Thursday, 20 June 2019

Sinopsis Voice 3 Episode 9-2



Hong Soo mengatakan kepada Choon Byung harusnya kamu menyuruh yang lainnya untuk bungkam. Tapi justru kamu yang menyebarkannya. Apa yang telah kamu lakukan. Choon Byung minta maaf. Padahal temannya berjanji tidak akan menulisnya. Choon Byung mengatakan detektif macam apa yang memakai alasan konyol begitu. Untuk sementara kamu dalam masa pengawasan. Tetap di kantor dan menulis laporan. Jika bocor lagi, kamu akan dipecat. Hong Soo mengatakan baiklah. 

Anak buah Hong Soo menghampiri dan mengatakan kalau hasil NISI akan keluar malam ini. Kami menerima dokumen dari kepolisian Jepang. Kamu ingat bekas kawat di tubuh Yukiko. Kawatnya sama dengan yang ada di tas Fujiyama Koichi. Kami juga menerima laporan autopsi kedua Yukioko, mungkin sebelumnya terlewat karena tubuhnya dimutilasi. Namun ternyata jantungnya tidak ada. Hong Soo melihat berkas itu. 


Eun Soo mengatakan ini berakhir namun sepertinya belum. Joong Ki mengatakan wajar jika pekerjaan makin banyak setelah pelaku tertangkap. Tapi diperhatikan bagaimanapun, daftar itu janggal. Seo Yool menghampiri mereka. Ia mengatakan kalau Tim kita mungkin akan dapat promosi spesial karena memecahkan kasus ini. Eun Soo mengatakan jangan senang dulu, itu belum terjadi. Seo Yool mengatakan namun setengah dari Tim kita akan dipromosikan bukan. Ini informasi dari orang dalam di Humas. Joong Ki mengatakan jika ia dipromosikan, istrinya pasti gembira. Seo Yool mempertanyakan di mana Kang Woo dan Gwang Soo. Joong Ki mengatakan Kang Woo memanggilnya ke ruang interogasi. Mereka perlu mengiterogasi manajer Blackhole. Seo Yool mempertanyakan apa Kang Woo sudah berkomentar. Joong Ki mengatakan sikapmu aneh dari kemarin, kenapa terus mencarinya. Seo Yool mengatakan kalau ia hanya belum dengar kabarnya belakangan. 


Kang Woo memukuli manajer Blackhole. Pria itu mengatakan ia akan menulis petisi tentang ini. Knag Woo terus mendesak. Akhirnya pria itu mengatakan baiklah, ia hanya asal bicara. Kang Woo mengatakan kamu melihat Fujiyama Koichi di kelab malam itu bukan. Gwang Soo memperlihatkan foto Fujiyama dan mempertanyakan kemana dia. Pria itu mengatakan tidak tahu. Kang Woo mengatakan itu mustahil. Kamu membangun ruang rahasia di toilet. Pria itu mengatakan kalau pemiliknya menyuruh kami membangunnya. Maksudnya bukan atasan boneka itu. Pimpinan Oh Pil Soo dari Grup Sungjung. Dia membeli banyak saham. Namun karena anaknya meninggal di sana, kami pasti tutup. 

Di rs Kwon Joo keluar sambil membawa berkas hasil pemeriksaannya. Ia duduk dan mengingat kata-kata dokter. Dokter mengatakan dari hasil tes, Anda tidak bereaksi ke tiga frekuensi berurutan. Anda bekerja di pusat panggilan bukan. Ada waktu kritis untuk menyembuhkan gangguan pendengaran. Anda harus istirahat total. Jika terus begini Anda bisa tuli. Kwon Joo akan pergi, seorang pria mengambil berkas hasil tes pendengaran Kwon Joo yang tertinggal. Pria itu mengatakan telinga Anda bermasalah, Nisolone M. Tab ini untuk telinga berdenging bukan. Kwon Joo berterima kasih. 


Pria itu mengatakan ia juga pernah kesusahan karena telinga berdenging. Ini obat tradisionalnya. Jika berdenging terus gosokan tangan, lalu tutup telinganya. Ia juga menunjukkan cara membuka tutup daun telinga. Pria itu mengatakan kalau itu bisa membantu telinga kita. Kwon Joo tersenyum dan mengatakan menarik. Pria itu meminta Kwon Joo mencobanya nanti. 


Hong Soo mengatakan jadi Fujiyama berniat menemui Oh Pil Soo. Namun nama dia tidak ada di daftar. Kang Woo mengatakan pasti ada sesuatu. Jika menemukan kaitannya dengan Oh Pil Soo, semuanya akan terjawab. Hong Soo mengatakan tetap saja kamu harus waspada, Kwon Joo tegas dengan keputusannya. Dia tidak punya keluarga, Tim ini segalanya baginya. Selain itu seorang partnernya pergi dan seorang lagi tewas. Dan sekarang kondisimu seperti ini, tentu saja dia stres. Kang Woo mengatakan dimatanya, mungkin aku hanyalah binatang. Tapi bedebah itu mengincarku juga Kwon Joo. Kematian Fujiyama Koichi merupakan permulaan. Waktu kita sempit. 

Hong Soo mengatakan kalau hasil autopsi Yukiko sudah keluar, namun jantungnya tidak ada. Kamu tahu itu. Kang Woo melihat berkas itu. Hong Soo mengatakan jika ada orang lain yang membuat Dark Web dan mengendalikan Fujiyama, bedebah itu berbeda dari yang lain. Seperti katamu, dia jauh lebih berbahaya dari dugaan kita. 

Hong Soo mendapat telepon Dong Goo. Dong Goo mempertanyakan apa kamu ingat. Hong Soo sepertinya lupa. Dong Goo mengatakan ia kecewa kamu tidak mengingatku. Ia ditangkap oleh Hong Soo tiga kali. Hong Soo mempertanyakan bukankah sudah cukup lama kamu bebas. Dong Goo mengiyakan, sudah dua tahun. Ia mengatakan kalau ia akan menikah. Hong Soo tertawa dan mengatakan malaikat macam apa yang menerima lamaranmu. Dong Goo mengatakan bagaimana kamu tahu dia malaikat. Sebenarnya ini ide dari istrinya dan ia membuka tempat cuci mobil di apartemen kami. Baru berjalan dua tahun, namun berkat promosi dari mulut ke mulut kami mencuci mobil dari 3-4 kompleks. Hong Soo mengatakan kamu akan kaya raya. Dong Goo mengatakan kalau ia ingin bertemu langsung dan menyerahkan undangan. Hong Soo mengatakan tidak usah, kirimkan saja lewat ponsel ia akan datang. 

Hong Soo mengatakan dasar, dia dipidana 10 kali. Dia yatim piatu dan tidak punya tempat sandaran. Lalu dia mulai berbuat kejahatan. Ia mengira dia tidak akan bertobat, jadi syukurlah. Dong Goo berada di depan Klinik Hwang. Ia bergumam seharusnya sudah selesai. Ia menelepon Se Mi namun tidak di angkat. Ia menelepon klinik dan mempertanyakan apa Se Mi masih di operasi. Perawat mengatakan operasinya dijadwalkan ulang. Perawat mengecek Se Mi, namun ternyata tidak ada. Perawat mengatakan kalau Se Mi sepertinya sudah pergi. Karena ketahanannya terhadap alkohol, obat penenang tidak mempan. Sehingga operasinya ditunda. Tadi dia ingin berbaring di ruang pemulihan. Mungkin dia belum lama pergi. 

Dong Goo mengatakan bicara apa kamu, minum-minum saja tidak bisa mana mungkin tahan alkohol. Ia mempertanyakan kemana Se Mi pergi. Ia mendapat pesan dari Se Mi yang mengatakan ia belum siap, ia sudah pikirkan masak-masak. Jika tetap menikah itu akan merugikan kita. Kita berpisah saja, ia serius jangan mencariku. Dong Goo segera masuk ke klinik mencari Se Mi. 

Perawat mengatakan kalau dia mungkin sudah pulang. Dong Goo mengatakan dia biasanya segera mengangkat. Dia baik-baik saja saat masuk ruang operasi. Mana mungkin tiba-tiba mau berpisah lewat pesan. Ia mempertanyakan di mana kepala kliniknya. Lirikannya ke Se Mi mencurigakan. Dia pasti melakukan sesuatu kepada Se Mi. 

Ia masuk ke ruang operasi, ia mencengkeram dokter itu dan mempertanyakan di mana Se Mi. Dokter mengatakan mungkin dia di ruang pemulihan. Dong Goo mengatakan jangan bercanda, ada yang mengirim pesan dengan ponselnya, namun itu bukan Se Mi. Ia tahu tidak mungkin dia sekejam itu terhadapku. Perawat mengatakan jangan gelap mata karena dicampakkan. 

Dong Goo mengambil pisau bedah dan mengancam dokter itu. Perawat menelepon pusat panggilan. Kwon Joo kembali ke pusat panggilan, Eun Soo mempertanyakan apa kata dokter Anda baik-baik saja. Kwon Joo mengatakan kondisinya jauh lebih baik, maaf membuatmu cemas. Petugas mengatakan ada laporan tentang wali pasien yang mendorongkan pisau bedah ke dokter di klinik Dokter Hwang di Yeonsan-dong. Peneleponnya Min Hee, dia perawat. Pasien menghilang dari ruang pemulihan. Wali pasien mengamuk. Sudah ia lacak, pelapor ada di klinik. Kwon Joo meminta agar menyambungkan dengannya.

Kwon Joo mempertanyakan apa maksud Anda pasien menghilang. Min Hee mengataka kami memberi pasien obat penenang, namun tidak mempan. Kadang itu bisa terjadi. Jadi ia memintanya istirahat di ruang pemulihan, namun dia menghilang. Tolong cepat kemari. Kwon Joo bergumam dia jelas panik, pendengarannya tidak setajam sebelumnya. Kwon Joo meminta identitas penyerang dan pasien. Min Hee memberikan data pasien dan wali. Kwon Joo meminta agar memeriksa identitas itu, serta kepala kliniknya juga. 

Kwon Joo membunyikan alarm. Ia mengatakan Situasi Kode Zero. Penelepon adalah Min Hee, perawat di Klinik Dokter Hwang. Pasien Se Mi yang akan dioperasi luka bakar menghilang. Dia melapor walinya Dong Goo mengancam kepala klinik Hwang Jo Kyung. Penyerang bersenjatakan pisau bedah jadi berhati-hatilah. Mungkin ada pasien wanita, jadi minta dampingan polwan dari Divisi Patroli Yeonsan. 

Gwang Soo menghampiri Kang Woo dan mengatakan ada Kode Zero. Hong Soo mengatakan kami tidak ikut, personel kalian sudah cukup. Namun Kong Woo mengatakan ayo. Joong Ki melaporkan kalau kami akan menuju ke sana, ia mempertanyakan di mana Kang Woo dan Gwang Soo. Gwang Soo mengatakan menuju ke sana dari ruang rapat. Joong Ki mengatakan baiklah ia akan membawakan peralatannya. Joong Ki mempertanyakan kepada Choon Byung kenapa tidak bersiap. Choon Byung mengatakan ia dalam masa pengawasan. Tugasnya mengisi berkas kasus, ia meminta agar berhati-hati. Joong Ki mengatakan mulutmu kelak bisa mencelakakanmu, kamu detektif. Choon Byung mengatakan kenapa kalian berkata begitu. 

Seo Yool mengatakan ia menemukannya. Choo Dong Goo, beberapa kali dipidana karena pura-pura terluka dan penipuan asuransi. Dia residivis. Catatan Se Mi bersih, namun ayahnya dipenjara dan berutang besar. Eun Soo mengatakan kepala kliniknya sudah ia selidiki. Namun informasinya tidak relevan. Dia pernah bekerja di rs Yeonsan dan telah praktik selama 20 tahun. Dia membuka Klinik Hwang tiga bulan lalu. Spesialisasinya bedah plastik dan dermatologi, khususnya bekas luka bakar. Dia dari jurusan kedokteran umum dan mulai menjalankan bedah plastik tahun 2010.

Seo Yool mengatakan bukankah ini kasus serupa dengan kasus penipuan di ahli ortopedi. Tiga bulan lalu ada yang mengklaim istrinya menjadi paraplegia setelah operasi kaki di klinik ortopedi. Dia menuntut kompensasi namun ditolak. Dia mengancam akan menulis petisi sebelum ditahan. Padahal mereka bukan benar-benar suami istri.

Kwon Joo mempertanyakan apa ada yang aneh. Min Hee mengatakan ada, Se Mi berwajah cantik namun ada bekas luka bakar besar di pipi dan lehernya mungkin karena insiden saat masih kecil. Ada operasi bernama reseksi ganda, itu operasi untuk membuka luka dan memulihkan pembuluh darah. Biayanya sangat mahal. Kami mengadakan acara khusus berskala besar sambil pindah lokasi klinik. 


Kwon Joo memberitahu kalau Dong Goo punya catatan penipuan asuransi, Se Mi punya masalah keuangan. Menurut Seo Yool situasi ini mirip dengan penipuan memalsukan malapraktik medis untuk memaksa klinik memberikan kompensasi. Perawatnya juga bilang dia tampaknya terlalu tergila-gila kepada Se Mi. Joong Ki mengatakan baiklah situasinya sudah jelas. Gwang Soo mengatakan ia juga setuju. Ia mempertanyakan apa Kang Woo setuju. Kwon Joo mempertanyakan kamu sedang bersama Kang Woo. Joong Ki mengatakan apa, dia komandan tentu saja ia bersamanya. Kang Woo mengatakan kalau Joong Ki yang menaganinya hari ini. Joong Ki mengatakan baiklah ia akan tangani. 

Dong Goo terus mengamuk kepada dokter dan mempertanyakan di mana Se Mi. dokter mengatakan ia melihat luka di tubuh Se Mi, kamu menyakitinya bukan. Dong Goo mengatakan beraninya kamu bicara begitu. 

Se Yool mengatakan ada yang aneh, ia memeriksa videonya sesuai kronologinya. Se Mi terlihat masuk, namun tidak terlihat keluar dari gedung. Eun Soo mengatakan lokasi ponsel Se Mi terlacak, namun kartu USIM-nya baru saja dicabut. Lokasinya tiga menit lalu di kantor dokter Hwang.

Kang Woo dan lainnya sampai. Eun Soo mengatakan ia baru saja menghubungi Divisi Patroli Eunho. Mereka bilang Dong Goo kasar kepada Se Mi seperti gejala awal Sindrom Othello. Pada 15 Juni, Se Mi terlambat pulang karena pekerjaannya, namun Dong Goo merusak perabotan mereka dan membuat keributan. Saat polisi mengetahuinya dan bertanya kepada Se Mi, dia bilang itu salahnya dan semuanya hanya salah paham. kasusnya pun lalu di tutup. Namun tertulis dia memar seakan baru dipukul. 

Kwon Joo mengatakan kepada Joong Ki kalau sepertinya Dong Goo pelaku kekerasan rumah tangga di rumah mereka kepada Se Mi. Joong Ki mengatakan maksudnya ini bukan kasus penipuan. Kwon Joo mengatakan sebaiknya kita tidak sembarangan berasumsi. Joong Ki mengatakan baiklah, kami akan menyelidiki saat urusan di sini beres. 


Joong ki memimpin kasus ini, sedangkan Kang Woo mengawasinya. Joong Ki dan lainnya masuk, Gwang Soo mendapatkan kabar kalau Se Mi tertangkap CCTV keluar dari rs. Dong Goo melihat vidio itu, ketika lengah Joong Ki berhasil melumpuhkannya. 


Kang Woo masuk melihat sekeliling TKP. Di luar Dong Goo meminta agar segera menemukan Se Mi. Kang Woo bergumam dia terlalu tenang sebagai seorang sandera. Ia melihat ada darah berceceran, ia melaporkan kalau ada darah dari alat sterilisasi di ruang operasi. Joong Ki mempertanyakan apa maksudmu darah. Joong Ki dan Gwang Soo kembali ke TKP. Terlihat pria itu memainkan pematik api. 

Komentar:

Wihh apakah dia psikopatnya....namun penasaran siapa dari rs tempat Kwon Joo melakukan rehabilitasi yang menggirimi Kwon Joo bunga....

Sinopsis Voice 3 Episode 9-1

Di pusat panggilan Eun Soo dan lainnya mendengar Kwon Joo memanggil Kang Woo. Hong Soo datang memanggil Kang Woo. Kang Woo melepaskan Kwon Joo, ia segera mengendalikan dirinya. Kwon Joo melihat Hong Soo membawa Kang Woo. Eun Soo mempertanyakan ada apa, baik-baik saja. Kwon Joo mengatakan kalau ia hanya jatuh dari tangga. 


Gwang Soo dan Joong Ki dan melihat dari dekat pria yang menggantung. Mereka sadar kalau pria itu Fujiyama. Hong Soo meminta agar Kang Woo sadar. Ia mengatakan untunglah yang lain tidak melihat. Ia mengatakan kalau ia merasa Kwon Joo tahu lalu datang kemari. Bodoh, apa yang kamu lakukan. 

Joong Ki melaporkan kalau kami menemukan mayat diduga Fujiyama Koichi. Hong Soo mempertanyakan mayat apa maksudnya. Joong Ki mengatakan belum diketahui ini pembunuhan atau bunuh diri, namun dia sudah tidak bernyawa. Dari kondisi mayatnya, dia belum lama mati. 

Eun Soo memutar rekaman tadi, ia mempertanyakan apa yang Kang Woo perbuat. Ia belum pernah mendengar Kwon Joo setakut itu. Seo Yool menatap Eun Soo. Anak buah Hong Soo menemukan asal suara itu, ia menemukan alat perekam. 

Anak buah Hong Soo memberikan alat perekam itu kepada Hong Soo. Kang Woo mengatakan bedebah, dia tahu dan merencanakan ini sejak awal. Kwon Joo mengajak Kang Woo bicara.

Kwon Joo mengeluarkan berkas dan mengatakan kalau ini keterangan medis yang dilampirkan Fujiyama Koichi saat meminta investigasi ulang 20 tahun silam. Ini milikmu bukan, ia meminta Kang Woo menjawabnya. Kang Woo hanya terdiam, Kwon Joo meremas berkas itu. Ia mempertanyakan jadi pembunuh Miho sebenarnya, ia melipat berkas itu. Ia mengatakan kini ia paham alasan Fujiyama melakukan kejahatan ini dan memanfaatkan Je Soo untuk mengusikmu. Sejak awal kamu bohong saat mengaku yakin aku akan mempercayaimu. Mulai sekarang jangan bilang prasangka itu menakutkan. Ia membebastugaskanmu sebagai polisi. Silangkan kembalikan pistol dan lencana polisimu. 

Kang Woo mengatakan tidak ada yang bisa menangkapnya selain aku. Bedebah itu jauh lebih radikal daripada Je Soo. Fujiyama mati karena racun, pasti ada pelaku lain. Kwon Joo mengatakan lagi-lagi kamu gagal mengerti. Saat terdesak, kamu menuding ada pelaku lain. 


Choon Byung mengatakan menemukan mayat, dia diduga pesuruh Koichi. Tidak ada luka luar yang parah, tapi tampaknya dia dibunuh dengan kawat. Ia merasa dia mengincar uang saat melarikan diri. 

-Episode 9, Hidupmu Baik-Baik Saja?-

“Rasa iri tidak lepas dari membandingkan diri. Tanpa perbandingan, tidak ada rasa iri. <Francis Bacon>”

Hong Soo mempertanyakan kepada petugas kamu yakin itu racun. Petugas mengatakan begitulah menurutku. Kami menmeukan sodium fluoroasetat, racun tikus di sini. Tiga-empat kali lebih ampuh dan menyiksa dari kalium sianida. Hong Soo mengatakan jadi dia dibunuh. Gwang Soo mengatakan kalau pihak Jepang mengabari kalau sidik jarinya cocok dengan Fujiyama Koichi. Mayat lainnya yakuza bernama Sasaki. Ia menambahkan kalau menemukan USB, ternyata isinya kode. 


Kang Woo menghampiri mereka yang sedang memeriksa USB. Ternyata itu berisi daftar VVIP Jepang dan Korea. Hong Soo mengatakan kalau ini seperti daftar nama. Kang Woo mengatakan mungkin itu daftar anggota. Choon Byung mengatakan jika nama-nama ini benar, bisa dikatakan ini kotak pandora. Hong Soo meminta agar merahasiakan ini karena belum dikonfirmasi. Kwon Joo mengatakan kalau ia pamit. Kang Woo melihat kepergian Kwon Joo.


Hong Soo meminta Kang Woo bersikap wajar, nanti mereka tahu. Mengenai Kwon Joo. Kang Woo mengatakan ada pelaku lain. Dia sengaja mengincar Kwon Joo dengan mainan. Hong Soo mengatakan kita selidiki dulu kebenaran daftar ini. Jangan buru-buru menyimpulkan. Kang Woo mengatakan pada malam dia terluka, ada seorang pria berjas di sedan warna hitam. Fujiyama Koichi berencana bertemu seseorang di Blackhole. Ini bukan kasus sederhana. Daftar itu juga terlalu mudah terbongkar, terlepas datanya benar atau tidak. tujuan mereka mungkin lebih besar dari dugaan kita. Jika aku bertingkah aneh lagi, tembak aku tanpa ragu. Hong Soo mengatakan jika kamu meracau lagi, akan ia remukkan rahangmu. Kang Woo pergi meninggalkan Hong Soo. 


Eun Soo mengatakan kemungkinan besar tersangka tewas Fujiyama Koichi adalah target yang kita cari. Usaha yang bagus kalian semua. Seo Yool mendapat telepon dari Joong Ki yang mengatakan kami akan minum-minum di kedai sup dekat kantor. Ia meminta Seo Yool dan Eun Soo bergabung. Choon Byung menambahkan kalau para atasan sudah pulang. Hanya ada kami, jadi tidak perlu sungkan. 

Seo Yool mengatakan kepada Eun Soo kalau tim lapangan sedang minum-minum, kamu mau ikut bukan. Eun Soo mengatakan baiklah. Seo Yool mengatakan kalau ia akan mengabari mereka. 


Di mobil Kwon Joo mendapat pesan dari Hong Soo, “Aku maklum situasi itu bisa mengejutkanmu. Dia berjuang mati-matian agar tidak menjadi monster. Janganlah kita menyerah menghadapinya.

Seo Yool mengatakan kami bisa menemukan petunjuk penting berkat dirimu. Sayang sekali kamu harus pergi. Cho Rong mengatakan kamu memang pandai memuji. Ia mengatakan kepada Eun Soo agar mengunjunginya di Inggris setelah selesai. Ajak Seo Yool bersamamu. Eun Soo mengatakan terlau jauh, bagaimana jika kamu masuk tim kami saja. Cho Rong mengatakan haruskah, namun ia cemas orang ini akan terus memantauku. Seo Yool tersenyum mengatakan tidak akan, kamu tahu aku sibuk sekali. Cho Rong meminta Eun Soo menjaga diri. Eun Soo mengatakan kamu juga. Cho Rong pergi meninggalkan mereka. 

Hong Soo di kantor, ia mendengar suara pematik api. Ia mencari asal suara itu, namun tidak menemukan apa pun. Ia menelepon atasannya dan mengatakan ia akan menuju ruang rapat. 


Komisaris Yoo mempertanyakan jadi daftar ini ditemukan di TKP. Hong Soo mengiyakan, seperti yang terlihat ada mantan menteri, kepala Yayasan Asia Peace, jurnalis investigatif TVF dan tokoh publik lain yang dihormati. Seperti yang tertera mereka membeli potongan tubuh, film snuff dan senjata untuk membunuh. 

Komisaris mengatakan menggelikan sekali. Pikirmu mereka begitu sinting hingga ke situs ilegal demi membeli ini. Ia yakin daftar USB ini sengaja dibuat dengan niat buruk. Hong Soo juga sependapat. Namun sebaiknya kita investigasi orang-orang di daftar itu. Komisaris mengatakan kalau ia akan laporkan ini ke markas besar dan ia rundingkan lagi denganmu. Pastikan semua tutup mulut agar ini tidak bocor. 


Kang Woo memikirkan kejadian tadi, lalu ia menatap tangannya. Flashback, Osaka delapan bulan lalu. Kang Woo berjalan, terdengar suara Kang Woo. “Ingatanku mulai pulih sejak ledakan di hostel pelajar. Miho, ia merasa akulah yang mencekik dan memotong telingamu.“ Kang Woo mengambil potongan artikel tentang pembunuhan Miho. “Ayahku menjadi pembunuh untuk menyelamatkanku yang masih kecil. Putra pertamanya sakit leukemia, putra keduanya psikopat. Ia yakin ayahnya terpaksa. Jika terbukti aku pelakunya, ia harus menerima hukumannya.” 


Kang Woo di depan kaca, terlihat dirinya yang menyeramkan, sepertinya itu halusinasinya. Ia menatap tato di tangannya. Terlihat kacanya pecah dan ada darah lagi. 

Joong Ki mengatakan apa, yang benar saja. Untuk apa Kang Woo melakukannya. Choon Byung mengatakan detektif No bilang tangan Kang Woo ada di situ. Katanya situasinya intens, tapi mustahil Kang Woo begitu. Joong Ki mengatakan pasti keliru, mana mungkin Kang Woo mencekik Kwon Joo. Gwang Soo membenarkan, ia yakin itu salah. Namun selagi membahasnya, kita perlu terus terang satu sama lain bukan. Kita tidak yakin Kang Woo baik-baik saja. Joong Ki mengatakan dia baik-baik saja pasti, aku khawatir. Namun jangan berasumsi dan membicarakannya, kita tunggu saja. Gwang Soo mengatakan baiklah, setelah 10 bula akhirnya tersangka tertangkap. Kita harus minum-minum sepuasnya hari ini. 

Eun Soo dan Seo Yool menyusul mereka. Gwang Soo mempertanyakan kenapa ekspresi kalian begitu, ada masalah. Seo Yool mengatakan bukan apa-apa. Choon Byung mengatakan seperti ada masalah, kalian merahasiakan sesuatu. Eun Soo mengatakan tidak, tidak ada apa-apa. Choon Byung mendapat telepon dari reporter Pyo yang menanyakan kasus hari ini. Choon Byung izin pamit untuk mengangkat telepon. Ia menambahkan kalau dia seniorku di SMA. 


Kwon Joo memikirkan kang Woo yang mencekiknya. Ia juga teringat melihat seseorang menggunakan pakaian hitam di atas. 


Seseorang menyalakan lilin dengan pematik api. Terlihat tato yang sama saat kelab waktu itu. Pria itu menikmati makanannya sambil minum-minum. ia bergumam manusia bisa hancur jika tidak punya tujuan hidup, mereka makhluk lemah. Terlihat sebuah foto pria itu bersama Yukiko. Terlihat tulisan, “Ulang tahun pernikahan pertama dengan Yukiko.”


Di tempat rawat Pil Soo mengatakan putranya mati seperti itu. Namun ia masih punya ini. terlihat sebuah tangan, sepertinya sudah di awetkan. Ia mengatakan ini akan melindungiku dari kematian selamanya. Ia memeluk tangan itu. 


Seorang reporter melaporkan kalau di kompleks industri kaca di Hongnam sekitar pukul 22.20, mayat bos gangster Jepang ditemukan hingga memicu kegemparan. Mayat gangster Jepang itu teridentifikasi sebagai Fujiyama Koichi. Dia pemilik Dark Web yang melelang potongan tubuh. Masyarakat terkejut karena nama para pejabat Korea ditemukan dalam daftar VVIP situs itu. 


Komisaris mengatakan investigasi ini belum di tutup, kenapa diekspos ke reporter lebih dahulu. Bagaimana kalian memimpin anggota kalian. Katamu daftar nama ini sangat berbahaya kemarin, kebodohan macam apa ini. Kini reporter mengendusnya, bagaimana caramu menaganinya. Hong Soo minta maaf, seharusnya kami lebih berhati-hati. Komisaris mempertanyakan bagaimana kata kepolisian Jepang. Hong Soo mengatakan mereka juga terkejut. Kedutaan Jepang dan anngota kongres Makio ayah dari seniman yang tewas akan menghadiri autopsi Fujiyama Koichi hari ini.

Komisaris mengatakan markas besar kemarin memutuskan untuk menyelidiki ini dengan kepolisian Jepang. Jadi bubarkan tim investigasi hari ini. Susun dokumen dan serahkan kepada mereka. Kwon Joo mengatakan baiklah. Namun Tim Golden Time akan membereskannya. Selain itu ia ingin mengeluarkan Kang Woo dari tim. Tolong berikan persetujuan Anda. Komisaris mengatakan kamu yang merekrutnya, lakukan semaumu. Bukankah Kang Woo berniat mundur setelah pelaku tertangkap. Hong Soo mengatakan biar aku yang menangani masalah itu. 

Di luar Kang Woo berpapasan dengan Komisaris. Komisaris berterima kasih atas kerja keras Kang Wo. Kang Woo mengatakan kepada Kwon Joo ia bilang ia akan menebus dosanya dengan caraku. Kamu tahu betul ini bukan kasus sederhana. Apa kamu tidak percaya karena aku kriminal. Kwon Joo mengatakan ia menjadi detektif untuk menolong masyarakat. Andai kamu mengakui peluangmu menyakiti orang-orang di sekitar, ia tidak akan melakukan ini. berkat dirimu kita bisa menyelidiki kasus ini, untuk itu ia berterima kasih. Namun serahkan sisanya kepada kami. Tidak ada lagi yang perlu dibahas. Bersyukurlah ia memberimu waktu untuk menebus dosamu sendiri. Hong Soo menepuk badan Kang Woo. ia lalu mengejar Kwon Joo.

Kwon Joo mengatakan kepada Hong Soo kalau apa pun ucapanmu, ia tidak akan berubah pikiran. Hong Soo mengatakan ia tahu betapa sulitnya menerima kolega yang mengkhianati kepercayaanmu. Tapi dia berjanji akan menebus dosanya. Terlebih dia yang paling tahu kasus ini. 

Kwon Joo mengatakan tidak lihat para reporter yang mengintai di depan kantor. Begitu kita tahu motif Fujiyama, kang Woo akan menjadi sasaran. Saat itu mungkin dia tidak bisa lagi menebus dosanya atau mengobati penyakitnya, ini keputusan terbaik yang bisa ia buat untuk melindunginya dan tim kita. 

Hong Soo mengatakan ia mengerti. Kamu sangat mengenal Kang Woo. Pikirmu mendepaknya bisa mencegahnya mencari penjahat. Salah, karena dia bukan detektif lagi dia tidak segan memakai cara berbahaya dan ilegal. Mengizinkannya bekerja sebagai detektif dan menangkap kriminal di bawah pengawasanku adalah satu-satunya cara untuk melindunginya. Dengan begini kamu bisa membalas utang nyawamu kepadanya. Kwon Joo mendapat pesan kalau tes pendengarannya sudah keluar. 


Komisaris Yoo melakukan preskon. Media mempertanyakan maksudnya Kepolisian Poongsan sudah memulai investigasi tertutup mengenai Dark Web bernama Auction Fabre. Komisaris Yoo menjelaskan sejak Tanggal 18 Juni 2018, kami menangkap Je Soo administrator Doctor Fabre. Lalu kami tahu dia bagian dari Auction Fabre. Kami mencari Fujiyama Koichi pria 37 tahun yang dicurigai sebagai pemilik situs itu dan komplotan Je Soo. Kemarin, kami menemukan mayatnya di kawasan pabrik kaca di Hongnam. Media mempertanyakan ditemukan daftar VVIP yang membeli potongan tubuh di situs itu. Kabarnya banyak tokoh terkenal di daftar, benarkah. Media juga mempertanyakan tentang rumor Kang Woo berkaitan dengan motif Fujiyama Koichi. Komisaris mengatakan mengenai daftar itu belum ada yang diverifikasi. Untuk masalah lain akan ada investigasi gabungan dengan kepolisian Jepang.

Friday, 14 June 2019

Sinopsis Voice 3 Episode 8-2



Nenek di telepon mengatakan pergelangan kakinya cuma terkilir sedikit, tidak perlu khawatir. ia mengiyakan akan segera ke sana untuk bertemu cucunya. Ia melihat mobil Jin Sik dan segera menutup teleponnya. Ia melihat seorang pria memakai topi keluar dari mobil itu. Pusat panggilan menerima telepon dari korban sopir ugal-ugalan. Kwon Joo memperkenalkan diri dari pusat panggilan. Nenek mengatakan kalau mobil pemuda itu baru saja parkir di rs. Ia mengira itu Jin Sik, namun yang keluar seorang kurir. Dia menaruh sebuah kotak ke atas troli, namun ada suara dari dalam kotak itu. Nampaknya ada sesuatu yang hidup di dalamnya. Apa kira-kira pemuda jahat itu mengutus orang untuk menyakiti suamiku. 

Kwon Joo mengatakan tenang saja, kami pasti melindungi kalian. Ia mempertanyakan apa Anda ingat rupanya. Nenek mengatakan pawakannya cukup besar, tapi jalannya timpang. Eun Soo memberitahu Kwon Joo kalau Oh Pil Soo dirawat di rs Poongsan. 

Pil Soo mempertanyakan kepada anak buahnya berani-beraninya mereka macam-macam dengan putraku. Anak buahnya mengatakan kalau polisi sedang mencarinya. Pil Soo mempertanyakan hanya itukah yang bisa kamu katakan. Ia meminta agar menghubungi semua PNS yang menerima uang dariku, kembalikan putraku. Kerahkan juga semua tenaga swasta. Setelah anak buahnya pergi ia berkomentar penculik putranya menganggapku remeh ya. 

Eun Soo meminta Kwon Joo melihat berkas ini. Ia menemukannya saat mencarinya. Kwon Joo melihat itu laporan tentang kecelakaan mobil, korban Hwang Hye Seong. Kwon Joo melaporkan kepada Kang Woo kalau bisa jadi tersangkanya Hwang Doo Sik, ayah dari korban yang tewas akibat Oh Pil Soo mengemudi saat mabuk. 


Doo Sik memegang lencana yang ia pakai. Ia bergumam anakku. Kwon Joo mengatakan putra Doo Sik meninggal tahun 2014 akibat Oh Pil Soo mengemudi saat mabuk. Itu tepat saat anak yang dia besarkan dengan membanting tulang setelah istrinya meninggal diterima di Akademi Angkatan Udara dan itu kebanggaan terbesarnya. 


Flashback, seorang pria mengatakan kamu pasti bangga terhadap putramu. Ia mengatakan kepada Hye Seong kalau dia hanya makan sup pereda pengar selama sepuluh tahun ini dan baru kali ini dia memesan iga. Ia memberikan iga itu dan mengatakan rebuskan ini untuknya. Hye Seong mengangguk dan mengatakan terima kasih. Doo Sik mengatakan kalau anaknya akan menjadi pilot. Kwon Joo mengatakan mereka pulang setelah makan di kedai untuk merayakan penerimaan Hye Seong. Pada malam kejadian mereka menyeberangi zebra cross lalu mobil Pil Soo menabrak Hye Seong hingga mati di tempat. Flashback, ketika menyebrang mobil Pil Soo akan menabrak mereka, Hye Seong mendorong ayahnya sehingga ia yang tertabrak. 

Kwon Joo mengatakan kalau Doo Sik mengaku melihat Pil Soo menyetir. Namun sopir pribadinya duduk di kursi pengemudi saat polisi tiba lalu dia menyerahkan diri. Jadi Pil Soo dibebaskan tanpa dakwaan. Pengadilan menilai Hye Seong bersalah karena mabuk dan menyeberang sembarangan. Jadi sopir pribadi Pil Soo hanya divonis tiga tahun penjara. Kabarnya Doo Sik mencoba bunuh diri beberapa kali setelah kejadian itu. 

Mereka sampai di rs dan segera bergegas. Doo Sik membawa kotak besar, terdengar suara rintihan dari dalam kotak itu. Petugas menghampiri dan mempertanyakan mau bertemu siapa. Doo Sik mengatakan ia mau mengantar barang, keluarga pimpinan ingin ini dikirimkan secepatnya. Petugas mengatakan akan mengeceknya. Petugas mendapat telepon dari Eun Soo. Eun Soo mengatakan terduga penculik menuju kamar Pil Soo. Ia meminta agar mengalihkan perhatiannya, petugas akan segera datang. Petugas itu mengatakan bagaimana ini, orang itu mau mengantar sesuatu. Eun Soo meminta jangan tutup, mohon tunggu sebentar. 

Eun Soo melaporkan kalau Doo Sik berada di koridor kamar Pil Soo. Pil Soo ditelepon mengatakan jika tidak menemukan anakku, kalian akan dipecat. Tiba-tiba Doo Sik masuk ke ruang rawat Pil Soo, ia mengunci pintu ruangan tersebut. Ia membuka kotak itu dan mengeluarkan senjata tajam. Ia mengatakan kalau ia kemari untuk membunuh putramu. Pil Soo mempertanyakan apa buktinya kalau dia putraku. Ia mengeluarkan cincin dan mempertanyakan kamu mengenalnya bukan. Pil Soo yang melihat cincin itu kaget.


Kang Woo dan laiinya masuk dengan membuka paksa pintu ruangan itu. Doo Sik terus mengancam. Kwon Joo bergumam suara Doo Sik penuh amarah, namun tenang. Choon Byung mengatakan kami tahu kamu kemari untuk membalaskan dendam anakmu. Doo Sik mengatakan kamu mabuk dan membunuh anakku. Pil Soo mengatakan ia tidak mengerti maksudmu. Doo Sik terus mengancam. Kang Woo mengatakan lakukan sesukamu. Jika harus ada yang mati untuk mengakhiri ini, kami tidak akan menghalangi. Namun apa pisau itu cukup, ia menyerahkan pistolnya. Ia mengatakan akan ia pinjamkan pistol ini. Tembak saja sesukamu. 

Kwon Joo mempertanyakan apa yang kamu lakukan, jangan menghasutnya. Kang Woo mengatakan akan ia pakai caraku. Kang Woo mengatakan hukum telah mengkhianatimu dan polisi gagal melindungimu. Lakukan sesukamu.  Pil Soo akhirnya mengatakan baiklah, ia mengaku sedikit mabuk hari itu. Ia tidak sengaja menabraknya. Akan ia berikan ganti rugi. Doo Sik mengatakan di dunia ini ada hal-hal yang tidak dapat dibeli dengan uang. Pil Soo mengatakan baiklah, ia akan minta maaf. Letakan pistolmu. 


Eun Soo meminta agar memeriksanya. Kwon Joo membaca berkas bertuliskan, “Tolong bunuh Oh Jin Sik dari Sungjung Retail.” Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau sepertinya kita keliru. Tujuan Doo Sik bukan mengungkap kebenaran. Sepertinya dia berniat mati. Doo Sik mengatakan jangan bergerak, akhirnya Choon Byung bisa melumpuhkannya. Pil Soo membuka dan ternyata di dalam situ bukan putranya. Pria di kelab mengatakan saat ia keluar dari pintu rahasia, kepalanya dipukul. Pil Soo mempertanyakan di mana putranya. Doo Sik mengatakan soal itu ia mencoba memberimu kesempatan terakhir, tapi anakmu overdosis narkoba. Ia melemparkan kunci mobil. Pil Soo segera berlari. 

Kwon Joo mengatakan Jin Sik mungkin sudah meninggal. Eun Soo menemukan dokumen dari petisi daring yang belakangan ini diunggah Doo Sik. Dia mulai percaya buta kepada dukun. Tertulis dia percaya mendiang anaknya hanya bisa tenang setelah Jin Sik dibunuh. Dia berniat turun tangan jika polisi tidak melakukannya. 


Pil Soo membuka bagasi mobil anaknya, ia menangis menemukan anaknya di dalam bagasi mobil sudah tidak bernyawa. Di ruang rawat Kang Woo mempertanyakan kamu sudah puas. Apa kamu lebih lega setelah balas dendam. Doo Sik mengatakan Hye Seong, ayah juga bangga terhadapmu.

Kang Woo mempertanyakan di mana Wire Shun. Seo Yool mengatakan dia melewati persimpangan Hongyi dan menuju Sokpo. Kang Woo mengatakan ia akan ke sana. Ia mengajak yang lainnya pergi bersamanya. 


Nenek menemani kakek di rs. terdengar suara berita menyampaikan tewasnya Jin Sik. Nenek melihat berita itu, lalu ia memegang tangan kakek. Seo Yool melaporkan kalau mobil tersangka lenyap di dekat Simpang Susun Sokpo. Anak buah Hong Soo mengatakan jika dia tadi terlacak di Simpang Sokpo, mungkin dia menuju pelabuhan atau Gunung Sokpo, mohon periksa. 


Cho Rong menemukan bekas dan mempertanyakan apa ini. Ia segera menghubungi Seo Yool. Seo Yool lalu meminta Eun Soo mengambil alih. Seo Yool menghampiri Cho Rong. Cho Rong mengatakan masa kecil psikopat itu menyakitkan. Seo Yool mengambil berkas itu dan berterima kasih. Seo Yool terlihat kaget saat membaca berkas itu, ia segera pergi. Kwon Joo mendapat pesan dari Seo Yool yang meminta bicara sebentar. 


Di mobil Kang Woo mengatakan tidak mungkin dia menuju Pelabuhan atau Gunung Sokpo yang penuh CCTV. Ia lalu mengecek map. Ia melaporkan kalau di jalur menuju pusat kota dari Simpang Susun Sokpo tidak terdapat CCTV. Ia yakin tersangka pergi ke sana. Choon Byung mengatakan ada banyak pabrik kaca terbengkalai di jalan. Mungkin salah satunya lokasi persembunyiannya. Joong Ki melaporkan kepada tim Jatanras kalau kami yakin tersangka berbelok di terowongan Simpang Susun Sokpo atau jalur tikus dan kembali. Ada juga kawasan pabrik kaca yang tertutup di Hongnam. Choon Byung yakin persembunyian Fujiyama di sana. 


Hong Soo mempertanyakan berapa lama perjalanan ke sana. Rekannya mengatakan ini sudah di jalan bebas hambatan, butuh sekitar 20 menit untuk tiba di gerbang keluar berikutnya. Hong Soo melaporkan setelah tiba di sana, siaga saja jangan gegabah. Ia meminta anak buahnya agar lebih cepat. 

Kwon Joo mempertanyakan apa maksudmu, jadi Wire Shun adalah kakak Miho. Seo Yool membenarkan, dia kakak dari gadis yang dibunuh oleh ayah Kang Woo. Cho Rong pikir menyelidiki Fujiyama Koichi lebih lanjut bisa membantu investigasi. Setelah kematian adiknya, ayah mereka yang seorang pengacara tewas dalam kecelakaan. Ibu mereka bunuh diri. Ia merasa dia menjalankan Dark Web itu akibat trauma. Kwon Joo berpikir itukah alasan dia terobsesi pada Kang Woo. Ia menatap Seo Yool, sepertinya ada yang disembunyikan. Kwon Joo mempertanyakan ada yang kamu tutupi, masih ada lagi bukan. Seo Yool memberikan berkas dan mengatakan ini keterangan Fujiyama saat berumur 10 tahun. Dia menulis, “aku tahu siapa pelaku sesungguhnya. Pelakunya bukan Matsuda Futoshi, tapi Matsuda Kousuke.” Kwon Joo mengatakan dia masih kecil, mungkin ingatannya samar akibat trauma. 


Seo Yool mengatakan mulanya ia juga menyangkalnya. Namun dibaliknya ada petisi yang dia kirimkan saat berumur 20 tahun. Dia melampirkan surat keterangan medis. Dia memperolehnya dari rs langganan Kang Woo. Namun ia belum menverifikasinya. Terlihat dalam berkas itu tertulis, “Gangguan kepribadian antisosial.” Kwon Joo merasakan sakit di telinganya. Seo Yool mempertanyakan apa Anda baik-baik saja. Kwon Joo mengiyakan, aku harus bicara langsung dengannya. Ini belum pasti jadi mari rahasiakan ini. 

Setelah Seo Yool pergi ia memikirkan kejadian di Jepang dan perkataan Je Soo saat ia dan Kang Woo menemui Je Soo di penjara. Kwon Joo menelepon Hong Soo dan mempertanyakan kamu tahu bukan dia bukan sekedar kehilangan kesadaran tapi gejala psikopat. Hong Soo mengatakan nanti saja, setelah menangkap penjahat ini. Kwon Joo mengatakan ia akan menyusul. Pelakunya Fujiyama, kakak dari Miho yang dahulu dibunuh. Akhirnya jelas alasan pelaku menyelidiki Kang Woo. Dia juga menuduh Kang Woo sebagai pembunuh adiknya. Ia harus bicara langsung dengannya, ia mempercayainya sama sepertimu. Jika ini benar dan dirahasiakan dariku, dia bukan detektif atau komandan.

Choon Byung melaporkan kalau kami sedang menuju kawasan pabrik kaca di Hongnam. Lima menit lagi sampai. Anak buah Hong Soo melaporkan kami memutar balik setelah keluar dari jalan bebas hambatan. Kami akan tiba 12 menit lagi. 

Kwon Joo mengatakan kepada Hong Soo kalau jaraknya hanya 3km dari kepolisian Poongsan. Ia akan tiba lebih awal. 

Kang Woo dan lainnya sampai. Joong Ki melaporkan nomor polisinya sama. Kang Woo mengatakan mari berpencar. Gwang Soo dan Joong Ki melihat Kwon Joo, mereka mempertanyakan kenapa Kwon Joo kemari. Kwon Joo mempertanyakan di mana Kang Woo. Gwang Soo mengatakan dia menuju kompleks C. Kwon Joo segera bergegas.

Kang Woo menyisir tempat itu, terlihat sepintas seseorang memakai jubah hitam. Hong Soo dan anak buahnya juga sampai di lokasi. Kang Woo terus menyisir tempat itu, begitu juga Kwon Joo. Kang Woo melepas radionya. Terdengar suara rekaman. Ia terus menyisir tempat itu. 


Di tempat lain Joong Ki dan Gwang Soo menyisir tempat itu. Kwon Joo menemukan radio milik Kang Woo. Ia lalu naik ke atas. Joong Ki dan Gwang Soo menemukan seseorang tergantung. Kang Woo mengatakan jangan omong kosong, keluarlah. Cepat perlihatkan dirimu. Joong Ki dan Gwang Soo melihat dari dekat, pria yang tergatung adalah Fujiyama. 


Kwon Joo mendengar suara, ia menemukan mainan yang sama saat ledakan waktu itu. ia lalu terjatuh. Kang Woo yang mendengar suara itu lalu mengeceknya, dan ternyata Kang Woo. Ia melihat darah Kwon Joo yang mengucur sampai dekat telinga. Terdengar suara, “Jika dia tahu kamu membunuh Miho, dia akan dirundung kebencian dan rasa muak dan menjadi musuhmu.”Kang Woo melepaskan Kwon Joo, ia sepertinya kehilangan kendali. “Kubiarkan Kwon Joo hidup untuk memberimu kesempatan. Inilah kesempatanmu.” Kwon Joo menghampiri Kang Woo dan mengatakan kamu tidak apa-apa. Tiba-tiba Kwon Joo dicekik oleh Kang Woo. Kwon Joo sepertinya melihat ada pria yang mengawasi mereka dari atas. 

Komentar:

Aa makin penasaran siapa sebenernya psikopat di season ini......