Thursday, 21 March 2019

Sinopsis Doctor Prisoner Episode 2

Di rs pasien kecelakaan datang. Yi Je menangani salah satu pasien kecelakaan. Ia sadar kalau pria yang ia tangani seseorang yang ia kenal. Ia memanggil ayah Ha Eun agar sadar. Akhirnya pria itu sadar. Pria itu mencari istrinya. Namun Yi Je meminta agar diobati dulu, ia akan mencari dan mengobati istrinya. Pria itu mengelak akan turun. Yi Je mengatakan ia akan mencari Ha Eun dan istrimu dan mengobati mereka. Kamu harus ditangani dulu. Tiba-tiba pria itu mengalami serangan jantung, Yi Je mencoba memberi pertolongan namun nyawanya tidak tertolong. Yi Je mengatakan ia akan mengumumkan kematiannya ketika istrinya Lee Young Hee datang.


Tiba-tiba Young Hee datang, ia menangis melihat suaminya. Sampai-sampai Young Hee pingsan. Yi Je mengatakan Young Hee pingsan, ia melakukan intubasi. Yi Je melihat rekam medis Young Hee. “Edema serebral, peningkatan massa otak dengan benturan.” Ia memeriksa mata Young Hee, ia mengatakan papiledema. Ia meminta segera menghubungi ahli bedah saraf dan dokter kandungan. Namun ternyata seluruh dokter saraf sedang melakukan operasi. Yi Je meminta agar dibawa ke ruang tindakan darurat. Jika tidak melakukan EVD (External Ventricular Drainage) bukan hanya dia, tapi bayinya juga meninggal.


Yi Je mengoperasi Young Hee. Di tengah operasi tiba-tiba rekannya mengatakan kalau ada pria yang berulah ingin bertemu dengan Yi Je. Yi Je mengatakan kamu tidak lihat ia sedang melakukan operasi ventrikulostomi. Ia akan menyelesaikan ini dahulu. Tiba-tiba Jae Hwan masuk dan mengatakan kalau Jae In adalah model. Ia meminta agar mengobati adiknya karena Yi Je dokter terbaik di rs ini. Yi Je melihat rekam medis dan baik-baik saja. Ia akan melanjutkan operasi, namun Jae Hwan menarik baju Yi Je dan mengatakan kamu bercanda. Ia mengatakan kalau dahi adiknya tergores. Yi Je mengatakan kalau dia hanya luka kecil. Jae Hwan mengatakan kakeknya yang mendirikan pusat ini, ia adalah anak dari ketua direktur rs. Yi Je meminta agar keluar dari ruangan ini. 

Akhirnya mereka keluar, Yi Je melanjutkan operasi Young Hee. Tiba-tiba atasanya datang dan memintanya bicara, ia menambahkan kalau ia melihat operasinya berhasil. Yi Je meminta agar memanggilnya jika terjadi sesuatu. 

Yi Je bersama atasannya menemui Jae Hwan dan Jae In. Yi Je mempertanyakan kepada Jae In apa ada yang salah. Yi Je mengatakan jika tidak ada urusan lain ia akan kembali ke ruang operasi. Jae Hwan mengatakan jika melangkah lagi ia akan memastikan kariermu hancur. Yi Je mengatakan ganggu aku sekali lagi, maka ia akan memenjarakanmu karena melanggar hukum. 

Di ruang operasi Yi Je mempertanyakan apa yang terjadi. dokter mengatakan begitu Yi Je pergi dia mengalami serangan jantung. Yi Je kesal karena seharusnya memanggilnya jika terjadi sesuatu. Yi Je mencoba menyelamatkannya namun nyawanya tidak tertolong. 


Yi Je duduk terdiam sendirian. Tiba-tiba Jae Hwan menghampirinya. Ia mempertanyakan apa yang terjadi jika pasien meninggal karena malapraktik, surat izin kedokteranmu akan dicabut bukan. Yi Je mempertanyakan kamu tahu orang yang menyebabkan kematiannya. Jae Hwan mengatakan ia tidak peduli. Yang jelas kamu tidak menyelamatkan siapa pun. Entah itu pasienmu atau dirimu. Tiba-tiba polisi datang menangkap Yi Je atas tuduhan malapraktik. Jae Hwan mengatakan ia juga tidak mau bertindak sejauh ini, tapi kemarin ia geram karena orang gila. Ia juga mengetahui kakak sialanku itu mengincar yayasan rs ini yang seharusnya ia warisi. Lantas ia harus bagaimana, setidaknya ia harus menyelamati kakaknya. Yi Je mengatakan pikirmu bisa mengalahkanku semudah itu. Jae Hwan mengatakan bagaimanapun tidak ada orang yang sempurna. Kamu bertindak dan mengubah tanggal operasi ibumu. Kamu juga melakukan banyak operasi yang tidak dizinkan rs. 


-2019-

Yi Je di mobil mendengarkan berita direktur pelaksana Lee Jae Hwan telah dijatuhi hukuman tiga tahun karena memiliki dan menggunakan sabu-sabu dan dipindahkan ke Lapas Seoul Selatan. Yi Je menerima telepon dari Jung Hee. Jung Hee mengatakan kamu pasti sudah melamar untuk posisi direktur medis karena Jae Hwan. Yi Je mengatakan mari bekerja sama jika kamu penasaran. Jung Hee mempertanyakan kamu membebaskanku untuk melakukan ini. Yi Je mengatakan ia harus mengurus sesuatu, ia akan menghubungimu lagi. 


Yi Je sampai di lapas, ia disambut oleh Ham Gil Seon dari perawatan medis dan Bok Hye Soo apoteker di perawatan medis. 


Jae Hwan dalam perjalanan menuju lapas. Di kantor Cheol Min mengatakan kalau Yi Je direktur medis berikutnya pengganti dokter Sun. Ia memperkenalkan diri sebagai ketua keamanan. Terlihat di sana juga ada Kim Man Cheol. Cheol Min mempertanyakan Anda bukan Choi Do Hoon. 


Di sana terlihat ada direktur medis Sun Min Sik. Cheol Min mengatakan banyak dokter langsung berhenti karena mengira gaji dari kami sesuai harapan mereka. Yi Je mengatakan ia melamar pekerjaan ini bukan karena uang. Kalian tidak bisa memperkerjakan aku sebagai direktur medis karena kalian sudah memilih orang lain secara internal, atau ada alasan lain. Cheol Min mengatakan bukan itu masalahnya. Yi Je mengatakan ia lega mendengarnya, sepertinya hanya ia yang melamar. Tidak ada alasan ia tidak mendapatkan pekerjaan ini. Ia pamit pergi. Ketika Yi Je akan pergi Min Sik mempertanyakan apa kita pernah bertemu, namamu sangat familier. Yi Je membenarkan, ia pernah dipenjara di sini. 


Tiba-tiba mobil yang membawa Jae Hwan berhenti di depan lampu merah. Namun petugas merasa ada yang aneh dengan lampu merah itu. Terlihat waktu beberapa detik lagi, seorang pria bersama pria di samping bersiap memakai sabuk pengaman. Sepertinya mereka sudah tahu apa yang akan terjadi.


Tiba-tiba sebuah truk akan menabrak mobil tersebut. Dan mereka tabrakan tepat pukul 14.00. Jae Hwan bersusah payah keluar dari mobil. Tiba-tiba Yi Je datang. Jae Hwan yang belum jelas melihat siapa orangnya mempertanyakan kenapa lama sekali baru datang. 


Yi Je mendekati Jae Hwan, ia mengatakan kamu ingat aku. Jae Hwan mengatakan, “Na Yi Jae.” Yi Je menusukkan sesuatu ke badan Jae Hwan. 

Komentar:

Aa NGM akhirnya lihat drama yang kece lagi yang diperanin NGM setelah The Girl Who Sees Smells......

Sinopsis Doctor Prisoner Episode 1



Terlihat seorang tahanan wanita bernama Oh Jung Hee masuk ke sebuah ruangan. Seorang pria menyiapkan makanan yang mewah. Na Yi Je datang menghampiri Jung Hee. Jung Hee mempertanyakan apa dia yang akan membantuku bebas. Pria yang sepertinya bawahan Jung Hee mengiyakan. Jung Hee mengatakan begitu menerima surat penangkapan ia mengajukan semuanya seperti jaminan sakit, penangguhan eksekusi tahanan dan penundaan eksekusi. Ia mengajukan semuanya namun ditolak. Menurut jaksa yang bertugas, status kejahatanku terlalu buruk. 

Yi Je mengatakan jarang ada wanita memperkerjakan orang untuk membunuh wanita simpanan suaminya. Selain itu, memberikan penundaan eksekusi kepada orang seperti itu melanggar hukum nasional. Jung Hee tertawa, ia mengatakan karena itu ia membusuk di penjara ini. Katakan bagaimana kamu akan mengeluarkan aku dari sini. 

Yi Je mengatakan ia melihat diagnosis yang ditolak, “kanker hati, asma, penyebab stroke yang tidak diketahui, osteoporosis, refluks esofagus, berbagai penyakit saraf karena diabetes dan insomnia.” Mari tambahkan satu lagi. Jung Hee mempertanyakan apa itu. 

Yi Je mengatakan, “Fanconi Anemia.” Ini adalah anemia yang tidak bisa disembuhkan sejak lahir. Sederhananya gen bermutasi ini terkadang turun menurun. Ini menyebabkan kerusakan sel induk dan mungkin bisa menyebabkan leukemia. Jung Hee mengatakan sayangnya keluarga kami tidak punya penyakit turunan. Yi Je mengatakan bukankah kamu punya kerabat yang meninggal karena penyakit jantung. Seperempat pasien yang mengidap anemia ini bisa menderita penyakit jantung bawaan. Andai terlambat menjalani pengobatan, mereka pasti meninggal. 

Jung Hee mempertanyakan bagaimana kamu yakin kerabatku mengidap penyakit itu. Yi Je mengatakan kenapa ia harus yakin, siapa yang menyelidiki kematian seseorang yang meninggal 40 tahun lalu. Ia melihat jari Jung Hee dan mengatakan kelainan bentuk ibu jari itu juga merupakan gejala anemia ini. Jung Hee mengatakan ini karena ia bermain golf. Yi Je mengatakan itu tidak penting, entah karena penyakit keturunan atau bermain golf berlebihan. Kelainan bentuk tetap kelainan bentuk. 

Jung Hee mengatakan ia baik-baik saja selama setengah abad, bagaimana kamu akan menjelaskan ia mengidap kelainan bawaan. Yi Je mengatakan rupanya kamu menjalani pengobatan untuk kanker hati, 25 persen dari pasien semacam itu didiagnosis mengidapnya setelah mengetahui mereka menderita kanker. 

Jung Hee mengatakan maksudmu, selagi ia menjalani pengobatan kanker hati ia juga mengetahui bahwa ia mengidap penyakit ini. Ia mempertanyakan apa yang harus ia lakukan. Yi Je mengatakan tentu saja menghancurkan tubuhmu. 

Jung Hee mulai melakukan apa yang diperintahkan Yi Je. Yi Je mengatakan kalau mengidap katarak dan nistagmus adalah beberapa gejalan anemia. Yi Je memerintahkan agar mengurangi vitamin, beta-karoten, suplemen, dan makanan. untuk menekan jantung mengurangi mineral. Berhentilah mengonsumsi obat hipotiroidismu dan minumlah obat hipertiroidisme. Meningkatkan hipotiroidisme dan mengalami gangguan sistem endokrin. 


Jung Hee berjemur. Yi Je mengatakan bintik-bintik cokelat pada tubuhmu juga gejala utama. Kamu harus berjemur. Bekas berjemurnya harus bulat. Penderita juga mengalami memar dan mimisan. Tidurlah dua jam dalam sehari, turunkan jumlah trombositmu dengan menyiksa tubuh. Jung Hee mengikuti saran itu bahkan ia memukul-mukulkan kepala ke tembok dan menyiksa tubuhnya. Jung Hee akhirnya mimisan dan misinya berhasil. 


Jung Hee mengatakan kepada Yi Je ia sudah mengikuti semuanya, apa rencanamu soal inspeksi resmi. Yi Je memberikan pil dan mengatakan ini B-blocker. Ini akan menurunkan detak jantungmu seakan-akan kamu mengalami serangan jantung. Jung Hee mengatakan ia tidak akan mati bukan. Yi Je mengatakan kondisi itu akan aman asalkan kamu sadar tepat waktu. Jung Hee meminum pil itu. Jung Hee diinpeksi. Kepala departemen kriminal Jung Ui Sik memeriksanya. Ia berkomentar kamu berusaha keras bukan, sekarang apa penyakit turunan. Jung Hee diperiksa. Tiba-tiba ia mengalami mimisan. Petugas mengatakan kalau dia sudah pasti menderita penyakit itu. Ui Sik mengatakan ia tetap melarangnya keluar. Tiba-tiba Jung Hee terkapar mengalami serangan jantung. 


Jung Hee akhirnya ke rumah sakit. Ia di sebuah kamar rs dan terlihat sehat. Seorang dokter mengatakan kalau ia dan timnya senang melayani Jung Hee. Jung Hee merasa senang dan bebas. Ia melihat berita kalau direktur pelaksana Lee Jae Hwan didakwa atas penggunaan dan kepemilikan sabu-sabu dan akan di pindahkan ke lapas. Pengacaranya bersikeras bahwa dia harus dibebaskan karena pikirannya tidak waras, namun pengadilan tidak menerimanya. 


Jung Hee berkomentar bukankah dia putra pimpinan Lee Deok Seong bersama aktris itu. dokter membenarkan, dia menerima hukuman tiga tahun dan ditangkap di ruang sidang. Jung Hee berkomentar putra yang pengertian. Ia mempertanyakan dia dikirim ke mana. dokter lain mengatakan kalau lapas Seoul Selatan. Flashback, Jung Hee mempertanyakan kepada Yi Je apa yang Yi Je inginkan. Yi Je mengatakan ia ingin surat rekomendasi. Jung Hee membaca berkas yang diberikan, ia mengatakan perekrutan terbuka untuk direktur medis di Lapas Seoul Selatan. Ia hanya tertawa dan mempertanyakan kamu ingin melamar posisi ini dengan kemampuanmu yang hebat itu. Sebenarnya apa yang kamu inginkan. Yi Je mengatakan ia harus bertemu seseorang di lapas itu. Jung Hee mengatakan salah satu tahanan di sana. Yi Je mengatakan belum, tapi dia akan segera dipenjara di sana. Jung Hee sambil melihat berita itu berkomentar rupanya dia mengincar pria itu. 


-Tiga Tahun Lalu-

Seorang pria dan wanita di dalam truk. Pria itu memberikan makanan kepada wanita disampingnya. Wanita itu mengirim pesan kepada Yi Je kalau ia akan mengirimkan USG Ha Eun yang diselamatkan oleh Yi Je. Wanita itu menambahkan kalau Hae Eun akan lahir sebulan lagi. Yi Je membalas pesan wanita itu. Ia memuji kalau wajahnya seperti ibunya. Wanita itu menjelaskan kepada suaminya dengan menggunakan bahasa isyarat. Suaminya membalas dengan bahasa isyarat. Mereka terlihat bahagia. Yi Je meminta agar melahirkan di rsnya. Bahkan Yi Je mengatakan kalau bisa menggunakan diskon pegawai sehingga mereka tidak perlu membayar. Wanita itu mengatakan kepada suaminya dengan bahasa isyarat kalau Yi Je akan membantu mereka saat melahirkan Hae Eun. Suaminya mengatakan haruskah kita mampir ke rs membawa buah-buahan. 


Seorang dokter wanita menghampiri Yi Je dan mengatakan pembohong tidak ada penawaran keuntungan pegawai, kamu akan membayar tagihan mereka. Yi Je mengatakan jangan mengintip ponselku. So Geum membawa pasien ke UGD rs itu. ia mempertanyakan apa yang kamu minum dengan modafinil. 


Yi Je mempertanyakan siapa dia. Dokter wanita itu mengatakan sepertinya dia psikiater. Sepertinya pasien itu overdosis obat. Yi Je mengatakan kalau ia akan memeriksanya. Ketika akan memeriksa tiba-tiba atasannya datang dan memintanya bicara. Yi Je meminta dokter lain menaganinya. So Geum menyapa Yi Je. Yi Je membalasnya. Dokter wanita menyeret Yi Je dan mempertanyakan apa operasi gratis untuk tunawisma lagi. Atasan Yi Je meminta agar mengikutinya. So Geum hanya menatap dari kejauhan. 


Atasan Yi Je meminta agar menandatangani berkas itu. Yi Je mengatakan ini bukan operasi tunawisma kemarin. Atasan Yi Je mengatakan itu diagnosis untuk Anggota Kongres Jung. Kita harus mengirimnya nanti malam. Sudah kubilang sidang penundaan eksekusi akan diadakan besok pagi. Yi Je minta maaf tidak bisa menandatangani ini, Jung Min Je memang menderita kanker paru-paru. Namun jika dia mengidap kanker paru-paru stadium 3B sesuai diagnosis dokter lainnya seharusnya ditemukan tumor kanker pada kelenjar limfatik mediastinum. Tumor kankernya hanya ada di paru-paru jadi ini stadium 3A. Dokter lain kesal karena hanya Yi Je yang tidak setuju dan akhirnya atasan Yi Je meminta agar mereka keluar dari ruangan. 


Yi Je akan pergi, namun atasan Yi Je mempertanyakan mau ke mana. Kamu dengan senang hati membayari korban kecelakaan industri, mereka yang tidak punya asuransi dan tunawisma. Kita kuliah bersama-sama dan hanya meminta kamu menandatangani itu. Yi Je memanggil atasannya dengan sebutan kakak. Ia mengatakan ini berbeda. Pria ini berusaha mendapatkan penundaan eksekusi yang diberikan dengan diagnosis palsu ini. Atasan Yi Je mengatakan jika kita menandatangani ini, dia akan dirawat di kamar VIP kita. Dia akan membantu kita mengganti semua pengeluaran karena kamu mengoperasi tunawisma secara gratis. Yi Je mengatakan tetap saja ia merasa ini salah. 

Atasan Yi Je mengatakan bagaimana dengan ibumu, kamu akan membiarkannya meninggal. Ia mendengar kamu menunggu untuk dioperasi oleh dokter Jang kenapa tidak bilang. Kamu tidak tahu tumor dasar otak sangat berisiko. Bagaimana jika terjadi sesuatu selama kamu menunggu. Yi Je mengatakan setiap pasien harus segera ditangani. Atasan Yi Je mengatakan kamu sungguh gila. Ia sudah bicara dengan dokter Jang, segera bawa dia kemari. 

Yi Je memikirkan kata-kata atasannya sambil menatap berkas itu. Atasannya mengatakan dia masih masih menjabat pimpinan Komite Kesehatan dan Kesejahteraan dan dia akan dibebaskan sebelum pemilihan berikutnya. Dia berjanji akan membuat rs kita pusat trauma lintas wilayah sehingga kamu bisa mengobati tunawisma dan orang miskin sebanyak mungkin. 


Dokter wanita menghampiri Yi Je. Ia mengatakan apa pun isinya tandatangani saja. Tingkatkan saja jabatanmu maka kamu bisa memutuskan hal yang lebih besar. Kamu tidak bisa selalu memakai uangmu untuk mengobati mereka. dokter wanita itu pergi meninggalkan Yi Je.

Yi Je mendapat telepon dari adiknya Yi Hyun. Yi Hyun mengatakan kalau Min Seok menelepon dan bilang menentukan tanggal untuk operasi ibu, benar bisa bawa ke sana. Yi Je membenarkan dan meminta agar membawa ibunya kemari. Yi Je akhirnya menandatangani berkas itu.


Jae Hwan mengendarai mobil dengan ugal-ugalan, terlihat Jae In disampingnya. 


Terlihat di berita kalau Direktur pelaksana Lee Jae Joon baru-baru ini dipromosikan sebagai direktur setelah Ketua Lee dinyatakan menderita Alzheimer, Jae Joon bertindak sebagai pimpinan resmi grup itu. sementara itu Jae Hwan diabaikan dari promosi baru-baru ini. 

Jae Hwan mempertanyakan berapa lama lagi rapat dewan akan berlangsung. Jae In mengatakan kepada kakaknya kalau rapat sudah selesai, Jae Joon sudah ditetapkan sebagai direktur. Jae In mengatakan selagi kakak mabuk-mabukan di New York, ia belajar di Universitas. Berani sekali kakak menyalahkan adik kakak. Ia memukuli Jae Hwan karena kesal. Jae Hwan bertambah kesal dan semakin ugal-ugalan. 

Di lampu merah pasangan suami istri mengerem mendadak. Jae Hwan mengatakan dia mendadak menghentikanmu bekerja sebagai model dan menguliahkanmu lalu ia mendadak di kirim ke New York. Pria di mobil truk terus membunyikan klakson, Jae In menoleh ke belakang. Jae Hwan menambahkan anggap saja ayah kebetulan jatuh, bagaimana dia sakit selagi ibu berlayar. Jae In mengatakan kalau kakaknya yang tampak tidak wajar. Ia ingin kuliah hukum, kakak dikirim ke New York karena berbuat onar. Benarkah kakak mengemudi seperti ini. Jika ingin mati bunuh diri saja.

Jae Hwan kesal membawa pukul dan meminta pria di truk turun. Jae Hwan memukul truk itu.

Jae In menelepon ibunya untuk meminta bantuan. Namun ibunya mengatakan kalau Jae Hwan cukup membuatnya marah. Ibunya mempertanyakan di mana sekarang.


Jae Hwan mengamuk dan memukuli truk itu. Di dalam mobil istrinya mencoba menenangkan suaminya demi bayi mereka. Jae In berteriak kalau lampu hijau dan meminta kakaknya kembali. Akhirnya mereka kembali jalan. Jae Hwan yang kesal mengejar truk itu. Jae In mendapat telepon dari Jae Joon. Jae In mengatakan kalau mereka menuju hotel, dia menghancurkan mobil dan berulah. Ia meminta kakaknya melakukan sesuatu. 


Jae Joon mengatakan kepada bawahannya kalau Jae Hwan dalam perjalanan dari bandara. Sering terjadi kecelakaan saat terjadi hujan. Tiba-tiba memang cuaca berubah. Jae Joon mengatakan jika seseorang mengalami kecelakaan mobil situasinya bisa fatal bukan. Bawahannya mengatakan kalau ia akan mengurusnya. 


Jae Hwan masih kejar-kejaran dengan truk itu. tiba-tiba ia memotong dan menghentikan truk. Ketika truk akan jalan, Jae Hwan menghentikannya. Tiba-tiba ada mobil akan menabrak mobil Jae Hwan. Jae In berteriak cepat pergi. Akhirnya Jae Hwan berhasil menghindar selamat, Namun mobil itu menabrak truk pasangan suami istri yang menyebabkan kecelakaan beruntun. Jae Hwan melanjutkan perjalanannya, namun tiba-tiba ada truk ke arah mereka.

Wednesday, 27 February 2019

Sinopsis Less than Evil Episode 30



Tae Seok dan Dong Yoon menemui salah seorang wanita. Salah seorang wanita memperkenalkan kalau dia ibu Jae Hoon. Dia merupakan istri direktur rs. Dong Yoon mempertanyakan bagaimana kejadiannya. Seorang wanita di samping ibu Jae Hoon menjelaskan kalau anak-anak sudah memberikan pernyataan. Dari yang ia dengar Ji Ho sejak awal sudah lemah jantung dan sering sakit-sakitan. 

Tae Seok mengatakan saat memeriksa rekam medis tidak ada yang aneh dengan kesehatannya. Lalu ibu Ji Ho mengatakan kalau anaknya sehat. Tae Seok mempertanyakan siapa yang mengatakan itu. seorang pria mengatakan para siswa bilang dia sering pingsan saat pelajaran olahraga. Ibu Jae Hoon mengatakan bukankah kalian harus fokus mengetahui pembunuh suaminya. Apa yang akan kalian tanyakan saat menemui anak-anak. Ia hanya bisa menangis. 


Anak-anak makan bersama Choon Man. Ia meminta anak-anak menjawab pertanyaan dengan jujur. Mereka mengatakan haya mengatakan melakukan permainan. Bahkan mereka mengatakan kalau Choon Man menerima uang dari ayah mereka. 

Dong Yoon melaporkan kepada Tae Seok di telepon kalau ia sudah menemui siswa di dekat tempat bimbel, mereka semua bungkam. Mungkin benar kalau Ji Ho sering ke UKS. Tae Seok mengatakan kalau ia akan menemui perawat sekolah. Dong Yoon mengatakan kalau mungkin mereka membungkam perawat sekolah tersebut. 

Tae Seok menemui perawat sekolah tersebut. Namun perawat sekolah mengatakan ia tidak tahu apa-apa. Ia mengatakan anak seusianya suka membolos. Tae Seok mengatakan kalau kepala sekolah mengatakan Ji Ho sering sakit perut. Perawat sekolah mengiyakan. Tae Seok mengatakan kalau berbohong itu sulit bukan, kepala sekolah tidak pernah mengatakan itu. 

Akhirnya perawat sekolah itu bicara. Ia melihat Ji Ho dipukuli oleh teman-temannya. Ia segera membantu Ji Ho. Mereka bahkan memecat perawat sebelumnya. Satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah membiarkan Ji Ho menangis di UKS. 


Tae Seok mempertanyakan kamu tidak bisa mengetahui ini luka memar dari pukulan atau akibat CPR. Petugas forensik mengiyakan, mereka melakukan CPR lebih dari satu jam. Ini akan meninggalkan luka memar. Banyak tulang rusuknya yang patah. Bahkan pemeriksa medisnya akan sulit mengetahui ini karena pukulan atau CPR. Tea Seok mengatakan itu artinya mungkin saja CPR berlebihan demi menutupi fakta dia dipukuli. Petugas forensik mengatakan tepat sekali, tapi itu hanya kecurigaan. Dong Yoon masuk, ia bicara dengan Tae Seok. Ia mengatakan sudah menyelidiki Park Geun Ho dokter dari IGD. Dia sering berhubungan dengan Farmasi Bogwang. 


Tae Seok menemui Doo Jin dan mempertanyakan apa mengenal seseorang dari Farmasi Bogwang. Ia perlu mengancam seseorang. Ia butuh pelapor pelanggaran. Doo Jin mengatakan pelapor pelanggaran itu lebih berat daripada membuat ancaman. Ia mengatakan kalau ia mengenal seseorang dari perusahaan saingan mereka, bukankah itu lebih cepat. 

Tae Seok mengatakan kepada Geun Ho kalau ia mendapat laporan kamu menerima rabat. Kamu menunda waktu seorang anak yang tidak berkesempatan hidup. Jika tidak mau membahas itu mau lanjut bicara soal rabat. Geun Ho mengatakan ia ingin mengumumkan kematian setelah 30 menit melakukan CPR. Namun direktur terus melanjutkan. Dia sudah tampak tidak bernyawa saat dia masuk ke ambulance. Namun direktur meminta agar menyelamatkannya. 


Di kantor Tea Seok mengatakan masalahnya bukan malapraktik, Ji Ho memang sudah tidak bernyawa begitu masuk ambulance. Direktur mendengar dari putranya soal kejadian itu dan melakukan CPR selama itu demi menutupi tanda-tanda pemukulan. Ka Young mengatakan tega sekali. Moon Ki mengatakan jika ibu Ji Ho tahu soal ini, hatinya pasti hancur. Dong Yoon mengatakan itu artinya ibu Ji Ho punya motif membunuh direktur. 

Tae Seok mengatakan poin terpenting dia tahu soal ini atau tidak. Ia akan menemuinya lagi. Ia meminta agar melacak kembali fakta-fakta kematian Ji Ho. 

Dong Yoon dan Ka Young ke gimnasium. Ternyata pada tanggal 22 Desember tempat ini masih diperbaiki. Dong Yoon mengatakan kalau anak-anak berbohong soal main basket di sini. Mereka ke TKP tempat perawat sering melihat Ji Ho dipukuli oleh anak-anak lain. Ka Young mengatakan sesuai dugaan tidak ada CCTV di sini. Mereka melihat CCTV di dekat gimnasium. 


Tae Seok menginterogasi ibu Ji Ho. Ia mengatakan Ji Ho diperlakukan semena-mena oleh anak-anak itu. Karena itu kamu membunuh direktur. Ibu Ji Ho memberikan baju dan ponsel milik anaknya. Ia mengatakan tahu itu sebelum menemui direktur. Tea Seok mengatakan jika kamu tahu kenapa tidak bilang sejak awal. Ibu Ji Ho mengatakan jika ia memberitahu, kamu tidak akan menyelidiki kasus Ji Ho dengan seksama. 

Petugas forensik memeriksa darah di baju Ji Ho. Ia mengatakan kepada Tae Seok kalau ini bukan darah mimisan. Ini darah yang menyembur karena dipukuli. 


Ji Deuk memutar rekaman suara di hp Ji Ho. Ternyata Ji Ho merekam ketika ia dipukuli teman-temannya. Dong Yoon mengatakan kalau kita punya bukti yang kuat. Tae Seok mengatakan ini bukan rekaman saat hari kejadian. Tidak mustahil pula merekayasa tanggal dibuatnya fail ini. Bukti yang direkayasa akan ditolak pengadilan. Ji Deuk mengatakan andai kita punya rekaman hari itu. Moon Ki yakin kalau ibu Ji Ho mendengar rekaman ini. Tae Seok mengatakan kita harus memprovokasi mereka dan menciptakan bukti. 


Choon Man menemui Komjen. Komjen mengatakan jadi maksudmu anak-anak itu bertanggung jawab atas kematiannya. Choon Man membenarkan. Komjen mengatakan kita tidak bisa menutup kesalahan mereka. Choon Man mengatakan Anggota Majelis Choi akan melakukan segala cara agar putranya selamat. Jika merasa anaknya dalam bahaya, dia mungkin akan menguak fakta bahwa kita menerima yang dari direktur rs. Pertama kita harus menahan Tae Seok. Yang bisa dia lakukan adalah menemui anak-anak. Dia akan melakukannya diam-diam. Choon Man menelepon kepala Inspektur. Ia mengatakan kalau ia punya informasi. 

Ji Deuk mengatakan kepada Tae Seok kalau ia menemukan alibi Jae Geun. Saat menghubungkan ponselmu dengan WI-FI untuk pertama kali, itu akan otomatis terhubung saat kamu berada di area tersebut. Ia sudah menganalisis perute milik Jae Geun. Pada saat orang tua angkat Sun Jae tewas, dia ada di rumah. Mungkin dia bukan pelakunya. 

Tae Seok berpapasan dengan Choon Man saat Choon Man akan pergi. Sun Jae menghampiri Tae Seok. Ia meminta agar membantunya menemui Jae Geun. Sun Jae memainkan rekaman suara Choon Man dengan Hyung Min. 

Akhirnya Tea Seok membawa Sun Jae menemui Jae Geun. Sun Jae mengatakan kamu membunuh orang tua angkatku. Anda merasa bersalah kepadaku bukan. Jae Geun berlutut dan meminta maaf. Bencilah aku sepuasmu. Sun Jae mempertanyakan Anda siap membusuk di penjara. Jae Geun mengatakan ia hanya bisa keluar begitu sudah mati. Sun Jae mengatakan Anda tidak akan mengubah kesaksian apa pun yang terjadi bukan. Jae Geun mengiyakan dan mengatakan ia akan membawa itu sampai akhir hayatnya. 


Moon Ki menemui petugas pengantar galon. Ia mempertanyakan apa tanggal dua petugas melewati tempat itu tanggal 2 November. Petugas memeriksa, ia mengatakan kalau ia mengantar ke Cafe Alice pagi itu. Kami banyak pengantaran karena liburan Chuseok. Jadi kami mengatar pada tanggal 2 untuk bulan Oktober dan November. 

Moon Ki mempertanyakan apa melihat seorang pria masuk rumah yang ada di seberang kafe. Moon Ki menunjukkan foto Jae Geun.

Sun Jae memberikan bukti rekaman percakapan Choon Man dan Hyung Min kepada Tae Seok. Lalu ia pergi meninggalkan Tae Seok. Petugas pengantar air mengatakan ia tidak melihatnya. Namun ia melihat seorang wanita. 

Tae Seok mendapatkan telepon dari Moon Ki yang melaporkan kalau Moon Ki menemukan saksi. Moon Ki menambahkan dia melihat seorang wanita meski tidak melihat wajahnya. Ia menduga kalau itu Sun Jae. 


Tae Seok menemui Jae Geun dan mempertanyakan kenapa membuat kesaksian palsu. Jae Geun mengatakan kamu sungguh ingin tahu alasannya. Kamu tidak akan sanggup jika sudah mendengarnya. Jadikan saja aku pembunuh dan lepaskan Sun Jae. Hanya cara itulah kita menebus kejahatan. Jae Geun mempertanyakan kamu sungguh ingin tahu. Kalau begitu matikan rekaman suara dan kamera. Ia akan memberitahukan semuanya. Tae Seok mematikan semuanya. 

Komentar:

Sun Jae...........