Wednesday, 17 July 2019

Sinopsis Voice 3 Episode 13-2

Chang Soo sampai di taman hiburan, ia membawa Hong Soo ke sebuah ruangan. Ia mengeluarkan peralatannya. Chang Soo mengatakan ia akan memutilasimu dengan indah. Karena inilah semestinya kamu akhiri setelah menangkap pelakunya. Kenapa kamu membahayakan diri dengan mengorek lebih jauh. Rasa tanggung jawabmu tidak bisa melindungimu. Ia membukan kain yang digunakan untuk menutup mulut Hong Soo. Hong Soo mengatakan kamu pendukung Kaneki. Jangan-jangan...

Hong Soo mengatakan beraninya kamu mempermainkan polisi. Chang Soo mengatakan luar biasa. Tidak ia sangka masih ada idiot yang mempercayai kekuasaan pemerintah dan loyalitas. Tentu tidak, ia pun pernah menjadi polisi. Namun itu tidak cocok denganku. Hong Soo mengatakan dasar menjijikkan. Semoga kamu terbakar api neraka. Ia meludahi Chang Soo. Chang Soo mengatakan ingin menjaga egomu sampai akhir ya. Saat jadi detektif, ia mempelajari sesuatu. Bagaimana kasus-kasus bisa berakhir mengendap. Hong Soo mengatakan kalian semua gila. Chang Soo memukuli Hong Soo. 

Kang Woo sampai di taman hiburan. Ia mengeluarkan pistol dan memeriksa mobil putih, namun kosong. Ia berkeliling di taman hiburan. Chang Soo mengatakan di telepon ia akan mulai. Chang Soo membawa ponselnya, ia mengatakan minta ampun siapa tahu dia mengampunimu. Kaneki mengatakan halo Hong Soo, ia ingin mendengar suaramu untuk kali terakhir. Hong Soo mengatakan Kaneki. Kaneki mengatakan tragis sekali jika itu kata terakhirmu. Mintalah ampunanku, teriakan kuat-kuat keinginanmu untuk hidup. Buat ia bergelora. Di surga nanti sampaikan salamku kepada Yukiko ya. Hong Soo mengatakan bedebah. 

Kaneki meminta Chang Soo jangan lupa memeriksa USB. Hong Soo memeriksa USB, ia mengatakan kalau ini bukan USB yang kita incar. Kaneki mengatakan dia memasang jebakan ya. Walau harus membelah perut mereka atau memutilasi tubuh mereka temukan USB itu. Chang Soo berteriak di mana itu. Kang Woo mendengar suara teriakan itu, ia segera berlari.


Hong Soo menngatakan sudah ia makan bedebah. Belah saja aku jika mau. Hong Soo sepertinya menggenggam USB itu, Chang Soo memotong tangannya. Chang Soo sadar ada seseorang, ia segera menyelesaikannya. Kang Woo melancarkan tembakan. Chang Soo menyandera Hong Soo dan meminta Kang Woo meletakkan pistolnya. Kang Woo meletakkan pistolnya dan menendang pistolnya. Hong Soo berhasil melepaskan diri, Kang Woo dan Hong Soo berkelahi. Kang Woo melihat tato di tangan Chang Soo. 


Chang Soo mengatakan kamu pun bukan manusia. Ia membanting Kang Woo. mereka berkelahi. Kang Woo berhasil melumpuhkan Chang Soo. Ia segera menghampiri Hong Soo. Kang Woo memberikan pertolongan pertama tangan Hong Soo. Hong Soo mengatakan kalau dalangnya Kaneki. Kang Woo mengatakan ia tahu semuanya, jangan bicara lagi. Sebentar lagi bantuan datang, bertahanlah. Kang Woo mencoba membantu Hong Soo berdiri. Chang Soo bangun dan bersiap akan menusuk. Hong Soo mendorong Kang Woo, sehingga Hong Soo yang tertusuk. Chang Soo melepaskan Hong Soo dan kabur. Hong Soo jatuh di pangkuan Kang Woo. 

Kaneki menurunkan ponselnya dan mengatakan kenapa Kang Woo selalu saja melakukan hal yang sia-sia, sulit dimengerti. Pembawa acara menghampiri Kaneki. Ia mengatakan di acara berita kami ada segmen bagi para ahli untuk membahas masalah sosial. Anda paham soal skandal Pil Soo, kejahatan keji terkait Dark Web bernama Auction Fabre. Kami harap Anda bisa membahasnya dari sudut pandang HAM. Kaneki mengatakan saat melihat berita itu ia cemas dan khawatir. Jika diundang ia akan berusaha maksimal. Pembawa acara berterima kasih, nanti kami kabari setelah dijadwalkan. 

Joong Ki dan lainnya sampai. Gwang Soo mengatakan ia rasa ini mobilnya. Namun mereka hanya menemukan ponsel milik Hong Soo. Joong Ki melaporkan sudah sampai di taman hiburan, ada mobil tersangka dan satu mobil tidak dikenal. Mungkin mobil rental Kang Woo, ia meminta Seo Yool memeriksa plat nomornya. Seo Yool mengatakan mobil itu disewa oleh Kang Woo. Ia merasa Kang Woo tiba mendahului kita. 


Kang Woo memanggil-manggil Hong Soo. Hong Soo mengatakan malang sekali kamu, begitu kesepian. Tepatilah janji kita. Setelah menangkap Kaneki, pergilah ke tempat sepi dan obati kejiwaanmu. Kang Woo mengatakan baiklah, berhenti bicara. Hong Soo mengatakan lalu jangan lupa Kang Woo. Meski saat kamu kebingungan dan sangat kesusahan, kita tetaplah seorang polisi. Tugas polisi menyelamatkan masyarakat. Tangan Hong Soo terkulai, Kang Woo mengatakan tidak. Ia meletakkan Hong Soo lalu pergi.

Gwang Soo dan Choon Byung masuk. Mereka menemukan Hong Soo yang sudah terbaring. Choon Byung menangis. Gwang Soo melaporkan Hong Soo gugur dalam tugas. Kwon Joo terdiam tidak percaya.
 
Komisaris mendapat kabar kalau Hong Soo gugur dalam tugas. Komisaris mengatakan apa pun yang terjadi tangkap bedebah itu. Gunakan seluruh sumber daya di Poongsan jika perlu. Tangkap pelakunya. 

Choon Byung akan tertabrak sopir taxi, Kang Woo terus mengejar Choon Byung. Choon Byung memukul sopir taxi, lalu ia pergi dengan mengendarai taxi itu. Joong Ki berteriak Kang Woo. Joong Ki menghampiri sopir taxi dan menanyakan keadaannya. Sopir taxi mengatakan dia sungguh gila, tatapannya juga ngeri. Dia berlumuran darah. Joong ki melaporkan kalau ia merasa Kang Woo mengejar tersangka. Tersangka menuju Distrik Mijung. 

Joong Ki mengatakan kepada Gwang Soo kalau Chang Soo mencuri mobil dan kabur, Kang Woo sedang mengejarnya. Petugas mengatakan kami sudah menyelidiki teliti jejak kaki Chang Soo. Kami tidak menemukan tangannya. Gwang Soo menagatakan apa bedebah itu menggunakan tangan Hong Soo untuk. 

Joong Ki melaporkan di titik razia ke arah Mijung periksa lebih teliti. Kwon Joo mengatakan ia akan ke TKP. Ia meninggalkan pusat panggilan. 


Kwon Joo sampai di TKP, ia berlari dan melihat Hong Soo yang sudah terkapar. Ia tidak bisa menahan tangisnya. Kwon Joo teringat saat-saat ia bersama Hong Soo. Joong Ki minta maaf lalu pergi. Choon Byung mengatakan setelah apa yang menimpa adiknya, dia tidak boleh mati seperti ini. Gwang Soo menenangkan Choon Byung. 


Komisaris mempertanyakan apa kesimpulan sementara. Petugas mengatakan ia yakin pelakunya punya alasan memotong tangan Hong Soo. Itu artinya Hong Soo berjuang hingga akhir. Petugas membawa Hong Soo pergi dari TKP. Kwon Joo melihat tangan Hong Soo yang terpotong. Ia tidak tahan akhirnya pingsan. 


Kang Woo di sebuah ruangan. Ia memikirkan Koichi petinggi tingkat menengah di organisasi Yakuza besar. Mungkin ada informasi tentang jenis tatonya. Fujiyama Saburo, mungkinkah. Fujiyama Koichi, Fujiyama saburo (pria yang ada di mobil bersama kaneki saat ledakan waktu itu), Chang Soo dan Kaneki. Keempatnya berkomplot. Mereka mendirikan Auction Fabre dan saling bantu demi tujuan masing-masing. Mereka bersama-sama merencanakan dengan detail dan menutupi jejak kriminal mereka. Saat adiknya dibunuh dan dimutilasi, sebagai mekanisme pertahanan diri karena syok, Koichi memotong tubuh korbannya tanpa merasa bersalah. Saat itu juga kebenciannya terhadap Korea tumbuh. Besar kemungkinan paman Koichi, Saburo membela yang salah demi melindungi Koichi yang dia anggap sebagai anaknya. Chang Soo keturunan Korea-Jepang, tidak tahan kehidupan di Jepang dan terlibat korupsi. Setelah tertangkap dia dipecat. Lalu bagaimana dengan Kaneki. Apa pun alasannya, dosamu tidak termaafkan. Akan kuhancurkan kalian semua lalu kutebus dosaku sendiri. Kang Woo teringat pesan Hong Soo. Kang Woo menambahkan semua yang terlibat denganmu akan mati. Tiba-tiba terdengar bisikan naluri untuk membunuh. Kang Woo menutup kupingnya. Kang Woo melemparkan radio miliknya ke kaca. 

Kaneki masuk ke dalam mobil, Kang Woo meminta sopir taxi mengikuti Kaneki. Kaneki sepertinya sadar ada taxi yang mengikutinya. Kaneki sampai di parkiran, ia keluar sambil membawa bunga. Chang Soo menelepon Kaneki, ia minta maaf karena ia merasa Kang Woo membaca berkasnya setelah menerobos masuk ke kantor pendukung. Kaneki mengatakan sudah ia bilang hanya yang lemah yang berdalih. Ini akibat terlalu percaya diri mentang-mentang mantan polisi. Kamu terlalu berlagak. Chang Soo meminta agar diberi satu kesempatan lagi. Kaneki meminta agar tetap bersembunyi hingga ia hubungi lagi. 


Eun Soo dan Seo Yool di ruang rawat Kwon Joo. Eun Soo mengatakan kepada dokter bisa bicara di luar. Di luar Eun Soo mempertanyakan apa dia akan baik-baik saja. Sejak kemarin dia belum sadar. Dokter mengatakan ini sejenis reaksi pemicu tidur. Kondisinya sedang kurang baik. sel luar kokleanya juga terluka. Dia pasti sangat tersiksa karena telinganya berdenging. Karena pekerjaannya, telinganya bekerja terlalu keras dan otaknya tidak mampu bertahan lagi. Ini syok sementara, tapi dia butuh waktu hingga bisa sadar. Saat ini dia sangat butuh istirahat. 

Choon Byung di menangis di pemakaman Hong Soo. Joong Ki menelepon Eun Soo dan mengatakan kalau ia ada di aula pemakaman. Ia mempertanyakan bagaimana kondisi Kwon Joo. Eun Soo menjelaskan dokter bilang dia mengalami syok dan dehidrasi. Katanya dia sudah lama kelelahan. Ia akan menyusul setelah Kwon Joo sadar. Gwang Soo mengatakan kepada Joong Ki kalau banyak nyawa yang terenggut, namun pelakunya masih bebas. Joong Ki mengatakan kita akan menangkapnya. Joong Ki mengatakan karena istri Hong Soo sedang kalut, ia perlu membantunya. Kwon Joo juga perlu istirahat untuk sementara. 


Gwang Soo mengatakan ia merasa Chang Soo tidak bertindak sendiri. Bukankah pasti ada pelaku lain. Joong Ki mengatakan ia juga berpikir begitu. Joong Ki mengatakan andai Kang Woo ada di sini untuk membuktikannya. Choon Byung menghampiri dan mengatakan ia berharap kalian tidak menyebut namanya. Sejak kedatangannya tim kita menjadi kacau. Bahkan Hong Soo meninggal. Ia bukan pemaaf. Gwang Soo dan lainya melihat berita tentang pertimbangan pembubaran Tim Golden Time. 


Eun Soo dan Seo Yool di ruang rawat Kwon Joo. Seo Yool mendapat telepon, ia mengangkatnya di luar. Ia lalu masuk dan mengajak Eun Soo bicara. Seo Yool mengatakan ia dihubungi rekan petugas yang bekerja di markas besar. Markas besar memutuskan untuk membubarkan Golden Time. Eun Soo menelepon. Terlihat Kaneki melihat mereka pergi. 


Kaneki lalu masuk ke ruang rawat Kwon Joo. Kaneki mengatakan kamu tahu arti bunga ini. Artinya, “Ketertarikan.” Kerajaan yang kubangun mulai terlibat masalah. Gara-gara Kang Woo, bagaimana ini. Jika mau menghentikanku, harus kubunuh. Ia meletakkan bunga ini di ranjang. Ia mendekati Kwon Joo. Ia mengatakan telingamu indah sekali. Dia juga punya telinga indah sepertimu. Kaneki mengeluarkan kawatnya. Kang Woo segera bergegas ke ruang rawat Kwon Joo. Kaneki bersiap......

Komentar:

Episode ini dibikin mewek .....uuu

Sinopsis Voice 3 Episode 13-1



Hong Soo mengirim pesan kepada Kang Woo. Kang Woo membaca pesan itu. ia teringat membuka daftar anggota Kanekist 2019. Pria yang mencurigakan itu bernama Jeon Chang Soo, Korea-Jepang. Ia melihat ada alamat yang tertera di buku itu. 

Kaneki mendapat pesan dari Chang Soo kalau mereka tahu ia ada di Blackhole saat kejadian. Di pusat panggilan Seo Yool mempertanyakan apa Hong Soo tidak apa-apa sendiri. Kwon Joo mengatakan kita sudah mendapat petunjuk penting, tunggu saja. 

Hong Soo berjalan di parkiran, ia merasa ada yang aneh. Ia memeriksa sekeliling. Tiba-tiba ia mendengar suara pematik api, ia mengambil pistol dan waspada. Namun ia tidak menemukan apa pun. Tiba-tiba seseorang menggunakan pakaian hitam dan topeng menyergapnya dengan kawat, sampai-sampai ia lemas dan tidak berdaya. Pria itu mengambil USB di kantong Hong Soo. Hong Soo setengah sadar, ia melihat ponselnya di bawah mobil. Pria itu memasukkan Hong Soo yang terlihat terkulai tidak berdaya ke dalam mobil. Terlihat ponsel Hong Sii ada di sakunya. 


Kang Woo mencoba menelepon namun tidak bisa, ia segera masuk ke dalam mobilmya. Chang Soo di dalam mobil membuka topengnya, terlihat di tangannya ada tato yang sama dengan Kang Woo. Hong Soo mencoba mengambil ponselnya, namun terjatuh. Ia berusaha mengambilnya dan menelepon. 


Kaneki mendapat telepon dari Chang Soo yang memberitahu misinya tuntas dan ia menuju ke lokasi pertemuan. Kaneki mengatakan kamu tidak pernah mengecewakanku dan selalu memenuhi harapan Sameta, semoga berhasil. Ia teringat perkataan Hong Soo. Tiba-tiba Pak Kim datang dan memberitahu para reporter sudah tiba di balai pameran. Sebaiknya temui mereka. Kaneki mengatakan baiklah. 

Petugas mendapat telepon, ia mengatakan kepada Kwon Joo ada suara-suara namun penelepon diam saja. Mungkin ini darurat. Kwon Joo meminta memeriksa identitas pemilik nomornya. Petugas mengatakan ini nomor milik Hong Soo. Kwon Joo memita agar menyambungkannya. Hong Soo mencoba bicara, namun mulitnya dibekap kain. Kwon Joo berpikir itu suara Hong Soo. Kwon Joo mencoba bicara. Hong Soo bersusah payah mengatakan kalau ia di culik. Kwon Joo sadar perkataan Hong Soo diculik. 

Kwon Joo meminta Seo Yool melacak ponsel Hong Soo. Seo Yool mengatakan di dekat Doome-dong, Honge-gu. Stasiun pemancarnya berubah-ubah dengan cepat. Sepertinya dia di dalam mobil yang melaju. Kwon Joo meminta Hong Soo jangan khawatir, kami akan berusaha menyelamatkanmu. 


Petugas mengatakan kepada Choon Byung kalau kemarin staf Blackhole menerobos kemari dan menyuruh kami menghapus semuanya di depan mereka. Karena klubnya akan ditutup, ia ragu ada petunjuk di situ. Choon Byung mengatakan tidak ada salahnya mencoba, biar ia periksa. 

Kwon Joo membunyikan alarm dan mengatakan Situasi Kode Zero, pelapor adalah Hong Soo. Dia diangkut dengan mobil setelah diculik di Doome-dong. Ternyata Kang Woo di mobil bisa mendengarkan mereka melalui radio. Choon Byung mempertanyakan apa Anda yakin, barusan dia menyisir tempat parkir. Kwon Joo mengatakan kalau Hong Soo sendiri yang melapor. Lokasimu tidak jauh, tolong cari Hong Soo. Joong Ki mempertanyakan apa ini. Tunggu tadi dia pergi bersama Choon Byung. Ia mengajak Gwang Soo untuk bergegas. 

Hong Soo di parkiran, ia melaporkan kalau ban kami dikempiskan dan Hong Soo diculik. Menurut satpam, dia mengambil rekaman CCTV. Ia segera agar mengirimkan bantuan. Kwon Joo meminta Seo Yool menyambungkan ia dengan kamera CCTV di tempat parkir. Seo Yool mengeceknya, ia mengatakan kalau dia profesional. Dia melancarkan aksinya di titik buta CCTV. Eun Soo mengatakan kalau lima menit lalu ada mobil putih besar yang keluar. Ada reflektor di nomor polisinya, tidak terbaca. Dia menuju Terowongan Doome. Kwon Joo melaporkan kalau tersangka mengendarai mobil putih besar. Kang Woo di mobil bisa mendengar perkataan Kwon Joo melalui radio. Kwon Joo menambahkan karena dipasangi reflektor, nomor polisinya tidak terbaca. 

Kwon Joo mempertanyakan kepada Hong Soo kalau Hong Soo di mobil. Jika iya tepuk ponselmu dua kali. Hong Soo bersusah payah dan berhasil menepuk ponselnya. Kwon Joo mempertanyakan kepada Seo Yool apa ada petunjuk lokasi mobil tersangka. Seo Yool mengatakan ia memeriksa semua mobil di sekitar stasiun pemancar. Akhirnya ia menemukan mobil tersangka. Kwon Joo meminta agar memeriksa nomor polisinya. Seo Yool mengatakan sulit membacanya. Kwon Joo mengatakan ia merasa ada beberapa huruf di situ, perbesar gambar. Seo Yool mengatakan ia rasa itu hanya noda.

Eun Soo mengatakan bukan, itu huruf. Kwon Joo mengatakan itu bekas stiker lama yang terlepas dari kaca, kamu bisa mencari tahu huruf-hurufnya. Seo Yool mengatakan jika gambar ia cerahkan dengan program analisis bisa. 

Seo Yool mengatakan tulisannya, “Jasa Pembersih Love.” Kwon Joo meminta agar mencari tahu tentang perusahaan itu. Seo Yool mengatakan perusahaan itu tutup dua bulan lalu. Mobil-mobilnya dijual sebagai mobil bekas. Nomor polisinya 65R 8472. Ia merasa ada yang membelinya secara tunai. Ia menemukan kalau pembeli mobil itu sudah meninggal. 


Di mobil Joong Ki mengatakan jadi berperawakan besar dan rambut berantakan itu sungguh ada, seperti kata Pil Soo. Gwang Soo mengiyakan, dia pasti menculik Hong Soo karena tahu kita punya petunjuk tentangnya. 

Petugas mengatakan kalau mobil putih itu memasuki Terowongan Doome. Kwon Joo melaporkan kalau penculik Hong Soo memasuki Terowongan Doome. Adakah tim patroli di dekat jalan keluar terowongan. 

-Episode 13, Krisis Tim Golden Time-

“Keadilan tanpa kekuatan tidaklah berdaya. Kekuatan tanpa keadilan hanyalah tirani. Tidak mampu tunjukkan kekuatan adil, ciptakan keadailan yang kuat. <Pascal>”

Seo Yool mengatakan kepada Kwon Joo ada yang aneh. Mobil tersangka tidak keluar dari terowongan. Eun Soo mengatakan mungkinkah dia meninggalkan mobil di sana dan kabur berjalan kaki. Kwon Joo melaporkan kalau pelaku memasuki terowongan, namun tidak tersorot CCTV di jalan keluar terowongan. Gwang Soo mengatakan ada penghubung keluar di samping terowongan. Letaknya di sisi kanan terowongan. Saat terowongan itu diperbaiki, penghubung keluar dibangun. Ia pernah ke sana sekali saat mengusut kasus. Gwang Soo masuk ke dalam mobil polisi. Kwon Joo mengatakan agar memeriksa jalan keluar itu. 

Kang Woo di dalam mobil terus memantau melalui radio. Ia berpikir mungkinkah dia membuntuti Hong Soo setelah mendapat informasi dari kepolisian. Dia cukup mumpuni untuk membunuhnya dalam lima menit. Mungkin dia juga Sameta. Kaneki, tunggu aku. Ia tahu kamu terlibat di sini. 


Pembawa acara mengatakan mendiang Yukiko akan dikenalkan ke Korea melalui pemeran ini. sebagai suami dan orang yang berprinsip sama dengannya, bagaimana Anda menggambarkan sang Pelukis. Keneki mengatakan dia adalah orang yang pembawaannya lembut, namun dia sangat bersemangat saat melukis. Saat lukisannya terjual, dia gembira saat tahu uangnya akan dipakai untuk menolong orang yang membutuhkan. Kini sosok secantik itu tidak lagi bersamaku, itu sungguh memilukan. 

Pembawa acara mengatakan kematian Yukiko yang mengenaskan dan serangan-serangan besar maupun kecil itu pasti sangat mengejutkan Anda. Walau begitu Anda tetap menggelar pameran ini. Ini pasti karena isu HAM yang selama ini Anda perjuangkan. Kaneki mengatakan alasan terbesarnya menggelar pameran ini adalah menghormati tujuan yang paling Yukiko hargai. Dia ingin mengingatkan orang lain akan hak asasi tenaga kerja asing yang terabaikan. Kematian maupun kekerasan tidak berperikemanusiaan tidak mampu menghentikannya. 

Chang Soo menelepon Kaneki, Kaneki pamit sebentar untuk menerima telepon. Chang Soo mengatakan ada razia mendadak di sini, tidak ada mobil yang mengikutiku. Kaneki mengatakan kamu lengah. Pikirmu detektif veteran seperti Hong Soo tidak berusaha sedikit pun karena terikat di bagasimu. Chang Soo mengatakan ia akan memeriksa bagasinya. 

Chang Soo ke tempat peristirahatan, ia tidak jadi keluar karena ada mobil masuk di belakangnya. Seorang anak berlari dan mengatakan kepada ayahnya kalau perutnya sakit. Ayahnya mengatakan kita harus bergegas agar tidak terjebak macet. Ayahnya mengejar anak itu. 

Chang Soo keluar dan memeriksa bagasi, ia meneukan ponsel ia segera merusaknya. Ia mengatakan kepada Hong Soo sayang sekali kematianmu akan menyakitkan. Tidak perlu buru-buru, ia akan memutilasimu tunggu saja. Chang Soo mengatakan kalau target memegang ponsel. Kaneki mengatakan setiap makhluk hidup menjadi nekat saat ajalnya sudah dekat. Teruskan ke Rencana B. Chang Soo mengatakan baiklah, ia akan bereskan dia di Taman Hiburan Poongcheon. Ia keluar dari mobil. Sebelum pintu tertutup Hong Soo mengatakan Poongcheon dengan susah payah ke arah mobil di belakangnya. 

Kwon Joo berpikir ada yang membuka bagasinya dan masuk. Dia murka dan membanting ponselnya. Kwon Joo melaporkan kalau tersangka diduga membanting ponsel korban. Kwon Joo berpikir kalau waktunya sempit, Hong Soo benar-benar dalam bahaya. Kwon Joo mengatakan mobil tersangka di dekat penghubung keluar Titik Mandal di terowongan Doome. Kang Woo di mobil masih memantau melalui radio. Kwon Joo menambahkan kalau ponselnya sudah nonaktif, sulit mengetahui destinasi berikutnya. Nyawa korban terancam. Kang Woo berpikir kalau bedebah itu tahu kami mengejarnya.

Mobil Chang Soo pergi. Joong Ki dan Gwang Soo keluar dari mobil. Joong Ki mempertanyakan kepada petugas tidak ada mobil putih lewat. Petugas mengatakan kami menjalankan razia setelah dihubungi tadi. tidak ada mobil putih atau orang mencurigakan. Joong Ki melaporkan kalau mobil tersangka tidak melewati razia di penghubung keluar Titik Mandal. 

Petugas mengatakan kepada Kwon Joo kalau kami menemukan mobil yang diduda milik tersangka di dekat stasiun pemancar terakhir, itu belum pasti. Lokasinya di area istirahat di jalan bebas hambatan menuju Titik Mandal. Ia curiga pada mobil putih di samping mobil abu-abu ini. Namun nomor polisinya tidak terlihat. Kwon Joo meminta Seo Yool mencari stiker jasa pembersih di mobil itu. Seo Yool mengatakan stiker apa pun tidak terlihat jelas. Kwon Joo meminta agar memutar ulang CCTV.

Kwon Joo mempertanyakan kepada Eun Soo pukul berapa ponsel Hong Soo dimatikan. Seo Yool mengatakan Pukul 18.26. Itu bersamaan dengan kemunculan orang itu di video. Kwon Joo meminta agar memperbesar bagasinya. Kwon Joo berpikir kalau Hong Soo pasti memberikan petunjuk. Kwon Joo mengatakan bagasinya bergerak sedikit. Bisa jadi ada orang di dalam bukan. Eun Soo mengatakan mungkin itu petunjuk dari Hong Soo. 

Kwon Joo mempertanyakan kepada Eun Soo apa mobil itu masih diparkir di sana. Minta tim patroli mengambil kotak hitamnya. Eun Soo melaporkan kepada petugas kemungkinan kotak hitam mobil di area istirahat mandal merekam mobil putih yang menculik seorang polisi. Itu petunjuk penting, kirimkan kotak hitamnya kepada kami. Petugas mengatakan baiklah. 

Seorang pria dan anak tadi kembali. Petugas meminta izin untuk mengambil kotak hitam di mobilnya. Petugas mengambil kotak hitam itu. di pusat panggilan mereka memeriksa rekaman tersebut. Kwon Joo berkonsentrasi, ia mendengar Hong Soo mengatakan Poongcheon, Taman Hiburan Ponngcheon. Kwon Joo berpikir dia berusaha memberi tahu bahwa dia akan dibawa ke sana.

Kwon Joo meminta Eun Soo memeriksa apa Taman Hiburan Poongcheon masih beroperasi. Eun Soo mengatakan sudah bangkrut akibat renovasi habis-habisan, pelelangannya sepi. Pendiri yang memegang hak kepemilikannya akhirnya merelakannya. Tempatnya terbengkalai. Kwon Joo mengatakan minta video CCTV Jalan 63 sebelum Taman Hiburan Poongcheon. Kwon Joo melaporkan kalau diduga mobil tersangka menuju Taman Hiburan Poongcheon. Di rekaman kotak hitam, Hong Soo berusaha memberitahukan destinasinya saat disekap di bagasi. Seo Yool mempertanyakan kepada Eun Soo bagaimana dia tahu. Eun Soo mengatakan jangan pikirkan itu, cari saja mobilnya. Joong Ki dan Gwang Soo segera pergi. 

Kaneki mengatakan kata Gandhi, masa depan bergantung pada tindakan kita hari ini. Ia akan terus memperjuangkan hak yang lemah. Ia akan tetap pada pendiriannya. Yang ia harus hadapi adalah keadilan yang diabaikan oleh masyarakat, karena terbutakan oleh uang. Keadilan itu bersih, jujur dan tidak akan runtuh. Ia bisa mengerahkan keberaniannya karena ada orang-orang yang berjuang bersamanya, terima kasih. Saat kehilangan cahaya dan tersesat di kegelapan, akan ia bawa cahaya dan ia selamatkan kalian. Para pendukung Kaneki menyoraki dan mendukungnya. 

Kang Woo menghentikan mobilnya. Ia teringat seorang pria di telepon mengatakan kalau Chang Soo adalah eks polisi elite dari Kepolisian Metropolitan, Kementerian Keamanan Umum dan keturunan Korea-Jepang. Dia eks intelijen. Setelah mengungkap malapraktik bisnis, dia dipecat secara tidak terhormat karena tuduhan penyuapan. Kang Woo memeriksa berkas yang dikirim. 

Kang Woo lalu mengirim pesan kepada Joong Ki kalau orang yang membunuh Naomi adalah penculik Hong Soo. Dia pendukung Kaneki. Dialah yang dilihat oleh Pil Soo. Namanya Chang Soo keturunan Jepang-Korea sekaligus eks polisi. Joong Ki mengatakan kepada Gwang Soo kalau Kang Woo mengirimkan informasi mengenai tersangka. Ia melaporkan kepada Kwon Joo kalau Kang Woo mengirimkan pesan berisi data penculik Hong Soo. Namanya Chang Soo, pendukung Kaneki. Dia yang membunuh Naomi.

Friday, 12 July 2019

Sinopsis Voice 3 Episode 12-2



Joong Ki mengatakan tidak kusangka ia rindu saat sedang mencarinya. Di satu sisi ada yang menuntut kita. Di sisi lain komandan kita akan berhenti. Seo Yool mengatakan pasti karena petisi yang diajukan Koichi ya. Joong Ki mempertanyakan apa maksudmu. Seo Yool mengatakan petisi yang menuding Kang Woo membunuh anak-anak, bukan. Bahwa dia mungkin mengidap gangguan antisosial. Gwang Soo mempertanyakan apa maksudmu. Seo Yool mengatakan kalian tidak tahu. Ia kira kalian sudah diberi tahu Kwon Joo atau Eun Soo. Eun Soo mengatakan jangan salah paham, dia akan memberitahu setelah semuanya jelas. Joong Ki mempertanyakan di mana dia, di kantornya.
Joong Ki menemui Kwon Joo. Ia mempertanyakan benarkah Kang Woo telah membunuh. Kwon Joo meminta maaf karena tidak segera memberitahu. Kami sedang memastikan faktanya dan soal dia mengidap suatu penyakit memang benar. Joong Ki mempertanyakan kenapa ia tidak diberi tahu. Kenapa kami tidak diberi tahu. Jika Anda bilang lebih cepat. Joong Ki tidak bisa berkata-kata, ia pergi dari ruangan Kwon Joo. 


Kang Woo di atap, ia memikirkan kalau tersangka masuk ke kantor melalui ventilator. Jika tersangka mengincar Naomi, akan lebih mudah membunuhnya di bandara atau di jalan. Ia mempertanyakan kenapa pelaku bertindak sejauh ini. Dia sampai harus masuk ke kantor yang terkunci. Kang Woo teringat ia melihat seorang pria mencurigakan yang merupakan salah satu pengikut Kaneki. Ia yakin pria itu tidak ada di balai pameran. Ia juga sepertinya mencurigai Kaneki.


Pil Soo mengatakan kalau ini telat, namun ia turut berdukacita. Kaneki menerjemahkannya perkataan Pil Soo kepada Ayah Yukiko. Ayah Yukiko mengatakan jangan membahas hal yang menyedihkan, kenapa kamu ingin menemuiku. Kaneki menerjemahkannya. Pil Soo mengatakan seperti yang kamu tahu, ia menghadapi situasi sulit. Putraku tewas dan ia tersandung skandal pajak. Proyek Pusat Perbelanjaan Hanryu di Kota Oheiji Osaka yang dipromosikan oleh aliansi Korea-Jepang, tolong aku. Ayah Yukiko mengatakan belum lama ini kamu kehilangan putramu, pasti rasanya berat. Kaneki menerjemahkan kata-kata ayah Yukiko. Pil Soo berterima kasih atas pengertiannya. Ia butuh bantuan Pak Makio. 

Ayah Yukiko mempertanyakan apa imbalan yang ia dapat. Kaneki kembali menerjemahkan perkataan ayah Yukiko. Pil Soo mengatakan dengan memakai Pusat Perbelanjaan Hanryu sebagai batu loncatan, hingga Pak Makio mencapai kejayaan ia akan setia melayanimu sekuat tenaga. Ayah Yukiko mengatakan ia akan mempertimbangkan. Pil Soo mempertanyakan bagaimana menurut Kaneki. Kabarnya kamu putra dari keluarga yang berpengaruh. Kaneki mengatakan ia tidak bisa membantu dalam hal bisnis. Ia hanya pendidik di sekolah. 

Pil Soo mengatakan bicara apa kamu, ia yakin kamu akan berjasa di masa mendatang. Kaneki mengatakan jasa besar setiap orang berbeda-beda. Pekerjaanku sama asyiknya dengan bisnismu. Mempelajari manusia, membutuhkan introspeksi yang luar biasa. Ayah Yukiko mengatakan Jepang kini juga meributkan Auction atau apalah itu, mari lakukan dengan hati-hati. Kaneki mengatakan mari kita lakukan dengan hati-hati. Pil Soo mempertanyakan kenapa kamu tidak makan, tidak suka makanannya. Kaneki mengatakan kepada Ayah Yukiko kenapa aku tidak makan. Ayah Yukiko mengatakan kalau menantuku adalah vegetarian. Untuk berpolitik kita harus mampu menelan hal busuk. Kaneki memakan sayuran yang ada di hadapannya. 


Di mobil ayah Yukiko mengatakan kalau ia mendengar Naomi yang membantu Yukiko juga tewas. Apa itu ulah kaki tangan pembunuh Yukiko. Kaneki mengiyakan, ia yakin mereka membunuhnya karena takut buktinya terbongkar. Ayah Yukiko mengatakan ia tidak sabar meringkus bedebah itu.

Kwon Joo melihat berita tentang pak Choi. Ia berpikir kalau kasus ini jadi sulit diprediksi dan membesar. Ia harus menemukan petunjuk. Ia teringat suara pematik api. Ia berpikir kalau setiap pelaku muncul ada suara logam berdenting. Seperti suara dua logam yang berbenturan. Ia menerima pesan tentang hasil pemeriksaan detail pada pergelangan Koichi. Petugas menambahkan kalau dengan tomografi optik berhasil memulihkan huruf-hurufnya. Kwon Joo sadar tulisan itu pernah ia lihat di pergelangan tangan Kang Woo. Tidak, mungkin ini kebetulan. Kwon Joo mendapat telepon dari Eu Soo yang memberitahu ia menemukan informasi tentang Pil Soo. Tadi ia penasaran dan mencari tahu cara potongan tubuh dan benda aneh lainnya lolos dari bea cukai. Kwon Joo mengatakan baiklah, ia akan ke sana. 


Terlihat foto dan bagian tubuh di ruangan itu. Kaneki bergumam setelah diberi telinga, akan lengkap. Telinga paling naif sedunia. Ia lalu duduk di ruangan itu sambil minum. 


Kaneki masuk ke sebuah ruangan lalu memasangkan USB. Flashback, pria itu memberikan kamera kecil dan mengatakan kepada Kaneki kalau ada video kita pada hari itu. Kaneki melihat video itu. Kaneki mencopot USB itu. Lalu ia membakar bukti itu. 

Kwon Joo mengatakan maksudmu, Black Collection yang dibeli oleh klien disembunyikan di balik lukisan ini. Eun Soo mengiyakan, disamarkan sebagai karya seni di situs pelelangan Auction Fabre. Jika memang begitu, pastinya produk disamarkan sebagai karya seni. Kwon Joo mengatakan jika lukisan yang dibeli oleh Pil Soo adalah lukisan dari Auction Fabre, segalanya jadi terjawab. Kwon Joo meminta Seo Yool memeriksa daftar karya seni yang dibeli Pil Soo lima tahun terakhir.

Seo Yool mengatakan dia membeli tiga lukisan dalam empat tahun ini. tahun 2016, “Manusia,” karya Hwang Yung Jung, “Tangan Pelindung Keadilan,” karya Star Saige tahun 2017 dan “ Tanpa Judul,” karya Rick Cauer tahun 2018. Kwon Joo mengatakan ia yakin salah satunya ada di Auction Fabre. Eun Soo mengatakan ia menemukannya. Kwon Joo melihat lukisan yang terjual, “Tangan Pelindung Keadilan.” Ia meminta agar memeriksa identitas pengirim dan tujuannya. 

Seo Yool mengatakan ada kiriman tanggal 15 November 2017. Diterima oleh Park Jae Cheol di pelabuhan. Dia adalah sopir pribadi Pil Soo. Dia yang disalahkan atas kematian Hwang Hye Seong yang disebabkan Pil Soo. Eun Soo mengatakan ia memeriksa riyawat kartu kredit perusahaan Park Jae Cheol. Dia sempat singgah di pompa bensin saat menuju pelabuhan dari Sungjung. 

Kwon Joo menelepon Hong Soo dan memberitahu kalau kami menemukan petunjuk. Pil Soo dikirimi lukisan dari PO BOX Samchi, distrik Soka, Osaka. Lukisan itu ada di dalam daftar Doctor Fabre. Penerimanya Park Jae Chul, sopir pribadi Pil Soo. Nomor PO BOX-nya serupa dengan nomor Je Soo. Di duga kuat itu Black Collection. Hong Soo mengatakan benarkah itu, berikan alamat Jae Chul.


Hong Soo menemui Jae Chul. Di dalam rumah Jae Chul terlihat berantakan. Jae Chul batuk-batuk. Hong Soo mengatakan kamu menggantikan Pil Soo masuk penjara, seharusnya hidupmu lebih baik. Apa-apaan ini. ia mempertanyakan Pil Soo tidak membantumu sama sekali. Orang yang menggantikannya masuk penjara sakit-sakitan. Jae Chul mengatakan ia tidak tahu apa-apa. Hong Soo mengatakan mana mungkin, kamu membawanya. Benda yang dia bawa itu potongan tubuh manusia yang disebut Black Collection bukan. Jika kamu mengonfirmasinya, kami bisa membekuk dia.

Jae Chul menjelaskan kalau dia selalu membawanya ke mana-mana. Hong Soo mempertanyakan apa kamu tahu isi kotak itu. Jae Chul mengatakan isinya tangan manusia yang diawetkan. Katanya itu pergelangan tangan seorang detektif dari Tim Jatanras Kepolisian Poongsan. Hong Soo mempertanyakan apa maksudmu.

Hong Soo di luar ia teringat perkataan Jae Chul. Jae Chul mengatakan dia yakin tidak akan dipenjara selama menyimpan pergelangan tangan itu. ia yakin sekarang pun benda itu ada di dekatnya. Hong Soo bergumam Oh Pil Soo, tidak akan kumaafkan. 

Hong Soo melaporkan kalau baru saja dipastikan bahwa Pil Soo adalah anggota VVIP Auction Fabre. Dia menyamarkan produk sebagai lukisan. Menurut saksi dia masih menyimpannya. Minta surat penggeledahan dan penyitaan. Lalu segera ke kantor pimpinan Grup Sungjung. 


Kang Woo masuk ke rungan Kaneki, pria itu menggunakan pakaian hitam mengawasi Kang Woo dari kejauhan. Kang Woo menggeledah kantor Kaneki. Ia menemukan berkas bertulisan, “Pengirim, Kanekist.”


Pil Soo mempertanyakan kenapa Kepolisian Poongsan kemari lagi. Anak buahnya mengatakan kalau mereka membawa surat penggeledahan dan penyitaan. Namun katanya mereka datang karena ada transaksi tubuh manusia. Hong Soo dan lainnya datang ke kantor Pil Soo. Pil Soo memerintahkan untuk menggeledah. Akhirnya Joong Ki menemukan tangan yang diawetkan itu. Hong Soo meminta agar mengajukan analisis DNA darurat, ia ingin hasilnya keluar hari ini. Pil Soo akhirnya ditangkap. Pil Soo mengelak. Hong Soo mencengkeram kerah Pil Soo dan mengatakan kalau ia benar-benar ingin membunuh Pil Soo. Namun ia berusaha menahan diri. Jika bicara lagi, ia tidak akan segan-segan lagi. Pil Soo memberontak. Hong Soo mengatakan kalau isi kotak itu pergelangan tangan adikku. 


Kaneki memainkan alat pemtik sambil memperhatikan rekaman di depan kantornya. Kwon Joo mengahmpiri mereka dan mempertanyakan bagaimana perkembangannya. Gwang Soo mengatakan baru saja dimulai. Sebaiknya Hong Soo tidak terlibat karena konflik kepentingan. Dia bilang Koichi tahu dia anggota Auction Fabre dan mengancamnya. Katanya dia terpaksa menaggil Koichi ke Blackhole. Seperti kata Hong Soo, Koichi ke sana untuk mengambil uang. 


Joong Ki menginterogasi Pil Soo. Pil Soo mengatakan saat rapat pimpinan, ada kabar tentang Dark Web yang menjual barang-barang unik. Konon kami bisa menjadi anggotanya jika mensponsori Sekolah Alternatif Sokpo. Lalu setelah sekian lama, pemiliknya menghubungiku. Ada satu lelang per bulan. Setiap tanggal 30 kami dikirimi alamat IP untuk mengaksesnya. Anggota VVIP sepertiku bisa menghadiri pelelangan premium daring yang dibuka setahun sekali. Ada rumor di antara pebisnis kaya. Memiliki pergelangan tangan polisi akan membuat kita kebal hukum. Jika hidup di dunia berbeda, keinginanmu juga pasti berbeda. Terus terang saja reaksi kalian berlebihan hanya karena ia membeli pergelangan tangan polisi. Apa bedanya jimat yang kalian beli dan benda yang ia beli ini. Ia merasa damai dengan membeli pergelangan tangan polisi. 

Hong Soo yang kesal, ia masuk ke ruang interogasi. Hong Soo akan meumukul, namun ia menahan diri. Hong Soo mengatakan sejauh hukum mengizinkan, ia akan terus mengusut kasus ini dan memastikanmu dipenjara seumur hidup. Kenapa, pikirmu ia tidak mampu. Akan ia pastikan kamu sadar itu bukan jimat keberuntungan. Akan ia buat kamu sadar itu pembawa kutukan. Pil Soo mengatakan ia akan diberi keringanan jika memberikan informasi. Ia mengatakan kalau ia belum pernah ke sana. Hari itu ia mengutus sekretaris ke ruangan di Blackhole karena Koichi terus memerasku. Namun saat sekretarisnya kembali, dia bilang, “Perawakannya besar dan rambutnya berantakan.” Mulanya ia menduga itu polisi dan menganggapnya perangkap. Lalu saat Tim Golden Time muncul, dia terlihat panik dan menghilang. 


Di luar Joong Ki mengatakan jika dia benar berarti masih ada komplotan selain Koichi dan Sasaki. Hong Soo mengatakan saat Kang Woo menjelaskan tentang Auction Fabre, dia bilang ada kaitannya dengan Kyoudai-boong. Kyoudai berarti, “saudaraku,” dalam bahasa Jepang. Jika mereka dijaga dan sampai membunuh, berarti posisinya lebih tinggi dari Koichi dan Sasaki. Kwon Joo mengatakan kalau tim forensik mengabari dan katanya ada tato yang berarti, “Aku bangun,” di pergelangan Koichi sebelum dicabik. Ia merasa itu melambangkan solidaritas. Hong Soo meminta Kwon Joo tetap memantau pusat panggilan. Ia meminta Joong Ki memeriksa kesaksian Pil Soo secara cermat. Ia meminta Gwang Soo menyelidiki staf Blackhole yang hadir pada hari kejadian. Ia meminta Choon Byung ikut dengannya memeriksa kamera pengawas dekat Blackhole. 

Kwon Joo mengejar Hong Soo dan Choon Byung. Ia mengatakan ada yang ingin ia sampaikan kepada Hong Soo. Choon Byung mengatakan ia akan masuk ke mobil. Kwon Joo mengatakan kamu sebaiknya tahu. Sebenarnya ia punya pendengaran spesial hingga bisa mendengarkan suara terkecil yang tidak bisa di dengar orang lain. Itu sebabnya ia sering mengandalkan pendengarannya saat bekerja di pusat panggilan. Lalu saat kasus Je Soo, pelaku terlacak karena ada bunyi sarung tangan karet. Dalang kasus Aucton Fabre memiliki benda yang menghasilkan bunyi logam berdenting. Hasil analisanya itu bunyi dari pematik, namuk ia belum yakin. Ia meminta Hong Soo berhati-hati jika mendengar bunyi itu. Hong Soo berterima kasih atas petunjuk pentingnya. Kita lanjutkan setelah ia kembali. 


Kang Woo masuk ke ruangan pendukung Kaneki. Ia menemukan berkas pendukung Kaneki. Hong Soo dan Choon Byung sampai. Hong Soo meminta agar mengambil rekaman CCTV di Blackhole. Ia akan memeriksa tempat parkir. 

Hong Soo menghampiri petugas dan mempertanyakan bolehkah ia memeriksa rekaman tanggal 9 Mei. Ia menemukan seseorang masuk ke dalam mobil putih. Ia meminta salinan videonya. Hong Soo mencoba menelepon namun tidak diangkat. Ia mengirim pesan kepada Kang Woo kalau ia merasa ada yang mengawasi Koichi di Blackhole. Perawakannya besar dan rambutnya berantakan. Ia meminta Kang Woo menghubunginya setelah membaca pesan ini. 

Kaneki mendapat pesan dari pria itu. Pria itu memberitahu mereka mengetahui ia berada di Blackhole. Seo Yool menghampiri Kwon Joo dan mempertanyakan apa Hong Soo tidak apa-apa sendirian. Kwon Joo mengatakan kita sudah mendapat petunjuk penting, tunggu saja. 


Hong Soo berjalan di parkiran, ia merasa ada yang aneh. Ia memeriksa sekeliling. Tiba-tiba ia mendengar suara pematik api, ia mengambil pistol dan waspada. Namun ia tidak menemukan apa pun. Tiba-tiba seseorang menggunakan pakaian hitam dan topeng menyergapnya dengan kawat, sampai-sampai ia lemas dan tidak berdaya. Pria itu memasukkan Hong Soo ke dalam mobil. 


Kang Woo membaca pesan dari Hong Soo. 

Komentar:

Huaa Hong Soo diculik......