Sunday, 26 August 2018

Sinopsis Voice 2 Episode 5-1



-Euro-dong, Kota Poongsan-

Pria misterius membantu petugas kemanan memindahkan mobil. Petugas keamanan kesal karena penghuni unit 304 parkir sembarangan lagi. Petugas keamanan mempertanyakan bagaimana kesehatan ibu pria misterius yang menderita penyakit Meniere. Pria misterius mengatakan kalau kondisinya membaik setelah pengobatannya diganti. 

Seorang Ahjumma berteriak memanggil unit 101. Ia kesal karena gagal membahas basemen dengannya lagi. Ia mengatakan kepada petugas keamanan kalau sebenarnya langit-langit kamarnya bocor karena badai dan kini sedang di renovasi. Ia tidak memiliki tempat penyimpanan barang. Petugas keamanan mengatakan yang benar saja, ruang itu milik penghuni di lantai pertama dan Ahjumma dilarang memakainya. Ahjumma kesal karena mungkin dia barangnya sedikit karena tinggal bersama ibunya. Ia berkomentar kalau petugas keamanan tidak sopan. Ia hanya ingin menyimpannya beberapa hari di sana sambil menunggu renovasi. Ia berkomentar kalau petugas keamanan pilih kasih. Petugas keamanan berkomentar kalau dia akan mengadu ke administrasi dan memicu keributan lagi. 


Di rumah pria misterus berkata, “Manusia tidak berguna pun ingin kematian mereka memiliki arti. Benar cangkang kenari kosong pun ingin bersuara saat dibuka. Ibu ini dari Sabda Zarathustra oleh Nietzche.” Ia menambahkan kalau berikutnya ia akan membacakan kutipan dari Talmud favorit ibu. Ia meminta ibunya beristirahat. Ia keluar dan menggembok lalu menguncinya lagi kamar ibunya. 
Pria misterius mendapat pesan dari belalang sembah yang mengatakan kalau telah menuntaskan misi. Ia pamit kepada ibunya. 


Ia keluar rumah dan menuju ruangan lain. Di ruangan itu ia biasanya melakukan misinya. Ia membaca artikel-artikel Kwon Joo yang menarik. Ia berkomentar kalau Kapten itu berbakat. Ia tidak sabar memilikinya, ia menginginkan telinga Kwon Joo. 

-Episode 5, Sst! Pelanggan, Ini Rahasia-

“Orang yang memiliki saudara tidak menyadari betapa beruntungnya mereka. Mereka sering bertengkar, tapi selalu ada seseorang yang ada untuk mereka. Seseorang yang juga keluarga.
 <Trey Parker>”


“30 menit setelah kasus percobaan pembunuhan lansia di Oksan-dong”

Kang Woo meminta Joong Ki menghubungi istrinya. Benar saja Joong Ki tidak bisa menghubungi istrinya. Mereka menemukan tempat makanan, disana juga ada memo yang bertuloskan kalau makanan itu dari istri Joong Ki untuk tim Golden Time. Kang Woo melaporkan kalau mereka menukan memo dan wadah kimchi milik istri Joong Ki di TKP. Joong Ki mengatakan kalau istrinya pernah mengatakan tentang Nyonya Baek dan sesuatu tentang pembelian properti. Ia menambahkan kalau istrinya berniat datang ke Poongsan hari ini. Katanya dia akan bertemu Nyonya Baek melalui organisasi relawan. 

Eun Soo mengatakan kalau menemukan kasus serupa. Korban juga dalam kasus ini menyimpan uang di kulkas. Ruang pantaunya biasanya di Tiongkok. Supervisor yang disebut Bos Besar di Korea memilih targetnya dan menyusun semua rencananya. Kurirnya menipu ibu rumah tangga atau pencari kerja yang butuh uang dan menariknya. Kurirnya terlibat tanpa menyadarinya. Jika situasi memburuk, pengawasnya akan menyerang kurir. 

Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau mereka menemukan kasus voice phishing yang serupa dengan Soon Hee. Soon Hee mengumpulkan 50.000 dolar sebagai modal untuk bisnis putranya. Mereka meminta Soon Hee menyimpan uang di rumah lalu melakukan aksinya. 


“40 menit sebelum kasus percobaan pembunuhan di Oksan-dong.”

Flashback, saat itu Soon Hee ditelpon mengatakan kepada anaknya kalau ia mendapatkan uangnya. Ia meminta anaknya pulang. Setelah itu Soon Hee mendapat telpon dari rs. Ternyata itu penipu. Penipu pengatakan kalau anak Soon Hee kecelakaan. Ketika akan menghubungi putranya, mereka membuat nomor putranya mengira telpon dari ibunya nomor iseng. Soon Hee segera menelepon ke nomor yang tadi. Soon Hee mengatakan kalau ia punya uang tunai di rumah. Penipu mengatakan kalau menyimpan uang di rumah berbahaya. Penipu menyarankan agar menyimpan uang di lemari es. Soon Hee memindahkan uang di lantai ke lemari es. Soon Hee meninggalkan rumah. Namun ia lupa sedang memasak, ia balik lagi ke rumah. Istri Joong Ki ke rumah Soon Hee, ia masuk dan mengambil kantong kresek hitam di kulkas. Nenek yang kembali melihatnya, semua kacau. Tak Wi masuk dan semua itu terjadi.

Eun Soo mengatakan kalau Tak Wi tahu Istri Joong Ki, suaminya merupakan polisi. Tak Wi juga bilang akan membunuh istri Joong Ki. Seo Yeol mengatakan kalau mobil yang membawa istri Joong Ki tidak terdaftar. Mobilnya saat ini melewati suatu jalan di Oksanil-ro. 

Kwon Joo mengatakan kalau Tak Wi tahu istri Joong Ki, suaminya polisi. Berdasarkan kasus sebelumnya, ada kemungkinan dia akan dibunuh. Kang Woo meminta semua bergegas, ia meminta Joong Ki tetap di sini untuk bersiaga. Kang Woo dan lainnya pergi untuk menyelamatkan istri Joong Ki.

Kwon Joo mempertanyakan kepada Joong Ki apa ada yang diingat lagi. Joong Ki mengatakan kalau seingatnya nama lengkapnya Baek Mi Ja dan rumah contoh Studio Isam. Seo Yool menemukan CCTV kalau istri Joong Ki bersama Mi Ja. Namun istri Joong Ki keluar sendiri dari Studio tersebut. 

Tak Wi kesal karena Mi Ja melibatkan istri polisi. Mi Ja mengatakan kalau polisi memburu kita karena kamu membunuh seorang nenek, kenapa malah memarahiku. Ia mengatakan kalau istri polisi justru lebih aman. Walau kita ketahuan, dia tidak akan berani menyerahkan kita. Dia pasti khawatir merusak karier suaminya. Ia sudah melarang Tak Wi untuk menelepon. Ia mengatakan kalau bos besar meminta agar kita membereskannya, bunuh dia. Tak Wi mengatakan ia mengerti, jika ada masalah ia akan memotong tangan dan kaki Mi Ja. 

Seo Yool mengatakan kalau ia menduga mobil Tak Wi menuju terowongan yang menuju Danau Songhwa. Tak Wi sampai di terowongan itu. terowongan itu tertutup. Eun Soo mengatakan kalau Mi Ja keluar dari Studio dan berlari ke arah Oksan-dong. 

“Pukul 13.10, Kasus pengelabuan Data dan Percobaan Bunuh Diri Oksan-dong.”

Polisi segera mengejar Mi Ja. Kang Woo mengatakan kepada Kwon Joo kalau mereka terjebak macet. Akhirnya mereka mengambil jalan pintas. Mereka sampai di depan terowongan itu. Mereka membuka jalan terowongan itu. Anggota polisi tim lain mendenfar suara Kang Woo yang mengatakan sedang mengejar Tak Wi. Mereka mempertanyakan kenapa tim Kang Woo mengejar target mereka, mereka segera pergi.

No comments:

Post a Comment