Ho Min juga rencana pelaku untuk memfitnah Kang Woo. Dari CCTV kamar Ho Min, mulanya ada tiga dokter yang masuk ruangan. Tapi saat keluar walau ada selang waktu totalnya empat orang. Pelakunya menunduk jadi wajahnya tidak terlihat. Dia bersembunyi di kamar Ho Min sejak awal. Pelaku menaruh kebencian yang kuat terhadap Kang Woo. Pelaku mengelola situs web di Dark Web. Di luar negeri itu tempat para kriminal melakukan kejahatan keji mengelola situs web sadis. Di Jepang itu menjadi isu sosial besar karena mereka mengorganisasi ujaran kebencian. Mayoritas mengumpulkan dana dari uang virtual. Jaringan komunikasi mereka dibatasi oleh kata sandi hingga sulit terlacak. Saat ini Seo Yool sedang berusaha menginvestigasi. Komisaris mengatakan kalau ia akan emngambil tindakan. Ia meminta agar menjelaskan lebih lanjut di Agensi Kepolisian. Kwon Joo berterima kasih. 


Kwon Joo menghampiri Kang Woo. Akhirnya Kang Woo menjelaskan semuanya kepada Kwon Joo. Ia lahir di Jepang, ayahnya seorang sopir taxi. Keluarga mereka hidup bahagia. Lalu ada seorang gadis jepang yang selalu bermain bersamanya. Namanya Miho, dia putri seorang pengacara di sekitar rumahnya. Flasback, saat bermain petak umpet, Kang Woo mencari Mi Ho. Namun ia menemukan sepatu yang berlumur darah. Kang Woo mengatakan kalau sejujurnya ia tidak ingat jelas kejadian hari itu. yang ia ingat ada berita bahwa ayahnya membunuh anak kecil dan ia yang membantunya. Dua bulan setelahnya, ayahnya dihukum mati dan setiap hari bak neraka bagi keluarganya. Kakaknya dibunuh oleh kelompok anti-Korea. Akibatnya ia sering kehilangan kesadaran. Ibunya membawa ia pergi dan kabur ke Korea. Ia khawatir menjadi seperti ayahnya. Ia pun menjadi polisi untuk mencari jati dirinya. Jika pernah menjadi sasaran kebencian, kita akan merasa takut pada orang asing. Ia juga kesulitan berinteraksi jadi ia belajar mengurus semuanya sendiri. Hyung Joon adalah orang pertama yang mendekatinya. Lalu suatu hari kesadarannya mulai hilang lagi. Seseorang memanfaatkan masa lalunya dan membunuh Hyung Joon. Untuk menguak kebenaran ia menyelinap ke ruang bukti dan mencuri gunting itu. ia menginvestigasi kasus sendiri. Akhirnya ia bergabung denag tim Kwon Joo. Kebenarannya masih belum terungkap. Tapi pria yang baru pertama ia lihat itu berusaha menyeretnya ke sumur kotor itu lagi. Kwon Joo mengatakan kalau ia ingin mengulurkan tangannya untuk suara terkecil pun yang butuh bantuan. Karena itu ia membentuk Tim Golden Time. Walau ada kendala, ia tidak pernah meragukan kejujuran Kang Woo sejak awal. Yang bisa kita upayakan saat ini adalah menangkap pelaku secepatnya. Jangan sampai ada korban berjatuhan lagi. Kamu tidak sendirian lagi menghadapi ini. 


Joong Ki dan Gwang Soo datang menghampiri Kwon Joo dan Kang Woo. Tiba-tiba Dok Ki juga datang. Kang Woo akhirnya pergi bersama Dok Ki. Joong Ki mengatakan kalau Kang Woo tidak mengemudi karena takut kesadarannya hilang dan menyakiti orang lain. Gwang Soo mengatakan kalau ia menanyai beberapa orang, namun semua fokus ke atap. sehingga tidak ada yang melihat pelaku. 

Seorang wanita turun dari mobil, ia mengirim pesan kepada Je Soo kalau Seo Yool sedndirian di kamarnya. Je Soo membalas agar mulai membasmi hama. Wanita itu masuk ke sebuah ruangan dan mematikan aliran di ruang mesin.


Dok Ki dan Kang Woo di mobil. Dok Ki memberikan obat Kang Woo. Kang Woo ingat saat sebelum hilang kesadaran ia yakin obatnya masih tersisa. Dok Ki mengatakan kalau Kwon Joo peduli dengan Kang Woo. Kang Woo mengingat wajah pelaku, ia yakin tidak mengenalnya.

Je Soo dan dua anak buahnya ke ruangan Seo Yool. Seo Yool melaporkan kepada Kwon Joo kalau itu situs yang jahat. Ada ruang bernama, “Hama Tim Golden Time.” Bahkan ada informasi pribadi semua anggota. Ia masih meretas kodenya dan perlu menyelidiki lebih lanjut. Namun sejauh ini tampaknya anggotanya banyak. Dari skalanya servernya pasti mahal. Ia paham kenapa dia menyelidiki kita sepenuhnya. Tentang radio tim kita dan Kepolisian Poongsan masih dalam uji coba. 
Ada fungsi komunikasi dua arahnya, mereka memanfaatkannya. Jika bisa menonaktifkan sistem pencegahan peretasan radio dan mendengarkan suara latar belakang dari radio walkie-talkie bisa berfungsi seperti penyadap. Pasti dia memasang jaringan penyadap di rumahnya dan selalu mendengarkannya. Kwon Joo meminta agar Seo Yool kembali dan bekerja sama dengan Tim Siber. 


Tiba-tiba tiga orang masuk ke kamar Seo Yool, mereka merusak CPU dan memukul Seo Yool. Je Soo bahkan mengancam dengan gunting besar. Je Soo mempertanyakan jari mana yang akan menyulitkan Seo Yool. Je Soo meminta agar Seo Yool bicara dengan Kwon Joo, ia membiarkan Seo Yool bicara dengan Kwon Joo. Seo Yool mengatakan, “Mereka...” Kwon Joo sadar kalau pelaku ada di sana. Je Soo mengatakan kalau telinga Kwon Joo tajam. Ia mempertanyakan jari mana yang menyulitkan jika putus. Ia memberikan waktu tiga menit. Jika bisa ke sini dalam tiga menit sepuluh jarinya akan utuh. Jika terlambat sedetik pun, dia akan ku penggal. Kwon Joo memberitahu Kang Woo dan meminta Kang Woo kesana.


Je Soo menghampiri Seo Yool dan menggelengkan kepalanya, ia menyuruh agar anak buahnya memotong jarinya. Je Soo mengatakan kalau Seo Yool bekerja bukan untuk menyelamatkan orang lain. Ia mengatakan bukankah jika Seo Yool masuk Tim Golden Time karena ingin menyombongkan ke teman-temannya. Je Soo pergi, anak buahnya memotong jari Seo Yool. Salah satu anak buah Je Soo menelepon wanita tadi dan mengatakan kalau misi tuntas. Wanita itu kembali menyalakan aliran CCTV tersebut.