Wednesday, 2 January 2019

Sinopsis Less than Evil Episode 12


Tae Seok mempertanyakan kamu menjadikanku orang bodoh padahal ingat segalanya. Sun Jae mengatakan itu kata-kata terakhir Hae Joon. Tae Seok mengatakan tidak, Hae Joon tidak akan pernah mengatakan itu kepadamu. Petugas masuk dan membawa Tae Seok keluar. 


Sun Jae keluar dari kantor polisi, Tae Seok memperhatikan Sun Jae dari kejauhan. Tae Seok menemui Ji Deuk dan mengatakan kalau ini kamera tersembunyi di rumahnya. Semua sudah dihapus, ia mempertanyakan tapi kamu bisa mengembalikannya bukan. Ini tidak mendesak hanya urusan keluarga. Ji Deuk mengatakan tidak ada yang lebih penting daripada urusan keluarga, akan segera ia kerjakan. Tae Seok berterima kasih kepada Ji Deuk. Ji Deuk memberikan minuman untuk Tae Seok.
Tae Seok mempertanyakan seperti apa keluarga Ji Deuk. Ji Deuk mengatakan ia mempunyai kakak yang ingin sekali ia usir jika tidak ada yang memperhatikan. Tapi tidak bisa begitu. Tae Seok mengatakan jika asal memutuskan hubungan, itu tetangga bukan keluarga.


Di tempat pemotongan seorang pria dimarahi atasannya karena melakukan kesalahan. Atasannya mengusir pria itu beserta barang-barangnya. Terlihat topeng yang terjatuh dari tasnya. Ia menemui seorang wanita dan mempertanyakan sungguh kamu tidak mengenalku. Wanita itu pergi namun pria itu terus mengejarnya. Tiba-tiba seorang pria dari belakang menyekap wanita itu. 


Tae Seok dan lainnya melihat vidio, ia melihat seorang pria dengan santai di TKP. Ia meminta Moon Ki memperbesar gambar pria itu. Ia meminta agar melacak pria ini dan temukan identitasnya. Ji Deuk menghampiri Moon Ki dan mempertanyakan bagaimana dia tahu orang itu pelakunya. Moon Ki mengatakan ia sudah bilang kalau Tae Seok seperti paranormal. Dong Yoon mengatakan semua orang melihat TKPnya. Hanya dia yang melihat orang-orang. Bagi orang-orang seperti dia, pembunuhan itu seperti pertunjukkan. Mereka menikmati reaksi orang-orang yang menyaksikan pertunjukkan. Moon Ki memuji Dong Yoon yang sudah belajar banyak dari Tae Seok. 


Ji Deuk mempertanyakan kita harus bagaimana jika berhadapan dengan orang seperti ini. Dong Yoon mengatakan kamu harus mencoba melawannya. Atau setidaknya sumpahi dia. Tae Seok mengatakan jika begitu mati saja. Mereka akan terprovokasi saat korban marah dan takut. Baik kamu merasa takut atau bersikap galak, orang seperti mereka akan senang karena ada emosi kuat. Karena itulah kalian tidak boleh bereaksi apa pun. Maka kalian bisa selamat. Tim SNS mendapat telepon.

Mereka ke TKP, Tae Seok melihat pria itu. Media mempertanyakan apa Hyung Min benar sudah tewas. Tae Seok mengatakan kalau reporter tidak boleh menulis fiksi. Hyung Min sufah tewas. Itu ulah orang pengecut yang bersembunyi di balik topeng demi menyebarkan rasa takut. Media mengatakan jika memprovokasi seperti ini dan membuat pembunuh marah, bagaimana jika dia mengulanginya. Tae Seok mengataka ia akan menangkapnya sebelum itu, ia sudah menemukannya. Tae Seok mengejar pria itu. Namun pria itu berhasil sembunyi. Tae Seok masuk ke sebuah ruangan, pria bertopeng itu menyerang Tae Seok dengan alat kejut listrik. 

Tae Seok dengan sisa-sisa tenaganya berhasil menggigit pria bertopeng itu. Dong Yoon datang menyelamatkan Tae Seok. Tae Seok memuntahkan gigitan tadi dan memintanya agar dicek DNA dengan menggunakan ini. 


Tae Seok mendapat pesan dari Ji Deuk. Ia duduk sendirian dan berusaha kuat untuk melihat vidio itu. Ia memutar vidio itu. Terlihat Hyung Min datang dan menusuk istrinya. Ia mempercepat vidio ketika Sun Jae datang. Hae Joon mengatakan kalau Tae Seok tidak punya siapa pun kecuali Tae Hee. Ia memohon agar mereka berbaikan. Sun Jae mengatakan jangan banyak bicara. Ia segera menelepon untuk meminta bantuan. Lalu ia pergi dari rumah Tae Seok. Tae Seok menahan tangisnya. Hae Joon mengatakan jangan menahannya, menangislah sepuas hatimu. Hanya dengan begitu, kamu bisa melupakannya. Tae Seok terlihat menahan rasa sedih. Ia bergumam dalam hati ia tidak akan menangis. Namun terlihat matanya memerah, akhirnya tangisnya pecah. Ia tertunduk dan menangis. Ia pergi meninggalkan tempat itu.

Tae Seok kembali ke kantor. Moon Ki mengatakan ia menemukan seorang penyintas. Itu percobaan pembunuhan, metode yang digunakan sama seperti bedebah bertopeng itu. 


Seorang wanita di introgasi dan mengatakan ia tidak ingat apa pun. Moon Ki mengatakan kamu menuliskan kesaksian tepat setelah insiden terjadi. wanita itu mengatakan itulah yang ia dengar. Namun ia sungguh tidak ingat apa-apa setelah menjalani operasi. ia menunjukkan bekas luka di lehernya. Tiap pagi ia selalu memeriksa apa kepala dan tubuhnya masih utuh. Ia terus saja memikirkan alasan ini terjadi kepadanya. Meskipun ia ingat segalanya, ia akan. Ia menagis, Moon Ki membawa pergi wanita itu.

Tae Seok mempertanyakan kepada petugas pasti karena PTSD. Petugas mengatakan Joo Hyun merasakan pengalaman hampir mati. Tae Seok mengatakan setelah merasakan ketakutan ekstrem, apa ada banyak korban yang hilang ingatan sepertinya. Petugas mengatakan pasien yang mengidap ketakutan akan perkosaan mengatakan ini. Selama insiden itu, mereka hanyalah tubuh dengan perangkat penyokong hidup. Karena itulah, mereka mengalami hilang ingatan atau ingatan samar. Tae Seok mempertanyakan apa ingatannya bisa kembali, kapan dia bisa ingat lagi. Petugas mengatakan setiap orang berbeda, saat yakin bisa menghadapinya dan waktu yang tepat tiba serta saat alam bawah sadar mereka mengizinkannya. Tae Seok mengatakan sebelum mencapai titik itu, jika mereka dipaksa mengingat akankah ada masalah. Petugas mengatakan memaksanya akan sangat berbahaya karena otaknya jelas-jelas menolak. Dong Yoon meminta Tae Seok keluar.


Mereka melihat siaran langsung. Pria bertopeng itu menuju sebuah tempat. Mereka mencoba yang terbaik untuk mencegahya. Namun mereka terlambat karena wanita itu keluar dari rumahnya. Mereka melihat wanita itu dibunuh oleh pria itu. bahkan Joo Hyun melihat kejadian tersebut. 


Sebuah mobil berhenti, ternyata Ka Young dan Dong Yoon mengantar Joo Hyun. Joo Hyun mempertanyakan bagaimana jika dia kembali untuk membunuhnya. Dong Yoon mengatakan ia akan mengatar Joo Hyun sampai dalam. Namun Joo Hyun meminta Ka Young mengantarnya. 

Joo Hyun mengatakan rumahnya di lantai dua sini. Mereka sampai di rumah Joo Hyun. Ka Young mengatakan ia akan memeriksa ruang lain. Ka Young berkeliling rumah tersebut. Ia melihat Dong Yoon dari atas. Lalu ia mengatakan kepada Dong Yoon tidak menemukan apa-apa, ia akan turun begiti Joo Hyun tenang. Dong Yoon kembali masuk ke mobil, ternyata di dalam mobil ada pria bertopeng.


Tae Seok meminta maaf kepada Sun Jae karena semua perkataan Sun Jae benar. Sun Jae mempertanyakan kenapa berpikir ia akan pura-pura lupa padahal ingat. Nampaknya kamu merasa bersalah setelah berbuat jahat kepadanya. Tae Seok mengatakan ia selalu berbuat jahat, ia polisi yang jahat. Sun Jae mempertanyakan kamu membenciku karena kamu berbuat jahat. Tae Seok mempertanyakan kamu pikir ia membencimu. Sun Jae mengatakan pelaku akan beralasan semampu mereka untuk membenci para korbannya. Para korban pasti bersalah sampai para pelaku membenarkan semua perbuatan jahat mereka. Begitu juga denganmu, kamu melihatku sebagai iblis karena hatimu dipenuhi kebencian. Tae Seok membenarkan, karena itulah ia tidak bisa berterima kasih kepadamu soal Hae Joon. Kamu bahkan menyelamatkanku saat di terowongan, ia berterima kasih. 

Sun Jae mengatakan tidak ada hal seperti itu di antara kita, kita teman. Ia melihat Tae Seok pertama kali di TV, kamu sedang memukuli kriminal. Saat itulah ia merasakan hal aneh untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Wajahku memerah dan jari-jarinya mulai gemetar. Jantungku mulai terasa panas. Orang biasanya akan bereaksi begitu saat mereka tertarik. Tae Seok mengatakan bisa saja kemarahan atau kebencian. 


Sun Jae mengatakan ia tidak andal membedakan perasaan. Namun setidaknya ia bisa membedakan ketertarikan dengan kebencian. Tae Seok mengatakan tapi kita tidak bisa berteman, ia tidak suka. Sebaiknya kita tidak bertemu lagi. Tae Seok mendapat telepon yang mengaku Hyung Min kalau Dong Yoon ada padanya. 

Komentar:

Makin ke sini makin penasaran.....

No comments:

Post a Comment