Wednesday, 18 July 2018

Sinopsis Sketch Episode 14-2



Do Jin masuk hotel, ia mengamati sekeliling. Ia melihat seorang pria membawa senjata. Do Jin sengaja menabrak pria itu dan mengambil dompetnya. Ia mengamati pria itu ke lantai berapa di lift. Do Jin lalu ke resepsionis untuk mengembalikan dompet itu. Petugas menghubungi pria itu agar mengambil dompetnya. Do Jin ke ruangan tersebut, ia memeriksa sekeliling. Di dalam ruangan itu terlihat pengamanan yang sangat lengkap. Pria itu kembali ke ruangan, Do Jin mendengarnya, ia berhasil keluar dari ruangan itu. 


Dong Soo menemui rekannya yang dulu bekerja di kantor Yakseon. Ia mempertanaykan apa pria itu ingat kasus persimpangan Yakseon. Pria itu mengatakan ia ingat, ia mempertanyakan kenapa menggali kasus lama. Pria itu mengatakan kalau itu terjadi tepat sebelum pemilihan. Para atasan menekan untuk menagkap pelaku, namun tidak ada petunjuk. Ada anak 19 tahun yang menyaksikan kejadian, namun mengidap kelainan jiwa. Sebab itu, semua orang dari bawah hingga atas mengarang cerita untuk menjebak anak itu. Dong Soo mempertanyakan kalau saksi diubah menjadi pelaku. Pria itu menjelaskan kalau anak itu mengaku kejahatan tersebut. Anak itu ditahan selama hampir setahun setelah persidangan namun berakhir bunuh diri. Anak itu meninggalkan surat wasiat yang menyebut tuduhan palsu. Namun setelah anak itu tewas, seseorang yang aneh muncul. Orang itu mengaku sebagai pelaku sebenarnya kasus tersebut. Jika penyelidikan ulang dilakukan, itu akan mempermalukan kepolisian. Orang itu seseorang pencadu alkohol dan kejiwaannya juga bermasalah. Sehingga mereka memutuskan menguburnya. Pria itu penasaran kenapa Dong Soo ingin tahu kasus itu. Dong Soo mempertanayakan apa ingat kasus kebakaran Gedung Seosu, siapa pelakunya. Pria itu mengatakan kalau pelakunya seseorang pengidap ganguan kejiawaan. Dong Soo mengatakan kalau namanya Sang Gu. Pria yang ingin menyerahkan diri dengan mengaku sebagai pelaku dibalik kasus persimpangan Yakseon. Jika polisi membiarkan dia menyerahkan diri dan menahannya, kebakaran itu tidak akan terjadi. itu berarti bisa mencegah kematian 200 korban tak berdosa. Dong Soo mempertanyakan siapa penaggung jawab kasus persimpangan Yakseon. 

Young Sim mendapat telpon dari Dong Soo. Dong Soo menagtakan kalau adik Tae Joon tewas di Gedung Seosu, bagi Tae Joon itu bukan sekedar kecelakaan. Dong Soo mempertanayakan apa ada kabar dari Shi Hyun. 


Do Jin menjelaskan dilihat dari tingkat pengamanannya, ia merasa kita datang ke tempat yang tepat. Ada sebuah agen yang menjaga pintu masuk ruangan tersebut. Sikapnya menunjukkan bukan petugas keamanan hotel. Petugas keamanan hotel tidak perlu membawa Glock 17. Ada alat pindai seluruh tubuh di pintu masuk. Tipe yang bahkan bisa menditeksi benda berbahaya non metal, begitu pula barang-barang yang tersembunyi di dalam tubuh. Pediteksi alat penyadap dipasang dibawah meja, jendela sepenuhnya anti peluru. Ia bahkan melihat pediteksi kebocoran asap di lubang ventilasi. Jaksa Yoo memuji pekerjaan Do Jin. Ia meminta Do Jin kembali dan bersiaga. 

Setelah Do Jin pergi, Tae Joon mempertanayakan apa Jaksa Yoo sudah mendapat penglihatan. Jaksa Yoo mengatakan belum.

Shi Hyun menuju kantor Choi Siljang. Tiba-tiba ia mendapat telpon dari kakaknya. Jaksa Yoo mempertanyakan apa adiknya punya sketsa baru. Shi Hyun mengatakan belum, ia akan mengabari kakaknya jika ada sketsa baru. 


Shi Hyun sampai di kantor Choi Siljang, ia masuk ke kantor tersebut. Namun ruangannya kosong. Ia melihat isi kulkas yang ternyata tidak terduga. Shi Hyun mendengar suara, ia bersaiga. Ternyata Dong Soo. Mereka sama-sama memegang pistol. Shi Hyun mengatakan kalau Dong Soo akan terkejut dengan isi kulkasnya. Dong Soo menduga kalau Choi Siljang diperkerjakan seseorang dan bukannya pensiun. Ia pernah mendengar ada orang yang membereskan masalah pribadi para penguasa, ini pertama kalinya ia melihatnya. Shi Hyun penasaran kenapa Do Jin menculik putri Choi Siljang. Dong Soo mengatakan mungkin dia menginginkan sesuatu darinya. Namun Dong Soo yakin karena sudah dibebaskan, dia sudah mendapatkan keinginannya. Shi Hyun mempertanyakan apa ada hubungannya dengan Jae Hyun. Dong Soo mengatakan kalau itu bukan kesalahan Shi Hyun. Shi Hyun mengatakan seharusanya ia berterima kasih kepada Jae Hyun. Ia hanya menerima ucapan terima kasih dari Jae Hyun. Dong Soo mendekat dan menepuk bahu Shi Hyun. Ia menambahakan kalau Jae Hyun tahu bagaimana perasaan Shi Hyun. Shi Hyun mendapat telpon dari Young Sim yang memberitahu lokasi panggilan terakhir Choi Siljang. 

Mereka sampai di sebuah tempat, tempat itu dipenuhi bunga-bunga. Shi Hyun dan Dong Soo sampai di sebuah tempat, diatas pintu terdapat batang korek api. Shi Hyun sadar kalau itu sengaja meletakkanya untuk memeriksa ada yang masuk atau tidak. Dong Soo membenarkan, mereka masuk. Dong Soo meminta Shi Hyun dibelakangnya. Young Sim melihat berkas-berkas tentang Tetua. ia menemukan buku harian Do Jin. Do Jin sampai area dekat persembunyiaannya. 

Mereka mendengar sesuatu, mereka menemukan Choi Siljang. Dong Soo mempertanyakan apa Choi Siljang membunuh Jae Hyun. Ia memberitahu kalau yang membunuh Jae Hyun adalah Jaksa Yoo. Shi Hyun tersenyum tidak percaya. Ia mempertanyakan apa Dong Soo mempercayainya. Shi Hyun kaget dan mempertanyakan Jejak Kaki. Dong Soo menjelaskan kalau itu adalah petunjuk terakhir yang Jae Hyun tinggalkan untuk kita. Choi Siljang berkomentar kalau Jae Hyun mengagumkan. Ia tidak pernah membayangkan kata-kata terakhirnya memiliki arti mendalam. Shi Hyun dan Dong Soo membawa Choi Siljang.

Do Jin melihat batang korek api terjatuh. Dong Soo melihat ada yang aneh, ia meminta Shi Hyun membawa Cho Siljang ke kantor polisi. Do Jin dan Dong Soo saling menembak, Do Jin menabrak pintu, Dong Soo menahan Do Jin dan meminta Shi Hyun segera pergi ke kantor polisi.
Dong Soo dan Do Jin terus berkelahi. Namun Dong Soo kalah, Do Jin segera mengejar Choi Siljang dan Shi Hyun. Di mobil Choi Siljang menduga kalau Shi Hyun adik dari Jaksa Yoo. Do Jin menelepon Tae Joon dan memberitahu kalau tempat persembunyiannya sudah diketahu Shi Hyun dan Dong Soo. Ia mengatakan kalau Choi Siljang dibawa Shi Hyun. Tae Joon mengatakan kalau Choi Siljang kemungkinan akan menghubungi orang-orang Tetua. ia meminta Do Jin menyingkirkan Choi Siljang. 


Setelah menelepon ternyata Tae Joon bersama Jaksa Yoo. Jaksa Yoo mempertanayakan team Dong Soo membawa Choi Siljang. Tae Joon mengatakan kalau Do Jin saat ini sedang mengejarnya. Jaksa Yoo mengatakan kalau ia belum mendapatkan penglihatan sejak Jae Hyun meninggal. Ia menduga karena Shi Hyun menjadi kuat sama sepertinya. Kemungkinan Shi Hyun juga tidak bisa menggambar sketsa apa pun saat ini. Tae Joon mengatakan kalau ia akan mencoba yang terbaik untuk menyingkirkan Choi Siljang.


Choi Siljang mengatakan kalau ia yang membunuh ayah Shi Hyun. Shi Hyun yang kaget mengentikan mobil, Choi Siljang mencekik Shi Hyun dengan borgol. Shi Hyun mengatur gigi mobil dan menjalankan mobilnya. Ia mengerem mobilnya dan ia berhasil melepaskan diri dari cekikan tersebut.


Teman Young Sim menelepon Young Sim dan mempertanayakan dari mana mendapatkan data ini. Ia mengataakan kalau ini lebih dari serius. Ia menmabahakan kalau negara kita mungkin akan terjual sepenuhnya. 

Komentar:

Wahhh makin kesini makin greget........

Sinopsis Sketch Episode 14-1



Shi Hyun dikamarnya, ia menangis mengingat Jae Hyun. Ia teringat saat terakhir Jae Hyun mengucapkan terima kasih kepadanya. Ia hanya bisa menangis,  Young Sim menelponnya namun tidak di angkat.


Di kantor Dong Soo mempertanyakan apa tidak di jawab, Young Sim mengiyakan. Dong Soo mengatakan kalau lebih baik Shi Hyun tidak ada di sini sementara waktu. Ia meminta agar merahasikan dari Shi Hyun apa yang akan ia katakan. Ia mengatakan kalau Jaksa Yoo...

Jaksa Yoo mempertanayakan kepada Tae Joon kalau akan bertemu Deputi Park hari ini. Tae Joon mengatakan kalau ia akan menemuinya sore nanti. Jaksa Yoo mengatakan kalau mereka tidak ada waktu. Jika Deputi Park menemui Tetua, kita harus mengetahuinya. Tae Joon mengatakan kalau Deputi Park akan menemui Min Sook hari ini. 

Young Sim kaget ketika Dong Soo memberitahunya kalau kemungkinan Jaksa Yoo yang membunuh Jae Hyun. Dong Soo menjelaskan kalau ia dan Jae Hyun saja yang tahu tentang Jejak Kaki. Ia mempertanyakan kalau Jaksa Yoo mengetahuinya, ditambah Jaksa Yoo memikirkan definisi yang sepenuhnya berbeda. Ia menambahkan kalau Jae Hyun meninggalkan petunjuk untuk kita di akhir hayatnya. Young Sim mengatakan kalau kita tidak bisa curiga dengan alasan itu. Dong Soo mengatakan kalau kita harus menemukan buktinya. Dong Soo mengatakan ia kan memulai dengan mencari dokumen yang Sung Soo tinggalkan untuk kita. Ia meminta Shi Hyun menggali apa saja tentang Jaksa Yoo, terutama tentang masa lalunya.


Deputi Park menemui Min Sook, ia mempertanayakan tentang cold sale. Min Sook menjelaskan setelah pemimpin baru mengambil alih pemerintahan, orang-orang menggelar perayaan bernyanyi dan menari tentang reformasi. Kita harus mengajari mereka siapa pemilik sesungguhnya negara ini. Deputi Park berkomentar apa Tetua akan terlibat langsung. Min Sook tersenyum....

Dong Soo ke Universitas untuk mengambil data tentang cold sale. Shi Hyun masih menangis di rumahnya. Dong Soo kembali ke kantor sambil membawa berkas itu. ia mempertanyakan apa Young Sim mengenal ahli keuangan, karena kita harus menganalisa ini. Young Sim mengatakan ia memiliki teman yang merupakan kepala analisis di laboratorium penelitian pasar sebuah bank perdagangan. Ia menambahkan kalau mereka sudah 20 tahun saling mengenal. Young Sim mengatakan kalau adik Tae Joon tewas dalam kebakaran 1997 di Gedung Seosu. Tae Joon cuti akibat trauma. Ia menemukan sesuatu tentang Jaksa Yoo, Jaksa Yoo dirawat di rs Jiwa. Itu terjadi setahun sebelum orang tua mereka meninggal. Dong Soo mengatakan kalau ia akan ke rs tersebut untuk mencari informasi.

Deputi Park mengatakan kepada Tae Joon kalau lokasi pertemuan dengan tetua sudah di tentukan. Tae Joon menelepon Jaksa Yoo, ia memberitahu kalau lokasi pertemuan Tetua dan Deputi Park sudah di tentukan. Ia hanya tahu kalau lokasinya di suatu tempat daerah Yongsan. Jaksa Yoo mengatakan kalau mereka akan mencoba menekan Choi Siljang.


Young Sim dan temannya bertemu untuk membahas tentang berkas tentang cold sale. Teman Young Sim mengatakan kalau ini tentang pembelian obligasi dari perusahaan publik yang dijual ke luar negeri. Dokumen ini sudah enam bulan lalu. Ia menambahkan perlu menganalisi arti angka-angka ini. 


Dong Soo ke rs Jiwa dan menanyakan tentang Jaksa Yoo. Dokter mengatakan kalau dia mengidap ganguan stres pasca trauma. Insiden kebakaran Gedung Seosu, saat itu kelasnya pergi tamasya ke gedung tersebut pada hari kebakaran terjadi. Semua murid tewas dan hanya Jaksa Yoo yang selamat. Ia menambahakan kalau Jaksa Yoo secara khusus terus mengatakan hal aneh saat pertama kali tiba. Ia mengingatnya karena Jaksa Yoo tidak mengidap disosiasi kepribadian. Saat itu dia mengatakan kalau mereka tewas karena dia. 

Tae Joon mempertanyakan kepada Choi Siljang kalau Tetua akan menggelar pertemuan. Choi Siljang mengatakan kalau hanya anggota top organisasi yang diijinkan bertemu Tetua. Do Jin berkomentar apa Choi Siljang akan bertaruh dengan nyawa putrinya. Choi Siljang mengatakan proyek berkaitan dengan pembangunan kembali di Yongsan. Ia menambahakan kalau Grup Macheon sangat tertarik pada area itu. Jika pertemuan di Yongsan, kemungkinan akan dilakukan di tanah Grup Macheon. 

Dong Soo di telpon mengatakan kepada Young Sim kalau kebakaran itu ada kaitannya dengan Tae Joon dan Jaksa Yoo. Ia menambahakan akan menemui Sang Gu. Shi Hyun kembali ke kantor. Ia mempertanyakan kepada Young Sim dimana Dong Soo. Young Sim mengatakan kalau Dong Soo sedang melakukan penyelidikan tentang Tae Joon. Shi Hyun mempertanyakan kenapa mereka menculik Sun Young lalu melepaskannya. 


Dong Soo menemui Sang Go. Sang Go mengatakan ia pelakunya dalam kenakaran itu. Namun ia malah membahas 20 tahun lalu di Yakson-dong ada sebuah taksi di sebuah simpang lima. Ia menaikinya, ia sangat membutuhkan uang jadi membunuhnya. Sang Go mengatakan kalau ia menyulut api karena tidak ingin mati sendirian. Ia hanya berencana mati bersama beberapa orang, namun tidak menyangka sebanyak itu yang tewas (200 orang tewas).


Shi Hyun menemui Sun Young. Sun Young mengatakan kalau ia tidak ingat kejadian itu. Shi Hyun melihat Sun Young seperti ada yang ingin dikatakan. Sun Young mengatakan kalau ayahnya tidak dapat dihubungi. Biasanya ayahnya tidak bisa dihubungi maksimal dua hari. Ia tidak bisa menghubungi ayahnya sejak bebas dari si penculik. 

Di telpon Young Sim memberitahu Shi Hyun kalau namanya Choi Tae Wook, mendaftar ke militer saat berusia 19 tahun dan memutuskan tetap tinggal setelah berpangkat Sersan. Dia bekerja sama dengan Tentara Amerika dan meninggalkan militer ketika berusia 25 tahun. Setelah itu bekerja sebagai PNS sampai pensiun tahun 1997. Riwayat kriminal bersih, tidak ada terlibat utang piutang maupun masalah keuangan. Namun ketika pensiun dia menerima sejumlah besar uang dari Yayasan Youngwoo sebagai dana pensiun. Itu merupakan organisasi didirikan pada tahun 1970, sebagai bagian dari Badan Intelijen Korea. Young Sim mengatakan kalau kemungkinan dia bekerja untuk Perencanaan Keamanan Nasional di Badan Intelijen Negara. Shi Hyun meminta alamat dan no telponnya. Young Sim mengatakan kalau no telponnya tidak bisa dihubungi. Ia sedang berusaha melacak dimana panggilan terakhir dibuat. Ia akan menghubungi Shi Hyun jika menemukan sesuatu.

Jaksa Yoo mengatakan Ketua Seok Cheon adalah klien utama Firma Hukum Chunsan. Presdir Firma itu adalah Min Sook. Bahkan Min Sook menghandiri pembukaan hotel itu secara pribadi. Dalam daftar yang ditulis oelh Choi Siljang ada nama Seok Cheon. Pertemuan kemungkinan akan diadakan disana. Tae Joon mengatakan kalau kita harus masuk kedalam untuk mengumpulkan informasi yang akurat. Do Jin akan pergi, namun Jaksa Yoo meminta Do Jin agar tidak menarik perhatian. Jika ada kejanggalan disana mereka akan mengubah lokasi dan topeng kita akan terungkap. Do Jin mengatakan kalau ia akan berhati-hati. 

Setelah Do Jin pergi Tae Joon mempertanayakan ada apa dengan Jaksa Yoo. Jakasa Yoo mengatakan kalau sketsa Shi Hyun menjadi akurat meski ia ikut campur. Ia menambahakan kalau ia melihat kematian Young Sim. Young Sim tidak tewas namun yang digambar sketsa Shi Hyun menjadi kenyataan. Tae Joon mempertanyakan apa artinya. Jaksa Yoo mengatakan kalau kemampuan Shi Hyun sudah meningkat. Sekarang hampir setingkat dengannya.

Sinopsis Sketch Episode 13-2


Do Jin meminta Jin Soo berteriak minta tolong. Dong Soo mendengar suara Jin Soo, Dong Soo menghampirinya.  Jin Soo mengatakan kalau Do Jin membawa Sun Young. Di mobil Dong Soo di telpon mengatakan kalau mereka mengejar Sun Young. Jae Hyun yang mendengarnya di telpon mempertanyakan anak perempuan, untuk alasan apa. Dong Soo mengatakan kalau ia belum tahu. Mereka akan menuju rs bersama Jin Soo. 

Jae Hyun memberitahu Sung Soo kalau mereka menemukan anaknya. Seorang suster mengabarkan kepada anak buah wanita yang dikunjungi Deputi Park kalau Sung Soo sudah sadar. Wanita yang mendengar kabar itu langsung berpikir, sepertinya kan melakukan sesuatu.


Choi Siljang memasukkan cairan dalam suntikan. Ia mengatakan kalau ini disebut hyoscine pentothal. Obat psikotropika yang di gunakan untuk merangsang rasa sakit. Ia menyuntikkannya kepada Jaksa Yoo. 

Sung Soo mengatakan kepada Jae Hyun kalau ia memiliki salinan laporan. Namun mungkin sudah terlambat sekarang, tentang cold sale. Jaksa Yoo berteriak kesakitan. Sung Soo memberikan kertas berisi tulisan Universitas Baesung, Sastra Korea, Profesor Im Byung Hoon. Ia meminta Jae Hyun pergi sekarang. 

Jae Hyun menelepon dan meberitahu tentang cold sale. Ia menambahakan salah satu teman kuliahnya di Universitas Baesung dan meninggalkan salinan laporannya di sana. Shi Hyun mengatakan kalau kami akan. Namun Jae Hyun mengatakan kalau lebih cepat ia yang pergi. Jae Hyun juga mengatakan kepada Shi Hyun dan Dong Soo kalau baterainya hampir habis, sehingga ia tidak bisa mengubungi kalian. Ia akan menelepon Dong Soo dan Shi Hyun. 

Seorang pria misterius mengganti infus di ruang rawat Sung Soo. Choi Siljang mengatakan kalau itu adalah yang terburuk. Ternyata Jaksa Yoo tahu kalau Choi Siljang yang membunuh ayahnya. Ia juga tahu kalau Deputi Park bukan pimpinan mereka. Ia mengatakan akan menyingkirkan Tetua. 

Jae Hyun terjebak macet, ia mengambil jalan pintas. Choi Siljang hanya tertawa mendengarnya. Jaksa Yoo mengatakan kalau catatan ayahnya ada di sana. Di dalam catatan ada kode numerik, kode sederhana. Ia tahu dari kutipan di halaman pertama bahwa itu merujuk pada The Little Prince. Nomor pertama adalah nomor halaman buku. Nomor kedua adalah baris dari halaman tersebut. Nomor ketiga adalah karakter dari baris tersebut (penyimpanan arsip Hanseong Ilbo. G48). Ia membuka arsip tersebut, ia menemukan sebuah file tentang dua orang yang membereskan mereka yang menghalangi jalan Tetua. Ia mendapat file tentang Choi Siljang dan Deputi Park. Jaksa Yoo meminta memeriksa hp, dan Choi Siljang kaget melihatnya.


Dalam perjalanan Jae Hyun turun dari mobil dan melihat anjing sesuai dalam sketsa Shi Hyun. ia mengikuti kemana anjing itu pergi. Choi Siljang tidak bisa menghubungi putrinya. Jaksa Yoo mengatakan kalau ia menggunakan file yang ditinggalkan ayahnya untuk mengungkap identitas Choi Siljang. Dan ia menemukan kelemahan Choi Siljang, yaitu putrinya. Jaksa Yoo mengatakan kalau ia akan mendapat telpon satu menit lagi, dan ia harus menjawabnya. Benar saja Jaksa Yoo mendapat telpon, ia meminta Choi Siljang memilih.

Jae Hyun sampai di sebuat tempat penjual bunga. Choi Siljang melepaskan Jaksa Yoo. Jaksa Yoo menerima telpon itu, ia meminta agar putri Choi Siljang biarkan hidup untuk sekarang. Choi Siljang kesal, Jaksa Yoo menembak Choi Siljang. Seorang wanita di gedung penjual bunga mendengar suara tembakan. Jae Hyun sampai sana, ia segera berlari. Jaksa Yoo meminta identitas ketua. Choi Siljang mengatakan kalau ia tidak tahu. Ia terbiasa mendapat perintah dari ayah Presdir Jo Min Sook. Karena sudah meninggal, ia mendapat perintah dari Presdir Jo Min Sook. Min Sook adalah perempuan yang ditemui Deputi Park. Choi Siljang menambahkan ia tidak pernah bertemu langsung dengan Tetua. Jaksa Yoo mempertanayakan pasti selain Min Sook dan Deputi Park meyelaesaikan tugas untuk yang lainnya. Ia meminta Choi Siljang menulis nama-nama mereka. 

Jae Hyun membuka pintu, ia melihat Jaksa Yoo menodongkan pistol. Jae Hyun akan menelepon, namun baterenya mati. Ia bersiap mengambil pistol di sakunya. Jae Hyun bersiap masuk. Dong Soo dan lainnya sampai rs, namun mereka terlambat Sung Soo sudah meninggal. 

Choi Siljang memberikan kertas nama orang-orang tersebut. Jaksa Yoo berkomentar kalau orang-orang ini dari berbagai bidang. Choi Siljang mengatakan kalau pertempuran ini berbahaya, bagi mereka Jkasa Yoo hanya butiran debu. Deputi Park menerima telpon dari Choi Siljang. Choi Siljang mengatakan kalau Jaksa Yoo berada di pihak yang sama dengan Tae Joon. Ia menambahkan kalau Tae Joon memilki sesuatu untuk mengendalikan Jaksa Yoo. Deputi Park mengatakan kepada Tae Joon kalau ia sepertinya salah paham. Ia mengatakan kalau ia dihubungi Presdir Jo Mi Sook. Ia akhirnya akan bertemu Tetua sabtu ini. 

Jae Hyun mendengarkan percakapan mereka dari luar. Ketika Jaksa Yoo akan menembak, Jae Hyun masuk. Shi Hyun masih tidak menghubungi Jae Hyun. Dong Soo mempertanaykan apa masih tidak bisa. Shi Hyun mengatakan kalau ponselnya mati. 


Jae Hyun meminta Jaksa Yoo meletakkan ponselnya. Ia mempertanyakan kalau Jaksa Yoo adalah X. Jaksa Yoo mengatakan kalau bukan rencananya Jae Hyun ada di sini. Jae Hyun mempertanyakan lagi apa benar Jaksa Yoo dalang dibalik Tae Joon. Jaksa Yoo mengatakan kalau ia bisa mengatakan satu hal, semua yang ia lakukan tidak satu pun dilakukan demi keuntungan pribadi. Jaksa Yoo menambahakan kalau Jae Hyun tahu soal Tetua. Jae Hyun mengatakan niat baik tidak menjadikan metode Jaksa Yoo benar. Jaksa Yoo mengatakan kalau ia sudah bersiap mengotori tangannya. Jae Hyun mengatakan kalau ia menangkap Jaksa Yoo atas kejahatan konspirasi melakukan pembunuhan dan percobaan pembunuhan. Jae Hyun mengambil borgol. Jaksa Yoo mengatakan kalau Jae Hyun orang yang ia paling hormati. Jaksa Yoo mengambil pistol, Jae Hyun buru-buru mengambil pistol. Namun Jae Hyun lebih dulu tertembak oleh Jaksa Yoo. 


Tangan Jaksa Yoo gemetar, ia minta maaf dan berlutut. Jae Hyun mengatakan kalau Jejak Kaki mengetahui identitas Jaksa Yoo. Tae Joon datang, Jaksa Yoo mengatakan kalu ia tidak memiliki pilihan lain. Tae Joon menutup mata Jae Hyun. Malam hari Dong Soo ke sebuah TKP, disana ada mayat Jae Hyun. Shi Hyun dan Young Sim melihat Dong Soo, mereka melihat mayat Jae Hyun. 


Proses pemakaman Jae Hyun, Shi Hyun yang membawa foto. Itu persis dalam sketsa Shi Hyun. Setelah selesai pemakaman, Young Sim menghampiri Dong Soo. Ia mengatakan kalau Sun Young sudah ditemukan. Ia mengatakan kalau Sun Young tidak mengingat apapun jadi tidak bisa membantu. Young Sim mengatakan kalau ia kan ke kantor. Setelah Young Sim pergi, Jaksa Yoo menghampiri Dong Soo. Ia mengatakan kalau tidak menemukan petunjuk apa pun di TKP. Ia mengatakan kalau baru mengetahui ini kalau Jae Hyun memiliki seorang informan. Mungkin orang itu tahu sesuatu. Ia hanya tahu nama panggilannya, yaitu Jejak Kaki. Dong Soo kaget mendengarnya....Ia sadar kalau Jae Hyun mengatakan kalau Jae Hyun belum pernah mengatakan ini kepada siapapun. Dong Soo mengatakan kepada Jaksa Yoo kalau ia belum pernah mendengarnya. Ia meminta Jaksa Yoo menanyakan kepada Shi Hyun. Jaksa Yoo pergi meninggalkan Dong Soo....

Koemntar:

Akhirnya Dong Soo sadar hanya ia yang tahu pelakunya........