Tuesday, 11 December 2018

Sinopsis Less than Evil Episode 3



Tae Seok mengantar Hyung Min ke rs, sepertinya Hyung Min masih bisa diselamatkan. Tae Seok ke TKP tempat Hyung Min menyekap Seo Rin. Ia memberikan bukti vidio yang ia miliki kepada petugas. Suami Seo Rin datang, ia melihat istrinya sudah terbujur kaku. 


Dong Yoon menghampiri Tae Seok. Ia membenarkan tindakan Tae Seok. Andai mematuhi peraturan itu, kita tidak akan menangkapnya. Tae Seok meminta agar Dong Yoon dan detektif Lee tidak tahu apa-apa. kejaksaan tidak akan menangkap orang mereka sendiri. Mereka akan mengirim jaksa independen. Sebelum itu, tim kita juga akan melakukan penyelidikan. Jika ada yang bertanya, katakan saja kamu tidak tahu apa-apa tentang ini. 

Dong Yoon mengatakan ia tidak bisa melakukan ini. ketika setuju bekerja sama, ia sudah membuat keputusan sendiri. Ia juga akan bertanggung jawab. Tae Seok mengatakan bagaimana jika ia berencana untuk membunuhnya. Hyung Min juga lolos saat pembunuhan 13 tahun lalu. Ia takut kali ini tidak bisa mengakapnya lagi. Jadi ia memutuskan untuk membunuhnya. Ia bisa saja menyelamatkan Hyung Min, namun ia hanya melihatnya terjatuh. Ia mempertanyakan apa Dong Yoon mau bertanggung jawab untuk ini. Dong Yoon hanya bisa terdiam. 


Choon Man dan lainnya minum bersama. Choon Man mengatakan kalau jaksa akan menghentikan Tae Seok dengan segala cara. Sebelum kejaksaan mengusik, kita harus menyalahkan Tae Seok. 


Choon Man mengintrogasi Tae Seok. Ia berkomentar kalau Tae Seok memukul Hyung Min bukan. Dia melaporkannya langsung ke kepala. Ia mempertanyakan kenapa memukulnya, kamu memiliki dendam terhadapnya. Tae Seok mengatakan ia membutuhkan darah untuk menanam bukti. Ia menanam bukti di TKP. Ia juga membiarkan dia mati padahal bisa menyelamatkannya. Ia meminta Choon Man menyelidiki secara menyeluruh. Ia akan menerima hukumannya dengan senang hati. Tae Seok menulis surat pengunduran dirinnya.


Tae Seok mendapat penjelasan dari dokter kalau setelah kepalanya terbentur, dia mengalamu pendarahan arachnoid. Karena peningkatan dalam tekanan otak, dia dalam keadaan koma dan terus dipantau. Dalam skenario terburuk dia mungkin tidak pernah bangun. Ia menatap Hyung Min dan teringat sesuatu. Flashback, Tae Seok menghampiri Hyung Min yang turun dari bus. Ia mempertanyakan alibi Hyung Min saat Soo Ah meninggal. Hyung Min mengatakan kalau ia sudah memberitahu detektif kalau ia mengajar. 



Choon Man datang dan mengajak Tae Seok bicara. Mereka bicara berdua di mobil. Choon Man mengatakan ia menyelidikinya, namun kepala memarahinya. Ayahnya sangat pemarah. Tae Seok mengatakan kalau ia yakin dia pelakunya. Choon Man mengatakan kalau dia belajar di UNS. Kita hanya bisa menekannya setelah memiliki nama saksi. 



Choon Man datang menghampiri Yeo Wool dan Tae Seok. Tiba-tiba Hyung Min masuk. Tentu saja hal itu membuat Tae Seok marah. Yeo Wool ketakutan.



Tae Seok menemui istrinya. Ia makan bersama istrinya. Ia mengatakan kepada istrinya kalau ia merasa baru bisa bernapas begitu Hyung Min tertangkap. Ia berencana berhenti begitu menangkapnya. Ia memberitahu istrinya kalau kami menangkapnya. Hae Joon mempertanyakan kamu serius berhenti. Tae Seok mengatakan kalau tepatnya ia akan dipecat. Ia menjelaskan kalau ia membiarkan Hyung Min jatuh dan mati. Istrinya mengatakan kalau itu pembelaan diri atau pembunuhan tidak disengaja. Tae Seok mengatakan ia ingin membunuhnya. Ia melakukan kejahatan, jadi mungkin akan dipenjara. Ia mengatakan kalau Hae Joon satu-satunya orang yang tersisa dalam hidupnya. Ia tidak peduli jika terdengar kurang ajar dan tidak tahu malu. Ia ingin membiarkan istrinya pergi, namun jika ia melakukannya ia akan menyesalinya sampai ia mati. Hae Joon mempertanyakan apa sudah ada pengacara, ia akan membela Tae Seo. Tae Soo mengatakan tidak perlu. Hae Joon mengatakan ia yang akan memutuskan apakah itu perlu atau tidak. Jika itu pembunuhan yang gagal, jaksa akan kesulitan untuk membuktikan. Kamu tidak perlu dipenjara. Ia meminta Tae Soo melanjutkan makannya. 


Komisaris Jendral datang ke kantor polisi. Ia melihat surat pernyataan Tae Soo yang bertuliskan kalau Tae Soo menanam bukti dan membiarkannya mati. Ia meminta semua melupakan ini. ia sudah berbicara dengan kejaksaan. Mereka tidak akan mengirim jaksa independen dan akan dilakukan penyelidikan terhadap Hyung Min. Yang kita butuhkan seorang pahlawan bukan kambing hitam. Seorang pahlawan yang menagkap seorang jaksa pembunuh. 

Atasan Tae Seok marah sambil membawa surat pengunduran diri Tae Seok. Dong Yoon melihat surat pengunduran diri itu. 


Doo Jin ke rumah Tae Seok. Ia langsung mencari seragam Tae Seok. Tae Seok mempertanyakan seorang pahlawan, itu tidak masuk akal. Doo Jin mengatakan lalu kamu ingin menjadi polisi buruk seperti pernyataanmu. Ia memberikan surat laporan polisi yang menunjukkan kalau Dong Yoon dan Moon Ki yang membantunya. Ia meminta Tae Seok memilih pahlawan atau polisi buruk. 


Akhirnya dilakukan upacara untuk promosi khusus inspektur Woo Tae Seok. Saat preskon Komisaris Jendral mengumumkan polisi akan membentuk unit khusus kejahatan serius dan berantai yang di sebut Serious dan Serial Team. Singkatannya tim SNS. Pemimpinnya adalah Tae Seok. 


Di atap Doo Jin menghampiri Tae Seok. Ia mempertanyakan kamu enggan menjadi pahlawan, kapan kamu mempersiapkan semua itu. Tae Seok mengatakan ia harus membiarkan dunia tahu tentang Hyung Min. Pahlawan mungkin terlupakan, namun polisi buruk diingat selamanya. Doo Jin mempertanyakan tentang Tim SNS. Tae Seok meminta agar Moon Ki dan Dong Yoon tidak terpengaruh. Ia akan berhenti dalam sebulan. Itu bukan tim yang mereka buat untukku. Mereka menjadikan pria sepertiku pahlawan, ia tahu mereka membuat tim itu untuk memastikan agar ia tidak mengacau lagi. Dong Jin mengatakan kamu akan kembali ke lapangan saat situasi tenang, tunggulah. Tae Seok mengatakan ia tidak peduli tentang bekerja di lapangan karena sudah menangkap Hyung Min. Ia akan mencari makna hidupnya. 

Istri Hyung Min sedang bekerja. Rekannya memberitahu berita kalau Tae Seok dipromosikan menjadi inspektur. Rekannya pergi meninggalkan ruangan Hae Joon. Tentu saja Hae Joon hanya bisa menghela napas setelah mendengarnya.


Sun Jae melaporkan kepada polisi kalau ia merasa ada seseorang yang membunuh orang tuanya. Ia meminta agar polisi cepat datang. 

Tae Seok di kantor, Dong Yoon menghampirinya dan memberikan surat pengunduran diri Tae Seok. Dong Yoon meminta agar Tae Seok tidak mengundurkan diri. Tae Seok mengatakan ia yakin Doong Yoon kecewa kepadanya. Dong Yoon membenarkan kalau Tae Seok detektif yang buruk. Setelah ia melihat Tae Seok menangkap Hyung Min, ia berpikir dunia membutuhkan setidaknya satu detektif buruk seperti Tae Seok. Mereka mendapat kabar kalau menemukan jasad dan meminta detektif yang bertugas untuk pergi ke TKP. 


Tae Seok dan Dong Yoon sampai di TKP. Mereka memeriksa TKP. Mereka melihat jasad wanita. Tae Seok melihat obat tidur. Ia berkomentar dia meminum pil tidur dan mereka tidur di kamar terpisah. Kamu tidak berpikir pernikahan mereka kacau. Dong Yoon mengatakan ia mendengar memakai kamar terpisah membantu pernikahan. Tae Seok membenarkan mungkin perceraian bisa dicegah dengan melakukan itu. Dong Yoon kaget mengatakan perceraian. Ia menambahkan kalau ia diberi tahu ibunya. 


Mereka ke tempat jasad pria, terlihat pria itu memakai earphone. Tae Seok mengatakan salah satunya tidur dan yang lain tidak bisa mendengar apa-apa. Apakah pembunuhnya secara sadar memilih waktu hari ini, semuanya sangat cocok. Tingkat kekerasannya belum masuk kategori kejahatan hasrat, jasadnya juga tidak dirusak dan TKP terlalu bersih. Pembunuh tidak menyembunyikan bahwa itu pembunuhan. Seolah-olah ini perampokan atau bunuh diri. Ia merasa ada yang aneh. 

Dong Yoon menjelaskan kepada Tae Seok kalau korban suami istri, Eun Hong Goo dan Park Jung Sook. Yang menelepon putrinya Eun Sun Jae. Tae Seok mempertanyakan reporter itu, Sun Jae. Sun Jae tinggal sendiri di dekat kantor Harian Myunggang. Tampaknya dia menemukan jasad mereka sebelum pergi bekerja. Melalui CCTV diketahui Sun Jae satu-satunya yang melewati gerbang utama. Dia masuk pukul 07.33 dan menelepon setelah tiga menit. Tae Seok meminta Dong Yoon masuk ruang introgasi dan mengatakan kalau ini adalah kasus milik Dong Yoon. 


Dong Yoon mengintrogasi Sun Jae, sedangkan Tae Soo mengamati mereka. Dong Yoon mulai dengan pertanyaan yang umum. Sun Jae mengatakan kalau bisnis ayahnya memang bangkrut, namun dia sudah melunasi semua hutangnya. Tae Seo mematikan suara dan melihat ekspresi Sun Jae. Ia merasa ada yang aneh dengan Sun Jae. 


Dong Yoon menghampiri Tae Seo. Tae Seo memperlihatkan rekaman tadi. Dong Yoon mengatakan dia tampak berbeda jika tidak bersuara. Saat bicara di dalam dia tampak patah hati. Kini dia seperti difitnah atas sesuatu. Tae Seo menjelaskan kalau kita bisa memalsukan nada suara, tapi tidak ekspresi wajah. Dia tidak sedih kehilangan orang tuanya.

No comments:

Post a Comment